by

Pemkab Pulau Morotai Gelar Paskah Oikumene Tahun 2019, Bupati: Marilah Kita Lihat Proses Perjalanan Yesus

PULAU MOROTAI- Paskah Oikumene Tahun 2019 diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, tepatnya di Gereja Immanuel LOC Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, Minggu (21/4/2019) Pukul 17.30 Wit.

Paskah Oikumene Tahun 2019 tersebut dihadiri, Bupati Pulau Morotai, Waki Bupati Pulau Morotai, Forkompimda Kabupaten Pulau Morotai, Pimpinan dan Anggota DPRD, Asisten II Kantor Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, Pimpinan SKPD.

Kemudian, Pastor Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Daruba, Korwil GMIH Morotai Selatan, Para Pendeta dan Para Imam serta seluruh Umat Kristiani Dedominasi Gereja-gereja di Kabupaten Pulau Morotai.

Koordinator Panitia Paskah Oikumene Pemda Kabupaten Pulau Morotai, Alexander Wermasubun, S IP, M Si yang juga Asisten II Kantor Bupati Bidang Administrasi Umum, mengucapkan, pertama-tama disampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, Forkompinda.

“Kemudian seluruh tamu undangan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” katanya.

Semenjak, Kabupaten Pulau Morotai ditetapkan sebagai daerah yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri ini baru pertama kali perayaan Paskah Oikumene dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, dalam hal ini, Bupati dan Wakil Bupati.

Maka, bersama para pimpinan Dedominasi Gereja-gereja mencoba untuk meramu acara ini dalam tiga bagian yaitu,

  1. Dalam bentuk seremonial.
  2. Kita semua akan diajak untuk menghayati dan merenungkan Perjalanan salib Yesus menuju Golgota yaitu dengan melakukan perjalanan dari Gereja Immanuel LOC menuju Gereja GMIH Getsemani.
  3. Akan melaksanakan ibadah bersama di gedung Gereja GMIH Getsemani.

Tema Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2019 ini adalah ‘Dengan semangat Paskah memampukan kita untuk melayani dan bekerja bersama membangun Morotai yang maju Aman Damai dan Sejahtera akan menjadi harapan dan cita-cita bagi seluruh umat Kristiani Kabupaten Pulau Morotai’.

Perlu diketahui Paskah Oikumene Tahun 2019 ini sekaligus tercatat sebagai Paskah Oikumene pertama kali dilakuakan dan sudah pasti pada tahun 2020 Peringatan Paskah Oikumene kedua, kemudian Paskah Oikumene ketiga

“Seterusnya Pemerintah Daerah pasti akan mengalokasikan anggaran yang sama untuk perayaan Paskah Oikumene,” tutup Asisten II

Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai menjelaskan salah satu kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pulau Morotai ini.

Dalam hal Paskah Oikumene di bawah pimpinan Bupati Pulau Morotai dan Wakil Bupati Pulau Morotai Benny-Asrun.

“Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang melaksanakan kegiatan Paskah pada tahun ini mudah-mudahan menjadi kedamaian kita semua umat Kristiani,” ujarnya.

“Kita harus bersykur karena kita telah diselamatkan dari belenggu dosa kesalahan kita dan pelanggaran-pelanggaran kita,” tukasnya.

” Kita memperoleh keselamatan berasal dari Tuhan,” imbuhnya.

“Pada kesempatan ini juga beberapa hal yang patut kita renungkan dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Lanjutnya, Perayaan Paskah hendaknya menjadi momentum yang strategis bagi seluruh umat Kristiani untuk ikut serta berperan positif, kritis dan kreatif dalam kehidupan bermasyarakat dan berjemaat.

“Untuk membawa damai sejahtera dengan mendukung penegakan kebenaran dihadapan Tuhan dan membuka diri untuk menerima karya kedamaian Tuhan,” urainya

“Sejatinya kita wujudkan secara nyata dalam tindakan konkret untuk memperbaiki relasi-relasi yang telah rusak baik relasi dengan Tuhan, dengan sesama maupun dengan lingkungan,” tuturnya.

Selanjutnya, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, menyampaikan bahwa Perayaan Paskah ini bagaimana mengingatkan proses perjalanan Yesus sampai pada posisi akhirnya.

“Jadi jangan kita melihat hasilnya hari ini kita semua menyapa Yesus sebagai Tuhan yang harus kita agungkan,” ujarnya.

“Yesus yang harus kita sembah, tapi marilah kita mengambil refleksi dari perjalanannya, karena kebiasaan kita adalah melihat hasilnya,” ucapnya.

“Kebiasaan kita adalah mencari berkatnya, kebiasaan kita menerima hasilnya, tapi kita tidak pernah mengingat bagaimana proses untuk mencapai tujuan itu sendiri,” terangnya

Perjalanan Yesus menuju titik yang direncanakan, kenapa Yesus bisa mencapai tujuannya, karena Dia berjalan menuju titik sebagai penugasan menggenapi Firman Tuhan. “Sebagai tujuan untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan untuk menyatukan manusia dengan alam,” paparnya

“Marilah kita melihat proses perjalanan Yesus. Perjalanannya harus sama dengan Yesus menjaga Persatuan betul-betul tidak boleh ada perbedaan, kita harus hidup rukun dan damai antar umat beragama,” tutup Benny

Setelah itu, Bupati Pulau Morotai memberikan hadiah kepada Lansia, Ibu Janda dan para Yatim Piatu dan.

Selanjutnya Bupati Pulau Morotai melepaskan Pawai Paskah Oikumene Tahun 2019 dengan rute Gereja Immanuel LOC menuju Gereja Getsemani Daruba.

(Advadtorial Pemkba Pulau Morotai/ojemona)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed