by

PETANI MASAMBA TAK TAMAT SD NIKAHI BULE ASAL JERMAN

melangsungkan-akad-nikah-di-kantor-urusan-agama-masamba_20170118_121446

LUWU UTARA detikperistiwa.com– Jodoh itu rezeki, namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri. Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan hanya berada di tangan-Nya.

Jodoh kadang datang melalui cara tidak disangka-sangka dan tidak bisa diterka.  Sumardin, pemuda asal Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mungkin tak pernah menyangka jika jodohnya adalah seorang bule.

Selasa (17/1) kemarin, pemuda berusia 29 tahun itu melangsungkan akad nikah dengan Ermina Fransica, wanita lebih tua enam tahun dari usianya, di Kantor Urusan Agama Masamba.

Ermina adalah wanita berusia 35 tahun asal Würzburg, sebuah kota otonom di Bayern, Jerman.

Bayangkan, jarak Würzburg dengan Masamba, berdasarkan peta elektronik, mencapai 11,6 ribu kilometer.

Jarak itu setara dengan 35 kali lipat jarak Masamba dengan Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Masamba dengan Makassar berjarak 324 kilometer.

Seperti peribahasa, asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga.

Maksud dari peribahasa itu adalah jodoh seseorang bisa saja berasal dari tempat yang jauh, tetapi bertemu juga. “Ini sudah jodoh kami,” kata Sumardin, singkat.

Sebelum mereka menghalalkan hubungan, seperti gaya hidup pemuda-pemudi masa kini, mereka juga sempat menjalani masa pacaran selama beberapa bulan.

Mereka pun akhirnya memutuskan naik ke pelaminan setelah merasa hatinya bisa disatukan.

Sumardin dan Ermina yang ditemui TribunLutra.com di kediamannya di Baloli, mengatakan awal pertemuan mereka terjadi saat Ermina berkunjung ke Baloli.

Di desa yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba, ibu kota Luwu Utara itu, Ermina bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah Rumah Pohon, rumah untuk tempat belajar bahasa Inggris untuk warga setempat.

“Awal bulan tiga (2016) saya datang di sini (Baloli) tinggal di rumah Adnan (rekannya) untuk project Rumah Pohon,” kata Ermina dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata. (tibun)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed