by

PEMKAB ROHUL MASIH OPTIMIS PROGRAM PENANAMAN KACANG KEDELAI BERJALAN SUKSES

20160416170827

ROKAN HULU detikperistiwa.com Pemkab Rokan Hulu (Rohul) melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Rohul, Mubrizal, di dampingi Kabid Pengembangan Tanaman Pengan, Umzakirman, mengaku kalau program Kacang Kedelai di Rohul masih optimis  akan berjalan dengan sukses.

Informasi ini disampaikan keduanya, di ruang kerjanya, Selasa (26/04), katanya, Mubrizal, alokasi kegiatan sumber dana APBN Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2016 per kecamatan di Rohul dengan rincian, Kecamatan  Rambah intensifikasi 150 hektar, Pat melalui IP 200, hektar,  jumlah 350, hektar.

Kemudian, lanjutnya, di Kecamatan Rambah Samo, Pat melalui IP  200 hektar,  Ujungbatu 20 hektar, Rokan IV Koto 200 hektar,  Kuntodarusalam intensifikasi 200 Hektara PAD melalui IP 35 hektar, Tambusai 250 hektar Kepenuhan 280 hektar, Tambusai Utara 100 hektar, Rambahhilir 235 hektar, Bangun Purba 100 hektar, Bonaidarussalam 150 hektar, Kepenuhan Hulu 120 hekrar, Pendalian IV koto 185 hektar, total intensifikasi seluas 400 hektar, total PAD melalui IP 1.875 hektar.

“Program intensifikasi pengembangan budidaya Kacang Kedelai di Rohul seluas 2.276 hektar, Kacang Kedelai kita ini dengan variates Grobokan, karena kemarin ada persoalan  rencananya  akan kita ganti dengan variates Anjasmoro,” tutur Mubrizal.

Jelasnya, pemerintah secara nasional ingin meningkatakan produksi Kacang Kedelai,  untuk mencukupi kebutuhan nasional, program ini, mendapat respek dari masyarakat Rohul,  diharapakan adanya penambahan produksi Kacang Kedelai, setidaknya untuk kebutuhan masyarakat.

“Namun sebagian belum bisa ditanam di lahan tetap,  masih lahan sementara atau tumpang sari, karena baru ditanami di lahan sela-sela karet dan dan kelapa sawit, hanya bisa tiga tahun lamanya, baru kedepan kita memikirkan dan kita  lihat potensi yang ada,” bebernya.

Saat ditanya, terkait beberapa Kelompok Tani (Koptan),  bibit Kacang Kedelai tidak tumbuh, Mubrizal menjawab, hal itu sudah dikirim uji laboratorium di Pekanbaru dan hasil pengujiannya dari Dinas Pertanian dan Peteranakan Provinsi Riau melalui Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanman Pangan dan Holti Kultra, di tanda tangani PBT Mdaya Ir. Netty Simaremare, sudah diterima pihak Pemkab Rohul.

“Dari hasil pengujian, laporan lengkap pengecekan mutu benih, pada Tanggal 12 April 2016, dengan Produsen CV. Mekar Mulyo Sari,  selesai pengujian Tanggal 22 Aprril 2016, memang kondiasinya, sangat sensitif, karena biji besar dan selaputnya tipis, daya tumbuh benihnya dari  75 persen menjadi 33 persen,” ujarnya.

Diuangkapnya, penyebabnya bisa mungkin karena  penyimpanan benih, lama pengangkutan dari Jawa Tengah ke Provinsi Riau hampir  sekitar 10 hari, sehingga  kadar air naik, tentu menyebabkan daya tumbuhnya berkuarang.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak TNI selaku pengawas langsung, kalau benih yang rusak itu harus diganti dengan catatan benih lama yang belum ditanam harus dikembalikan,” pungkasnya. (Endar. R)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed