“KUBANGAN KUDA NIL” DI JALIN PROVSU PALAS BELUM JUGA “DIKERINGKAN”

kuda-nil

PALAS detikperistiwa.com–-Hingga di penghujung akhir tahun 2016, kondisi dan keadaan pada sejumlah titik di badan jalan lintas Provinsi Sumut (Jalin Provsu) di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), masih diwarnai kerusakan jalan yang cukup parah. Di banyak titik, kandisi badan jalin provsu masih berlubang dalam, sehingga di musim penghujang saat ini digenangi air, hingga membentuk bak “Kubangan Kuda Nil”.

Pantauan wartawan, masih banyak ditemukan titik-titik kerusakan di badan jalin provsu bak kubangan kuda nil yang juga belum kering alias belum diperbaiki oleh Pemprovsu, mulai dari Kota Sibuhuan, Kecamatan Barumun hingga di Desa Mananti Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi). Sedikitnya, masih ada 15 titik kerusakan parah pada badan jalin provsu tersebut.

Seperti di titik bahu jalin provsu di Desa Bulu Sonik yang sempit dan beram dalam. Kemudian, titik jalin provsu di jembatan Desa Bunut depan Soporoma, di Simandi Angin, Desa Ampolu, sekitar Simpang 17, di Desa Aer Bale, Desa Parao Sorat, Desa Ujung Batu, Padang Rumbao Hutaraja Lamo, Simpang PT. KAS, turunan Desa Aek Tinga, di Kecamatan Sosa.

Selanjutnya, di jalin provsu Desa Lubuk Bunut, Desa Sibodak Sosa Jae, Desa Parmainan, Pagaran Dolok, di Simpang Aliaga, hingga di titik jembatan Desa Mananti Sosa Jae, depan SPBU Mananti, Kecamatan Huragi.

Tentu saja, keberadaan jalin provsu yang sekira panjangnya 35 kilometer lebih, yang masih berlubang dan rusak parah ini, dirasakan sangat mengganggu kegiatan arus lalu lintas angkutan barang dan jasa masyarakat setempat, serta sejumlah pengendara.

Apalagi, daerah yang dilintasi jalin provsu yang rusak parah itu, merupakan daerah industri komoditas kelapa sawit dan sejumlah perusahaan agribisnis penghasil komoditas ekspor berupa crude palm oil (CPO) berinvestasi di sekitar daerah itu. Seperti PT. SH, PT. KAS Sosa, PT. MSB, PTPN4 Sosa, PT. PHG Group dan beberapa perusahaan lainnya.

Sofyan Siregar, satu warga di Kecamatan Huragi, kepada wartawan, Jumat (6/1), mengeluhkan kondisi buruknya badan jalin provsu yang rusak dan berlubang, saat dilaluinya dengan menggunakan kenderaan roda empat maupun truck roda enam ke atas.

“Sudahlah badan jalannya sempit, lebarnya hanya sekitar empat meteran, banyak pula lubang yang dalam. Kedalaman lubang yang di jalan rusak itu, ada yang sampai sedalam 50 senti. Tentulah, waktu kita lagi bawabuah sawit dengan muatan 3 sampai 6 ton, pasti sulit melewati jalan seperti itu,” sebutnya.

“Bahkan, pernah saya alami, karena dalamnya lubang di jalan yang rusak itu, waktu saya bawa muatan buah sawit muatan 6 ton dengan truck coltdiesel, truck saya mengalami patah per, pernah juga patah as pikulnya. Ini kan sangat mengganggu kerjaan saya,” ungkapnya.

Belum lagi, lanjutnya, pada saat truck mengalami patah per atau mogok persis di jalan yang rusak itu, tentu sangat mengganggu arus lalulintas kenderaan roda empat ke atas yang melintasi jalan. Karena badan jalannya sempit, ketika berselisihan antara truck-truck bertonase besar, tentu terganggu, bahkan bisa memicu keributan antar sopir truck.

Senada itu, Kepala Desa Parmainan, Kecamatan Huragi, Kumpul Hasibuan menyatakan, keributan yang terjadi antara sesama truck-truck bertonase besar atau antara truck berbadab besar dengan sopir bus, sudah menjadi hal yang biasa saat terjadi perselisihan kedua kenderaan berbadan besar pada badan jalin provsu yang sempit, berberam dalam dan rusak itu.

“Kejadian kecelakaan pengguna jalan saat melewati jalan yang rusak itu pun sudah berkali-kali terjadi. Apalagi di malam hari, kondisi dan suasana di jalan yang rusak itu, kan gelap. Karena tidak ada lampu jalan. Ketika ada kecelakaan, kita cuman bisa menolong korbannya. Kalaun untuk memperbaiki jalannya, itu kan di luar kemampuan kita,” katanya.

Lanjutnya, sudah menjadi impuan besar bagi warga masyarakat di daerah ini, khususnya di Kecamatan Sosa dan Kecamatan Huragi, agar kondisi badan jalan jalin provsu yang rusak berat dan berlubang dalam, dapat segera diperbaiki. “Jelas saja, kerusakan pada badan jalan provsu yang sampai kini belum diperbaiki, sangat mengganggu perekonomian dan sosial masyarakat kita. Agar hal ini dapat diperhatikan secara serius oleh Bapak Gubernur Sumur,” pungkasnya. (Maulana Syafii).

No Response

Leave a reply "“KUBANGAN KUDA NIL” DI JALIN PROVSU PALAS BELUM JUGA “DIKERINGKAN”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.