by

EMPAT TAHUN TAK SELESAI, GEMPAR CURIGAI BANGUNAN GEDUNG DPRK ACEH TIMUR

gebung

BANDA ACEH detikperistiwa.com-Ketua LSM Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh Auzir Fahlevi SH  mempertanyakan pembangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Timur, pasalnya hampir empat tahun pembangunan gedung  itu hingga kini pembangunan belum juga rampung.

 

“Pembangunan gedung DPRK di pusat Pemkab Aceh Timur ini telah dimulai sejak 2013, diperkirakan telah menghabiskan dana 64 miliar lebih dan sudah berjalan hampir empat tahun,” ujar Auzir Fahlevi pada Minggu (15/1) di Aceh Timur.

 

Lanjut  Auzir juga menjelaskan Tahun 2013 dana pembangunan gedung mencapai Rp 15 miliar yang dimenangkan PT GN asal Lhokseumawe, tahun 2014 pagu anggaran hampir mencapai Rp 7 miliar yang kontraknya di menangkan  PT MDS Lhokseumawe, tahun 2015 hampir Rp 15 miliar  PT AS Lhokseumawe. Tahun 2016 pagu anggaran mencapai hampir Rp 10 miliar PT Klu Banda Aceh.

 

“Persentase pembangunannya baru mencapai 65 persen itu pun kalau dilihat dengan  mata, tetapi kalau diliat okeh konsultan kita belum tau,” kata Auzir.

 

Terkait dengan hal itu Auzir menduga dana pembangunan gedung tersebut sarat kepentingan oknum oknum tertentu. “Untuk lebih jelas kita sekarang mendesak pihak DPRK membentuk tim Pansus, karenan pengawasan ini  bagian dari fungsi dan tugas pokok DPRK dibidang pengawasan,” ungkapnya

.

“Kita juga mendorong aparat penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan untuk pro aktif dalam memerangi penyimpangan anggaran,”  ujar Auzir.

 

Dia meminta penegak hukum harus bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan ada apa dengan pembangunan ini yang hampir empat tahun ini belum tuntas.

 

“Periksa rekanannya apakah ada unsur lain di proyek itu kita kuatirkan adanya permainan di sini,”  ujar Auzir yang juga tokoh masyarakat Aceh Timur Kelahiran Simpang Ulim mengakhiri. (Ardi/ H A MUTHALLIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed