by

PENCURI TBS DI PT MAI KEBUN BUNUT AKAN DITANGKAP

kapolres rony

PALAS detikperistiwa.com–Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana memberikan peringatan keras dengan akan menangkap kepada setiap warga masyarakat yang mencuri Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di areal kebun yang dikelola PT. Mazuma Agro Indonesia (PT. MAI) Kebun Bunut Pasir sekitarnya, Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Peringatan aparat penegak hukum ini tentu saja tidak main-main, mengingat Kapolres Tapsel  merasa ditantang tidak berani menangkap warga yang melanggar hukum dengan mencuri TBS sawit, terkait konflik lahan seluas sekita  600 hektare antara warga masyarakat dengan PT. MAI kebun Bunut-Pasir Sekitarnya.

“Saya menegaskan, pencuri TBS sawit di dalam kebun PT. MAI Bunut-Pasir sekitarnya, akan ditembak jika melakukan perlawananm,” tegas Kapolres Tapsel, AKBP Rony Samtana saat menggelar silaturahmi dengan masyarakat 17 desa di Kecamatan Sosa, Rabu (11/1) kemarin, bertempat di Aula Kantor Camat Sosa

Pertemuan itu dihadiri Asisten I Setdakab Palas GT Hamongan Daulay, Camat Sosa Asnan Lubis, Kapolsek Sosa AKP Muhammad Rusli SH, Danramil Sosa, para kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda, ulama, dan tokoh adat 17 desa.

Pertemuan terjadwal ini merupakan bagian dari sosialisasi untuk mewujudkan kondisi tertib, aman dan kondusif di tengah masyarakat, mengingat tingginya potensi konflik horizontal terutama di wilayah Kecamatan Sosa, terkait konflik lahan.

Pada kesempatan itu juga, Kapolres Tapsel menghimbau seluruh kepala desa agar serta merta mengajak dan memberi pengertian kepada warganya untuk tidak melakukan tindakan melawan hukum.

Terkait dengan persoalan konflik lahan PT. MAI kebun Bunut-Pasir sekitarnya dengan masyarakat empat desa, Kapolres berharap, agar masyarakat tidak melakukan penjarahan atau pencurian sawit lagi di lahan yang dikelola PT. MAI.

“Proses penentuan titik koordinat 600 di atas lahan yang dipersoalkan masih dilakukan. Mari kita perjuangkan hak Anda, tapi ikuti aturan, dan jangan tambah pekerjaan Muspida dengan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan,” tegasnya

Rony Samtana juga mengatakan, perihal kegiatan penentuan titik koordinat di atas lahan konflik yang telah dilakukan pada Selasa (10/1) kemarin. Jika hasilnya terbukti lahan tersebut masih berada dalam areal HGU PT MAI, maka warga harus menahan diri. Akan tetapi, jika dinilai tidak patut untuk diterima, maka warga dipersilahkan melakukan gugatan Perdata, atas persoalan tersebut.

“Sebaliknya, jika hasil penentuan titik koordinatnya ternyata di luar lahan yang diklaim oleh masyarakat empat desa, maka PT. MAI harus angkat kaki dari lahan tersebut,” tegasnya lagi.

Kapolres Rony juga menyebutkan, pihaknya sudah mengantongi catatan sejumlah pelaku pencurian sawit di lahan PT. MAI selama ini dan yang bersangkutan akan ditangkap, hanya masih menunggu waktunya saja. “Karena itu, peristiwa yang sama dan sifatnya melanggar hukum supaya jangan dilakukan kembali,” pibtanya

Sementara, Asisten I GT Hamonangan Daulay dalam arahannya menjelaskan, pemerintah mendukung sikap tegas yang diambil oleh pihak Polres Tapsel. Hal itu demi prospek kehidupan masyarakat serta kebaikan regenerasi ke depannya

Sebelumnya, Camat Sosa H. Asnan Lubis dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Kapolres di wilayah hukum Sosa. “Kami berharap, ke depan wilayah hukum di Kecamatan Sosa bisa terwujud kondisi yang tertib, aman dan kondusif, serta terkendali kamtibmas di masyarakat kami,” pungkasnya. (maulana Syafii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed