by

TIGA ORANG WARGA PALAS TERBAKAR DISENGAT LISTRIK

Keterangan gambar : Tiga orang warga Desa Aer Bale, Kecamatan Sosa Kabupaten Palas, korban luka bakar serius akibat tersengat arus listrik PLN, terlihat sedang dirawat intensif di RSUD Sibuhuan. (Maulana Syafii).
Keterangan gambar : Tiga orang warga Desa Aer Bale, Kecamatan Sosa Kabupaten Palas, korban luka bakar serius akibat tersengat arus listrik PLN, terlihat sedang dirawat intensif di RSUD Sibuhuan. (Maulana Syafii).

PALAS detikperistiwa.com–Tiga orang warga Desa Aer Bale Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengalami luka bakar serius di sekujur badannya setelah tersengat arus listrik PLN dari kabel jaringan tegangan menengah (JTM), pada Hari Rabu (18/1). Oleh warga masyarakat setempat, ketiga korban yang kritis segera dilarikan ke RSUD Sibuhuan untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi diterima wartawan, Kamis (19/1) dari Kepala Desa Aer Bale, Nismaryanto Daulay menyebutkan, kronologis kejadian ketiga warga desa setempat sampai tersengat arus listrik PLN bermula, pada Hari Rabu (18/1), sekira pukul 14.00 wib, Wagino Sutrisnibermaksud mengambil kelapa sayur yang berada di depan rumahnya dan persis berada di pinggir jalan lintas Provsu, dengan menggunakan egrek.

“Sudah 2 tandan kelapa sayur yang jatuh diegreknya. Tapi, pada saat tandan kedua jatuh, ujung mata egreknya tertancap ke buah kelapa, yang tandannya sudah putus. Karena tidak sanggup menahan beratnya tandan kelapa yang jatuh, tiang egreknya juga terjatuh,” ungkap Nismaryanto.

“Pada saat tandan kelapanya jatuh, otomatis mata egrek yang tertancap di kelapa tadi ikut terjatuh. Ketika egreknya jatuh, rupanya tiang egrek yang panjang tadi menyentuh kabel PLN, sedangkan ujung tiang bawah egreknya berada di tengah-tengah jepitan paha (selangkangan-red) si Wagino. Seketika saja si Wagino tersengat arus listrik,” ujarnya.

 

listrik 2

Pada saat Wagino tersengat listrik PLN dan tubuhnya berasap terbakar, lanjutnya, isterinya yang bernama Mariana Hasibuan datang dari dalam rumah dan berusaha hendak menolong suaminya yang tersengat PLN. “Belum lagi isteri Wagino sempat menyentuh badan suaminya, ia justru tertarik dan bersama-sama tersetrum pula,” ujarnya.

Setelah kedua pasutri ini tersetrum arus PLN, tambahnya, dari dalam rumah datang pula keponakan kedua korban yang bernama Rahmat Riski hendak menolong paman dan bibinya yang sedang tersetrum. “Tapi, Riski juga sepertinya ditarik arus listrik yang telah menyetrum si Wagino dan isterinya, Riski juga menempel dan ikut tersengat arus PLN,” ucapnya.

“Ngeri kalilah, kami yang melihat tiga orang sekaligus tersetrum arus PLN itu. Asap tebal dan bau daging manusia terbakar sungguh menyengat. Beberapa orang waega desa menghubungi pihak PLN agar arus listrik dipadamkan. Sambil masyarakat yang lainnya mencari karet ban dalam sepeda motor,” terangnya

Bersamaan dengan arus listrik PLN dipadamkan, terangnya, warga menarik ketiga korban tersetrum arus listrik PLN dengan menggunakan karet ban dalam sepeda motor, hingga ketiganya terlepas dari sengatan arus PLN dan terjatuh di tanah teras depan rumah korban.

“Saya lihat, Wagino mengalami luka bakar di paha bagian dalam kiri dan kanan, serta punggung (maaf, pantatnya-red). Pahanya seperti berlubang ke dalam, kami melihat 75% tubuh Wagino alami luka bakar serius,” jelas Nismaryanto.

Sedangkan Mariana, mengalami luka bakar di bagian tangan, perut dan kaki. Sementara Riski mengalami luka bakar di bagian punggung hampir seluruhnta, bagian telinga kiri dan kepala. “Semula, ketiga korban kami bawa ke Puskesmas Pasar Ujung Batu. Tapi, karena luka bakarnya cukup serius dan korban terlihat kritis, ketiga korban dirujuk ke RSUD Sibuhuan,” terangnya.

listrik 3

“1 korban dibawa dengan ambulans milik Puskesmas Pasar Ujung Batu, 1 korban dibawa dengan menggunakan mobil mantan kades Aer Bale dan 1 korban kita antar dengan mobil kita. Saat ini ketiga korban sedang dirawat secara intensif di RSUD Sibuhuan,” papar Nismaryanto.

Kepala Puskesmas Pasar Ujung Batu, dr. Hj. Paizah saat dihubungi wartawan membenarkan, ia bersama sejumlah perawat di puskesmas yang menerima ketiga pasien korban luka bakar tersengat listrik PLN.

“Iya pak, saya berada di puskesmas saat itu dan bersama perawat di sini, kami membantu melayani ketiga pasien luka bakar itu. Tapi, ketiga pasien kan butuh perawatan, sedangkan puskesmas kita belum ada perawatan, makanya kita rujuk ketiga pasien ke RSUD Sibuhuan,” ucapnya. (Maulana Syafii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed