MENAJEMEN RSUD LANGSA HARUS KEMBALIKAN JASA MEDIS

tokoh-masyarakat

LANGSA ACEH detikperiatiwa.com– Tokoh Masyarakat Kota Langsa, Syaifuddin Haji Amin dan Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) Bening Kota Langsa meminta pihak penegak hukum di Aceh agar segera menyikapi kasus pemotongan uang jasa paramedis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

“Uang jasa paramedis harus segera dikembalikan yang di diduga dipotong Direktur RSUD Langsa Syarbaini mencapai ratusan juta rupiah sejak Agustus sampai Oktober 2016, tidak alasan ada mereka memotong ujang  tersebut,”  ujar Syaifuddin Haji Amin kepada detikperistiwa.com minggu (1/1) di Langsa aceh.

Uang jasa paramedis yang dipotong itu  berpariasi antara Rp 600 sampai Rp 3 juta perorang, anehnya lagi setiap uang jasa harus ada tanda tangan penerima, namun sejak tiga bulan ini dikirim melalui rekening Bank  BNI  Cabang Langsa. “Uang itu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencapai  Rp 22,6 milyar,  untuk dana operasional RSUD Langsa dan uang jasa para medis ini kena kenapa harus disunat, ini hak orang,” beber  Syaifuddin Mantan Pejabat Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta.

“PNS di rumah sakit itu harus kita hormati mereka yang bertugas di rumah sakit siang dan malam demi pengabdiannya untuk rakyat tapi kok tega pimpinannya memperlakukan mereka seperti itu seharusnya pimpinan rumah sakit itu mengayomi mereka yang kerja siang-malam di RSUD kenapa harus diperlakukan dengan semena-mena,” tegas Syaifuddin yang juga Calon Walikota Langsa tahun 2017-2022 ini

Syaifuddin meminta semua pihak baik Plt Walikota Langsa Sekda Kota Langsa agar secepatnya menyikap persualan yang muncul di RSUD Langsa. “Polisi dan jaksa sudah ada pintu masuk untuk memeriksa adanya oknum yang diduga sudah melalukan pungli di RSUD Langsa,” ungkap Syaifuddin.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) Bening Kota Langsa Syukri Asma kepada detikperistiwa.com mengatakan pihaknya meminta kepada penegak hukum agar gerak cepat untuk menggil dua pejabat di RSUD Langsa  yankni Syarbaini dan  M Yusuf Akbar, kedua pejabat ini diduga kuat melakukan pemotongan uang jasa para medis di RSUD Langsa.

“Kedua pejabat ini pembuat data uang jasa di rumah sakit Pemko Langsa, kita sudah dapatkan data itu, kenapa pihak mereka membayar uang jasa melalu rekening Bank BNI padahal uang jasa bukan gaji,”  terang Syukri Asma yang juga Ketua Perindo Kota Langsa.

Lanjut, Syukri pihaknya akan melihat situasi nanti kalau pihak penegak hukum di Langsa tidak menanggapi secepatnya kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) ini yang sudah merebak Langsa . “Kasus ini akan kita laporkan secara resmi ke Kajati Aceh dan Polda Aceh, karenanya dugaan pemotongan uang jasa ini yang mencapai ratusan juta rupiah yang rinciannya pendapatan dari BPJS bulan Agustus Rp 7,1 milyar, bulan September Rp 7,4 milyar dan Oktober 2016 Rp 7,3 milyar,” urainya

“Kemudian sudah ada sejumlah dokter yang melaporkan masalah pemotongan uang jasa ini kepada kita bukti sudah kita kantongi jumlah juga sudah kita dapatkan
mencapai Rp 22,6 milyar,” katanya

“Belum termasuk lagi uang jasa Raharja dan asuransi lainnya yang terserap ke RSUD Langsa. Ada uang asuransi lainnya yang tertutup rapi di RSUD  dikelola  pihak rumah Sakit umum Langsa akan kita buka ke penegak hukum nanti. Selama ini ditutupi dengan rapi hak-hak paramedis yang seharusnya dibayar kepada mereka yang sudah bekerja siang-malam,”  jelas  Syukri Asma dengan tegas.

Ketika hal ini dikonfirmasi  kepada Kedua pejabat RSUD Langsa yakni  Direktur Syarbaini dan M Akbar Yusuf pejabat  melalui telpon seluler tidak berhasil, karena sayangnya handphonenya kedua pejabat itu  tidak aktif.

Sementara itu Humas RSUD Langsa  Helmiza kepada wartawan detikperistiwa.com sebelumnya mengatakan belum ada data yang lebih rinci, karena pihaknya baru pulang sekolah, baru  ditempatkan sebagai Kabag Humas di RSUD Langsa.

Pejabat yang keuangan atau yang tau masalah itu, seperti M Akbar, namun jawab Kabag Humas  beliau juga belum bisa dihadirkan “ Beliau juga belum bisa kita hadirkan ke ruang humas sedang rapat dengan pimpinan. Nanti akan saya sampai secara rinci,” pungkas Helmiza dengan singkat. ( H a Muthallib)

No Response

Leave a reply "MENAJEMEN RSUD LANGSA HARUS KEMBALIKAN JASA MEDIS"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.