Pasca Pemilu, Mari Rajut Kembali Persaudraan

JAKARTA-Pemilu 2019 sangat begitu melelahkan, dari saling lempar isu maupun hoax yang menyerang pada setiap pendukung baik 01 pendukung Jokowi-Ma’ruf maupun 02 pendukung Prabowo-Sandi.

Nurheli mengakatakan, setelah melewati masa kampanye 8 bulan kini berakhir, semoga isu-isu yang beredar dimasyarakat teredam dengan berakhirnya pemilu ini, semoga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan.

Bahkan melihat pemilu kali ini sangatlah fanatik antara setiap pendukung masing-masing, sehingga banyak yang mengkhwatirkan terjadinya kericuhan.

Pemilu yang diselenggarakan pada rabu 17 april sudah selesai, kini saatnya kita semua kembali bersatu dan merajut persaudaraan.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditopang dengan pancasila yang begitu kita cintai, jangan sampe terpecah belah hanya karna dengan adanya pemilu sesaat,” ujarnya.

Diprediksi tingkat partisifasi pada pemilu 2019 ini begitu sangat meningkat pada sekitaran 80%, maka dengan ini membuktikan bahwa masyarakat indonesia sekarang sadar akan hak memberikan suaranya.

Begitupun harapan semua rakyat indonesia, apabila setelah terpilihnya para pemimpin nanti harus pro dengan rakyat dan bisa membawa indonesia yang lebih baik lagi.

Ia pun sangat mengapresiasi lembaga-lembaga yang sudah menjadi bagian dari pemilu ini baik dari KPU, Bawaslu maupun DKPP. Semoga ini semua dapat kita rasakan sebagai negara yang berdemokrasi.

“Mari kita semua menerima hasil penetapan KPU nanti, siapa saja yang terpilih itulah pemimpin kita semua dan semoga membawa indonesia menjadi negara kuat dan bermartabat,” pungkasnya.

Negara yang kuat negara yang bersatu. Indonesia begitu besar dan majmuk.

(PR)

No Response

Leave a reply "Pasca Pemilu, Mari Rajut Kembali Persaudraan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.