by

MASYARAKAT KOTA LANGSA KALANG KABUT CARI DARAH

kalang

LAPORAN : H a Muthallib koordinator wartwan detikperistiwa.com di Provinsi  Aceh-Hengkangnya Unit Pelayanan Tranpusi Darah di  Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Langsa tidak sedkit masyarakat yang membutuhkan darah untuk keluarganya semakin panik.

Pentingnya darah dari masyarakat untuk membantu siapa saja yang membutuhkannya banyak pihak yang menyumbang dengan harapan bisa digunakan  yang membutuhkan. Dalam berbincang-bincang  dengan Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Hj Dahniar , Senin (2/1) pagi di kantor barunya di Kota Langsa Provinsi Aceh mengatakan darah ini disumbangkan wargan untuk kepentingan rakyat yang membutuhkan, namun pihak PMI hanya menyiapkan kantong darah saja yang dibayar masyarakat yang membutuhkan hanya harga kantong yang sudah ditentukan harganya  sesuai Permenkes No  28 tahun 2014

Jadi bukanlah darahnya yang dijual demikian Dahniar yang selama ini pihak PMI tidak ada masalah soal darah ini. Namun sejalan dengan konflik yang terjadi di RSUD Langsa kami harus hengkang dari rumah sakit Pemko Langsa itu.  Yang sangat disayangkan Sahniar nantinya masyarakat yang kewalahan mengambil darahnya sendiri ke PMI karana tidak ada lagi unit pelayanan di rumah sakit, akibat kisruh yang terjadi terus berkepanjangan itu.

Hanya sekelumit saja yang dapat menajdi catatan kita semau atau sejarah baru untuk rumah akibat pemrintah di Aceh jangan sampai terulang kembali hal seperti ini di rumah sakit lainnya di Aceh.

Kebutuhan darah di Indonesia sangatlah tinggi, dimulai dari untuk menolong persalinan, mengobati suatu penyakit dan juga penanganan ketika terjadi suatu kecelakaan yang korbannya mengalami kekurangan banyak darah.

Adanya anggapan miring mengenai transfusi darah yang dilaksanakan  PMI. Salah satunya mengenai mahalnya harga darah yang dibutuhkan per kantongnya.

Masalah mengenai mahalnya harga satu kantong darah yang sekarang mencapai Rp360.000 per kantong membuat masyarakat bertanya, kenapa mahal sekali untuk membeli satu kantong darah.

dr. Farid selaku selaku Ketua Pengurus Pusat PMI Bidang Kesehatan, Bantuan Sosial, Donor Darah dan Rumah Sakit PMI menegaskan, semua darah dari PMI itu gratis gak harus bayar. Tapi, memang ada biaya yang harus dikeluarkan, tapi untuk Biaya Penganti Pengolahan Darah (BPPD) atau biaya pemerosesan dari darah itu sendiri ,karena tak bisa langsung disalurkan dari pendonor ke penerima bukan buat bayar darahnya.

Setiap biaya yang dikeluarkan ketika membutuhkan darah adalah untuk biaya BPPD bukannya harga  darah itu sendiri.

pemd

Proses pengambilan darah dari pendonor memang tidak bisa langsung diberikan kepada penerima, ada tahapan yang harus dilakukan selama enam jam sebelum darah bisa diberikan kepada penerima harus melalui tahap uji kelayakan bebas dari penyakit seperti HIV, Malaria dan Hepatitis. Juga dilihat kualitas darah yang bisa diberikan kepada penerima. Harga kantong darah yang masih impor pun menjadi salah satu faktor kenapa harga sekantong darah begitu mahal.

Yang harus diluruskan di sini adalah, setiap biaya yang dikeluarkan ketika membutuhkan darah adalah untuk biaya BPD bukannya harga si darah itu sendiri. Di Indonesia sendiri membutuhkan kantong darah sekitar lima juta pertahunnya dari dua persen jumlah penduduk setiap daerah.

Sementara di DKI Jakarta menurut Ketua PMI DKI Jakarta Rini Sutiyoso, Ibu Kota membutuhkan 800 sampai 1.000 kantong darah per harinya.

Semoga penjelasan ini bisa memberikan informasi mengapa donor darah gratis tapi penerimanya harus bayar yang selama ini masih cukup membuat bingung masyarakat.
Masyarakat harus dapat membedakan tentang pembelian darah yang selama ini terjadi bukanlah darah yang dijual tetapi pengganti uang kantong darah yang dibutuhkan masyarakat. Tidak mungkin darah yang diambil dari pendonor itu dimasukkan diletakan kantong plastik belanjaan di pasar, itulah sekelumit bincang-bincang dengab Dr Hj Dahniar. Wassalamualaikum.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed