KASATPOL PP ROHUL TEGASKAN RAMBAH AKAN DISETRILKAN DARI KAFE-KEFE MIRAS DAN FAKTER TUAK

rajia miras

ROKAN HULU detikperistiwa.com Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Rokan Hulu (Rohul), Yusri mengaskan kalau di Kecamatan Rambah akan disterilkan dari kafe-kafe Minuman Keras (Miras) dan fakter tuak, itu sebagai komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi keberadaan Negeri Seribu Suluk.

“Saya sudah terima perintah dan berkomunikasi langsung dari Bapak Bupati Rohul, Suparman, supaya melakukan penertiban kafe-kafe dan fakter tuak yang memperjual belikan miras di wilayah Kecamatan Rambah, kita minta mereka secepatnya menutupnya, karena ini kita harus secara bersama-sama nilai-niali dari filosofi Negeri Seribu Suluk,” tuturnya di Pasir Pangaraian.

Terangnya, nanti pasukan Satpol PP akan diterjukan kelapangan, jadi diminta pemilik kafe atau warung tau lebih dulu menertibkan sendiri. ” Jika nanti anggota kita yang turun kelapangan menertibkannya yang rugi pemilik kafe itu sendiri, jadi kami minta tertibkanlah sendiri,” tegas Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Rohul.

Sebelumnya, saat ditanya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Rohul, Yurikawati, berapa jumlah kafe atau warung tuak yang diberikan rekomendasi, dirirnya menjawab tak satu ada yang diberi rekom.

“Meskipun bagaian dari obyek wisata hiburan, namun di Kecamatan Rambah, belum ada kafe-kafe miras maupun warung tuak atau tempat karoke yang diberi izin,” ungkap Yurikawati.

Mendengar ketegasan pemerintah saat ini, apalagi sering operasi pekat yang digelar Satuan Anggota Polres Rohul, para pemilik kafe dan warung tuak pun sudah gerah, karena cewek-cewek pelayannya pada ketakutan kalau mendengar ada razia dan operasi, sehingga kafe-kafe tersebutpun sepi.

“Saya gak tahu lagi, gimana ini polisi sering razia, inilah anggota udah pigi semua, padahal kebutuhan kita harus ada uang Rp 100 ribu perhari untuk makan dan uang anak sekolah,” tegas Pemilik Kafe di Jalan Lingkar yang tidak mau disebutkan namanya.

“Mungkin lebih pulang lagi, ke Padangsidempuan ini, tapi di sanapun tidak bisa buat, kafe dan fakter, jadi gak tau lagi mau kemana lagi, karena kita sudah terbiasa dengan pekerjaan ini, jadi sulit rasanya mencari pekerjaan lainnya,” keluhnya.

Dirinya meminta kepada Pemkab Rohul supaya memebrikan solusi, sebab gak ada lagi dapat berjulan inipun, polisi tiap pekan razia, tiap hari patroli, belum lagi Satpol PP. “Kabar TNI juga mau turun untuk mendatangi pemilik-pemilik kafe, jadi apalagi untuknya kalau begitu,” tuntasnya. (Endar. R)

No Response

Leave a reply "KASATPOL PP ROHUL TEGASKAN RAMBAH AKAN DISETRILKAN DARI KAFE-KEFE MIRAS DAN FAKTER TUAK"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.