by

POLISI GELAR REKONSTRUKSI KASUS PERAMPOKAN DI PULOMAS

rekon

JAKARTA detikperistiwa.com-Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur, Kamis, (19/1) menggelar rekontruksi kasus perampokan sadis yang menewaskan enam orang di rumah milik arsitek Ir. Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan seluruh tersangka dilibatkan memperagakan langsung seluruh adegan dalam aksi perampokan yang telah terjadi pada hari senin, 26/12/2016.

 

Seluruh tersangka akan diikutkan rencananya, karena sebelumnya sudah keluar tersangka dari rumah sakit tutur Kabid Humas Kombes Pol Argo, Kamis, 19/1/2017, di Lokasi rumah, Ir. Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur.

 

Kabid Humas Kombes Pol Argo menambahkan dalam rekonstruksi Polda Metro Jaya tidak dapat menghadirkan korban dan akan diganti perannya oleh anggita Polri, sebab, Polda Metro Jaya kawatir dengan psikologis seluruh korban yang belum stabil.

 

“Kemungkinan peran semua korban akan diganti, karena faktor psikologis. Kecuali di persidangan, kan lain lagi nanti,”  imbuh Kabid Humas Kombes Pol Argo.

 

Kabid Humas Kombes Pol Argo, menambahkan penyidik masih melengkapi berkas perkara dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan jika sudah lengkap. “Berkas masih dilengkapi, nanti ini rekonstruksi tinggal dilampirkan saja di berkas,” pungkasnya.

 

Sebelumnya Ramlan cs menyatroni rumah Ir.Dodi di Pulomas, senin, 26/12/2016. dan baru diketahui Selasa 27/12/2016. Mereka menyekap seluruh penghuni rumah di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

 

Enam dari 11 orang yang disekap komplotan Ramlan tak dapat bertahan hidup karena kekurangan oksigen.  Mereka yakni Ir. Dodi (pemilik rumah), Diona Arika Andra Putri (anak pertama Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (anak ketiga Dodi), Amel (teman Gemma yang sedang menginap saat kejadian), Sugianto (sopir), dan Tasrok (sopir).

 

Sedangkan Lima korban lain yang selamat adalah Zanetta Kalila Amaria (anak kedua Dodi Triono), Fitriani, Emi, Nursanti alias Santi, dan Windy. Tak butuh waktu lama, Ramlan ditangkap Polda Met ro Jaya bersama Erwin Situmorang, anak buahnya, Rabu, 28/12/2016.

 

Keduanya ditangkap di rumah yang dikontrak Ronal Butarbutar, adik Ramlan, di Jalan Kalong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Saat dilakukan penangkapan Ramlan berusaha melawan petugas dengan menggunakan pedang sehingga dilakukan tindakan tegas, Ramlam ditembak aparat yang mengakibatkan dirinya tewas kekurangan darah saat menuju Rumah Sakit.

 

Erwin yang juga berusaha melarikan diri juga ditembak kakinya dan di Rawat di RS Polri. Selang beberapa jam penangkapan Ramlan dan Erwin, Polda Metro Jaya kembali menangkap Alfins Bernius Sinaga.

 

Ia ditangkap di Perumahan Vila Mas, Bekasi, Jawa Barat, malam 28/12/2016. Alfins juga ditembak di bagian kaki. Alfins berperan sebagai sopir ketika kelompok Ramlan beraksi di rumah Ir.Dodi Triono.

 

Polda Metro Jaya juga menangkap Ronal, adik Ramlan. Ia diduga menyembunyikan sang kakak dan anak buahnya, Erwin, di Bekasi. Pada Minggu 1/1/2017 pagi Ridwan ditangkap saat turun dari bus di Pul Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Medan, Sumatera Utara.  Erwin, Alfins, dan Ridwan pun segera harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.( H A MUTHALLIB )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed