by

PDAM TIDAK BERPUNGSI WARGA NAGAN RAYA KESULITAN AIR BERSIH

nagan

NAGAN RAYA ACEH detikperistiwa.com-Pemkab Nagan Raya diduga tidak pernah memikirkan nasib rakyat terutama dalam penyediaan air bersih bagi warganya di daerah itu.

“Warga masyarakat di kabupaten termuda itu sampai saat ini masih menggunakan air sumur cincin dan sumur bor belum ada perhatian serius dari Pemkab setempat kepada masyarakat sekitar,” ujar sejumlah masyarkat di kota jeram nagan raya kepada wartawan detijpweistiwa.com Rabu  (4/1).

Menurut masyarakat Nagan Raya, pada masa daerah itu masih dalam wilayah kabupaten Aceh Barat. Ada suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) namun sangat lancar setelah pemekaran, terutama di masa pemerintahan Ampon Bang. “Kami di sini (Nagan Raya-Red) tidak pernah lagi menikmati suplai air dari PDAM,” ujar masyarakat daerah Batu Giok itu.

Menurut petugas jaga T. Ternaba, kepada wartawan menyebutkan, di Nagan Raya ada beberapa titik pusat pengolahan air milik PDAM diantaranya di Simpang Empat, Alue Bili dan Ule Jalan tidak difungsikan, karena tidak ada uang minyak atau uang ooerasional untuk pengolahan air bersih yang di suplai untuk masyarakat kabupaten nagan raya.

“Saya selaku penjaga di sini sangat sering mendapatkan surat dari masyarakat, selalu menanyakan kenapa tidak pernah ada aliran air untu mereka, saya sudah tidak enak dengan masyarakat, semua surat saya sampaikan ke pimpinan tapi hingg sekarang belum juga ada, uang minya untuk di operasikan,” ujar T. Ternaba.

Menurutnya lagi, dulu semasa kabupaten Nagan Raya masih dalam kabupaten Aceh Barat penyaluran air untuk masyarakat lancar, kemudian setelah pemekaran pada 2014 air sudah mulai mati.

“Semenjak 2014 penyaluran air bersih untuk warga terhenti, karena pemerintah Nagan Raya tidak pernah mengalokasikan anggaran untuk operasional,” sebut T. Ternaba.

Menurut T. Ternaba lagi, pusat pengolahan air sudah di bangun sejak tahun 1992, bantuan baik APBN maupun APBA dan Otsus terus mengalir untuk pembenahan fasilitas. “Kendalanya karena pemerintah tidak pernah menganggarkan anggaran untuk operasional,” tambahnya.

“Saat ini kami tidak bisa berbuat apa apa, karena tidak memiliki anggaran, listrik saja sudah diputuskan PLN karena sudah tiga bulan menunggak,”  pungkas T. Ternaba menutup keterangan . ( amt)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed