by

Kader HMI Dituntut Untuk Menjawab Sebuah Tantangan Zaman

Oleh: Ahmad Nurheli

Perkembangan tekhnologi dan informasi yang begitu pesat, ini bukanlah hal yang tabu lagi.

Tentu selain itu, banyak juga yang memprediksi bahwa pada tahun 2040 indonesia akan menjadi negara maju secara ekonomi, bisa dikatakan juga sebagai generasi emas yang ini semua akan diisi oleh para generasi muda.

Kendati ini, bahwa generasi tahun 60-80 sudah menginjak usia non produktif, dimana saatnya mengisi masa-masa pensiunnya.

Terlebih dengan itu ditambahnya bonus demografi menjadi salah satu indikator,  bahwa indonesia akan menjadi negara maju dimasa yang akan datang.

Dalam kompasiana dikatakan, bahwa angkatan kerja usia produktif pada tahun 2020-2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan usia non produktif sebesar 30 persen. Pada usia produktif mencapai 180 juta jiwa sedangkan usia non produktif 60 juta jiwa.

Maka dengan ini, kader HMI mesti harus mempersiapkan hard skill individual untuk siap bersaing dan mengisi diberbagai sektor baik dibidang instansi pemerintahan, politik, Akademis, pengusaha maupun bidan-bidang lainnya.

Tentu memang sudah banyak contoh para alumni HMI yang sudah melintang mengisi berbagai sektor itu. hal inipun menjadikan motivasi dan acuan junior-juniornya untuk mengikuti jejak para seniornya.

Maka bukan hal yang lumrah, bahwa kader HMI dituntut untuk terus memberikan inovasi-inovasi yang akan mendorong dan menopang kemajuan sebuah tekhnologi maupun informasi. Hal inipun berkaitan dengan pengetahuan tekhnologi (Technological knowledge) dan pengelolaan tekhnologi (Managerial Tekhnologi).

Sudah saatnya generasi muda saat ini unjuk gigi untuk berada dalam gelombang kemajuan bangsa ini. selain itu, revolusi industri 4.0 juga salah satu bukti bahwa ini sudah menginjak dimana semua sudah serba instan.

Akan hal itu, dalam menopang sebuah kemajuan tidak terlepas dari peran power sumber daya manusianya itu sendiri, yang akan mengisi dan menjalankan semua sektor.

Untuk itu, diharapkan peran pemerintah yang begitu sangatlah diharapkan menjadi peran penting sebagai agent of depelovment, dengan ikut serta mendorong dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Maka dengan ini, diharapkan kader HMI harus selalu haus dan memperdalam ilmu pengetahuan yang berkualitas akademis.

Dengan kekuatan pengetahuan, menjadi salah satu manifestasi kader yang akan bersaing. Seperti yang dikatakan oleh foulcat sendiri bahwa “knowledge is power” (pengetahuan adalah kekuatan).

Pecapaian itu semua perlu dengan adanya freedom is a intelectual yaitu kebebasan berpikir, yang menjadi tolak ukur idea of progres untuk tidak menjadikan seseorang terkekangnya kemerdekaan dengan menciptkan sebuah karya emasnya.

Maka sudah saatnya kita bangun dan bergegas untuk menggapai masa depan yang cerah. Dengan pengetahuan kita ciptakan peradaban.

Ilmu bukanlah yang dihafal melainkan yang bermanfaat (imam syafi’i).

Penulis: Mahasiswa STIE PPI Citra Raya Kader HMI komisariat STIE PPI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed