by

PEJABAT PEMKO DIMINTA MUNDUR, JIKA TAK BISA SELESAIKAN KASUS DI RSUD LANGSA

syaif

LANGSA ACEH  detikperistiwa.com-Pejabat Pemko Langsa dinilai tidak mampu menyesaikan berbagai kasus yang muncul di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa, maka sebaiknya mundur saja dari jabatan.

Bentuk tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang indenpenden panggil semua pihak yang mampu menyelesaikan konflik di rumah sakit Pemko Langsa. Kasus di RSUD Langsa yang sudah mencuat ke permukaan di antara dimutasinya 15 PNS keluar rumah sakit, pemotongan uang jasa paramedis, penentuan tenaga kontrak yang berbau KKN, tertindasnya petugas bhakti, dipecatnya 3  dokter di Intlasi Gawat Darurat (IGD), terlantarnya Waka Polsek Langsa, sampainya meninggal pasien Kamariah di ruang ICU dan terakhir sampai unit PMI pelayanan di RSUD hengkang.

“Kenapa sampai saat ini belum tuntas persoalan ini,” ujar Tokoh Masyarakat Kota Langsa Syaifuddin Haji Amin kepada wartwan detikperistiwa.com Rabu tokoh masyarakat kota langsa (4/1) pagi.

Lanjut Syaifuddin lagi masalah kecil sepeti ini Pemko tidak mampu menyelesaikannya.  “Rasanya lucu sekali atau sengaja pihak Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala dan Sekda Langsa Syahrul Thaib membiarkan persoalan ini yang sudah sejak direktur RSUD Langsa dilantik,” tulkasnya.
“Rasanya ada yang aneh di RSUD Langsa kok sampai begitu kuat seorang Syarbaini di RSUD Langsa. Apakah karena rotasi jabatan yang sebelumnya dikeluarkan, Syarbaini untuk menduduki jabatan di direktur RSUD Langsa, sehingga sangat kuat di rumah sakit Pemko Langsa tanya,? Syaifudin yang juga calon Wali Kota Langsa 2017-2022 ini.
“Dinasti apa yang selama ini terjadi di Pemko Langsa sampai Syarbaini sanggup bertahan di RSUD Langsa sanggup mempengaruhi pejabat Pemko Langsa mengusul pindah pejabat sampai 15 orang hanya waktu 1 hari ini. Kan aneh ujar,” mantan pejabat perwakilan Aceh di Jakarta.

“Kenapa dan ada apa Plt Walikota Langsa Dan Sekda Langsa diam diri dalam mutasi di RSUD Langsa keluar SK dalam satu hari 15 PNS pertimbangan apa yang digunakan  Sekda Langsa dan bagaimana keabsahan SK PNS itu apakah sudah dilewatinya semua prosedur yang berlaku di Pemko Langsa sehingga sekda kepada media ini mengakui kalau SK itu keluar atas perintah Syarbaini aneh rasanya,” beber Syafuddin yang sudah lama jadi PNS di aceh sampai kariernya mengambil pensiun di Perwakilan Aceh di Jakarta.
Syaifuddin meminta kepada penegak hukum di Langsa atau di Aceh kasusnya segera melalukan investigasi tentang kebenarannya. “Kalau nanti terbukti beberapa kasus yang terjadi di RSUD ada jalan lain yang kita tempuh semua ada jalan, PNS yang dimutasi keluar, tenaga bhakti yang selama ini disiapkan Pihak Pemko dan tenaga kontrak yang dirumahkan Syarbaini agar berjuang sekuat tenaga melawan kezdaliman yang sudah berlaku tidak adil,” pungkas Syaifuddin menutup keterangannya. (amt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed