by

MUHAMMAD LUKMAN JADI KALAPAS PASIR PENGARAIAN

sertijab-kalapas-pasir-pengaraian

ROKAN HULU detikperistiwa.com-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), lakukan Serah Terima Jabatan baru sebagai Kalapas, dari Mishbahuddin, digantikan Muhammad Lukman, Kamis (5/1).

Sertijab Mishbahuddin ke Kalapas baru, Muhammad Lukman, digelar di aula Lapas Klas II B Pasir Pengaraian, dihadiri Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Riau Dr. Ferdinand Siagian SH,MM dan rombongan.

Mishbahuddin menjabat sejak 18 Juni 2014 silam, kemudian digantikan M. Lukman yang sebelumnya menjabat Kalapas Klas II B Dumai. Sementara Mishbahuddin, dipindahtugaskan sebagai Kalapas Narkotika Klas II A Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Kakanwil Kemenkum HAM Riau, Ferdinand Siagian mengatakan, Mishbahuddin dan M. Lukman sama-sama pegawai Kemenkum HAM yang berprestasi, dari itu keduanya layak mendapatkan reward.

Katanyanya lagi, menilai kinerja Mishbahuddin, mantan Kalapas Klas II B Wai Kanan Provinsi Lampung ini sangat baik. Saat berkeliling di areal Lapas Pasir Pengaraian, ia melihat semua lokasi bersih, sama seperti dilakukan M. Lukman di Lapas Klas II B Dumai.

“Mutasi hal biasa, dilihat dari kinerjanya bagus why not, kenapa tidak diberikan penghargaan,” sebut Ferdinand, usai Sertijab Kalapas Pasir Pengaraian.

Jelasnya lagi, PNS atau aparatur sipil negara (ASN) berhak menerima reward dan punishment (hukuman disiplin). Sementara, terhadap Mishbahuddin sendiri tidak pernah menerima punishment atau hukuman disiplin.

Ferdinand juga berpesan, agar Kalapas Klas II B Pasir Pengaraian, M. Lukman, dapat meningkatkan kinerja seperti dilakukan dirinya semasa menjabat sebagai Kalapas Klas II B Dumai.

“Bila saat menjabat Kalapas di Dumai bagus, maka di Lapas Klas II Pasir Pengaraian juga harus bagus,” harapnya.

Juga diingatkan, agar M. Lukman mempertahankan dan menjaga Lapas Pasir Pengaraian lebih baik lagi. Seperti saat ada bangunan yang kurang baik, diperbaiki dan dirapikan, termasuk melakukan pemantapan atau penambahan karyawan, sebab jumlah karyawan saat ini masih belum sebanding dengan jumlah warga binaan pemasyarakatan.

“Teman-teman lainnya, juga harus terus berprestasi dan jaga kekompakan, tidak ada rasa mencurigai, dengki, karena ini hal biasa,” imbaunya.

Kalapas Klas II B Pasir Pangaraian yang baru M. Lukman mengatakan, dari sisi geografis diakuinya kawasan Pasirpangaraian lebih asri, dingin, dan lebih agamis. Namun, soal konteks warga binaan masih tak beda jauh dengan Lapas Dumai, sama-sama over kapasitas.

“Mudah-mudahan dukungan dari teman-teman di dalam sini aman dan tertib, seperti harapan kita semua. Karena ini menjadi tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Kemudian, setelah menjabat Kalapas, Lukman mengakui dirinya akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, koordinasi dengan Forkompinda dan Plt Bupati Rohul H. Sukiman untuk mendukung program pembinaan terhadap warga binaan yang sedang menjalani hukuman.

“Juga perlu penyesuaian diri, tingkatkan hubungan internal, dan meningkatkan jawatan yang ada di sini, seperti dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, dengan masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan pers yang punya peran penting dalam hal keamanan dan pembinaan,” janji M. Lukman. (e/ms)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed