by

MENSOS: ANAK TELANTAR DI TANGERANG DITITIPKAN DI RPSA BAMBU APUS

lantar

TANGERANG detikperistiwa.com–-Menteri sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa berharap dua orang anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya di Perumahan Bugel Mas Indah, blok D-2/15,  Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang,Banten, dapat di titipkan di Rumah Pelindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus, Jakarta.

 

Pasalnya, kata khofifah, fasilitas yang dimiliki pihak RPSA untuk mengembalikan kondisi anak agar kembali stabil cukup lengkap. “Saya berharap kedua orang kakak beradik ini, Marcel,3 dan Sonny,16, bisa tinggal di RPSA Bambu Apus, karena fasilitas yang ada di sana cukup lengkap, dari psikoterapis, pisokolog hingga aneka permainan tersedia,” kata kofifah saat mengunjungi kedua anak itu di rumah singgah anak milik Dinas Sosial Pemda Kota Tangerang, dj Neglasari, Kota Tangerang, Banten, kemarin.

 

Namun demikian, kata Khofifah, sebelum melangkah ke arah tersebut, pihaknya meminta kepada Pemda Kota Tangerang, dalam hal ini Dinas Sosial supaya melakukan langkah yang terbaik dengan cara memediasikan hal itu kepada orang tua mereka. Mengingat, ketika Sonny diajak berbicara, ia menginginkan hidup bersama orang tuanya.

 

“Kita harus mencarikan jalan yang terbaik buat mereka. Berdasarkan Undang-undang perlindungan anak, diprioritaskan agar anak bisa kembali kepada orang tuannya,’ kata Kofifah.

 

Ditanya soal sanksi dari Undang Undang Perlindungan Anak kepada orang tua yang telah menelantarkannya, Kofifah enggan berkomentar. Ia hanya mengatakan, ‘ coba cek sendiri, yang jelas di dalam aturannya sudah ada,” kata Kofifah sembari menjelaskan bahwa kasus penelantaran anak di Indonesia terlalu banyak dan hampir terjadi setiap saat.

 

Sementara itu Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan apa yang telah diharapkan oleh Mensos untuk membawa kedua orang anak terlantar itu ke RPSA Bambu Apus, sangat baik. Tujuannya agar segala persoalan yang menimpa kepada kedua orang anak kakak beradik itu dapat ditangani dengan baik, yaitu Sonny bisa melanjutkan sekolah dan Marcel kondisi kesehatannya bisa terawat

 

Meski begitu, kata Sachrudin,, pihaknya akan melakukan mediasi terlebih dahulu dengan ibu kandung mereka. Mengingat permintaan Sonny ingin kembali hidup bersama ibunya. Dan bila itu terjadi, kata dia, tentu persoalan sekolah Sonny dan kesehatan Marcel akan menjadi tanggung jawab Pemda Kota Tangerang. ” Kita lihat dulu bagaimana baiknya untuk perkembangan mereka,” kata Sachrudin sambil menjelaskan bahwa kasus Marcel satu setengah tahun lalu sudah pernah ditangani oleh  Pemkot Tangerang dalam kasus gizi buruk. Namun setelah dilakukan pengobatan di RSUD Kota Tangerang dan kesehat Marcel pulih, ibunya memnta agar dia bisa merawatnya kembali.

 

Sementara itu ketika kasus dugaan Undang-Undang Perlindungan Anak dikonfirmasikan kepada Kapolres Metro Tangerang,  Komisaris Besar, Harry Kurniawan enggan berkomentar. Alasanbya sedang berada di Pokda. “Silahkan konfirmasi ke Kapolsek, saya lagi di Polda,” kata dia via Whatsaapnya.

 

Sedangkan kapoksek Karawaci,  Komsaris Munir A yang dikonfirmasi msalh tersebut mengatakan, kalau ada kasus dugaan pelanggaraan Undang-Undang Perlindungan anak, penangananya ada di Polrestro Tangerang. Mebgingat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ada di sana. “Untuk Polsek unit PPA belum ada, silahkan ke Polrestro saja,” kata dia. (CAK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed