by

KISRUH RSUD LANGSA MULAI DARI DEMO PNS SAMPAI HENGKANGNYA PMI

ketua-pmi

LANGSA ACEH detikperistiwa.com--Usai demo dan kasus pemotongan uang jasa para medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota  Langsa, Senin (2/1) Unit Pelayanan Transpusi Darah hengkang dari rumah sakit itu.

Hengkangnya unit pelayanan tranpusi dari dari rumah sakit milik Pemko Langsa membuat pasien yang membutuhkankan panik tidak tau harus ambil darah kemana sejak Minggu (1/1).

Karena unit tranpusi darah itu  milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa, selama ini berada di RSUD Langsa telah keluar sejak minggu kemarin, sebab terjadi kisruh rumah sakit tersebut.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Langsa  Hj Dahniar  yang dihubungi wartawan detikperistiwa.com Senin ( 2/1) di kantor barunya di Kawasan Matang Seulimeng Langsa Aceh mengatakan pihaknya selama ini berkantor di RSUD Langsa untuk memberikan pelayanan darah kepada masyarakat harus pindah dari rumah sakit itu, karena sejak direktur Syarbaini menjabat di RSUD Langsa semakin kisruh didalam RSUD Langsa.

“Kami hengkang dari RSUD Langsa, karena banyak hal yang terjadi di RSUD Langsa di antaranya dokumen negara yang seharusnya dirahasiakan terjadi bisa keluar dan diberitakan di media. Selama ini kami sudah tidak bisa bekerja sama lagi antara pihak transfusi dandan pihak menajemen RSUD Langsa. Uang kami sampai saat ini mencapai Rp 1,2 milyar juga belum dibayar untuk tahun 2016 padahal pihak Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) sudah membayarkan ke RSUD Langsa. Kenapa pihak menajemen sampai saat ini belum bayar untuk kami,” ungkap Dahniar.

datr
“Masyarakat Aceh yang berobat dan membutuhkan darah sekarang harus menebus darahnya sendiri, kemudian untuk sementara waktu karena pihak rumah sakit belum membayar tunggakan tahun 2016,” ujarnya lagi.
Kata, Dahniar untuk sementara setiap pengambilan darah di UTD PMI Kota Langsa akan dikenakan Biaya Pengganti Pengolahan Darah ( BPPD) secara langsung kepada pasien, biaya tersebut akan ditagihkan kembali pasien ke pihak rumah sakit umum Langsa sesuai dengan Permenkes No. 28 tahun 2014.

Seharusnya, lanjutnya,  masyarakat atau rakyat Kota Langsa tidak begitu susah untuk mendapatkan kebutuhan darah dari PMI karena sejak dulu pihak PMI hanya menyerahkan darah untuk warga Kota Langsa yang membutuhkan darah di saat dirawat di rumah sakit umum Langsa.

Sementara itu wartawan derikperistiwa.com mencoba hubungi pihak direktur RSUD Langsa membaui telpon Selula, sayangnya  ketiga pejabat rumah sakit Pemko Langsa direktur Syarabaini,  Wakil Direktur  (Wadir) Bidang Pelayanan dan Humas  Helmiza belum berhasil dihubungi.

pemebri

Sampai berita ini diturunkan semau pejabat rumah sakit Pemko Langsa belum mengangkat telponyanya.

Wartawan detikperistiwa.com yang mencoba datang ke ruang kerjanya juga tidak kelihatan ke tiga pejabat itu  sama sekali.

Salah seorang petugas yang berada di pintu masuk pelayanan RSUD Langsa ketika ditanya pejabat RSUD pihak nya menjawab tidak melihat. “Nampaknya belum ada di kantor itu ruang pimpinan tapi tidak keliatan dari tadi,” ujar salah seorang perawat. (H A Muthallib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed