AKHIRNYA KASUS  GEDUNG AKN MURATARA KINI BERUJUNG DI MEJA HIJAU

LUBUK LINGGAU   -Setelah proses yang sangat panjang dalam perkara tindak korupsi dikejaksaan Negeri Lubuklinggau, hingga berujung ke meja hijau ke empat tersangka perkara tindak Pidana Korupsi Gedung AKN di Kabupaten Muratara, akhirnya dituntut majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Palembang dengan tuntutan sembilan tahun kurangan.Kamis (16/5/2019)

Hal itu, diungkapkan langsung Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, M Iqbal bahwa  persidangan yang pimpin Majelis Hakim Kamijon serta Jaksa Penuntut Umum M Iqbal, Fery Junaidi, Nanda Hardika dan Sumaherti.

Dalam perkara kasus AKN Kabupaten Muratara ke empat tersangka yang terlibat di berikan tuntutan secara berbeda, bahkan satu di antaranya yakni Firdaus Mantan Kepala Dinas dituntut sembilan tahun kurungan dan denda Rp 500 juta.

Sedangkan untuk ketiga tersangka lainnya  Fahrurrozi selaku kontraktor proyek AKN dan Ferry Susanto sebagai pejabat pelaksana Teknis (PPK) dituntun sembilan tahun kurungan penjara, serta denda sebesar Rp500.000.000 supsidair tiga bulan kurungan penjara.

Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Muhammad Subhan dan Briyo Al-khoir dituntut dengan pidana penjara selama delapan tahun enam bulan serta denda sebesar Rp500.000.000 subsider tiga bulan kurungan penjara.

“Untuk terdakwa Firdaus, Fahrurrozi dan Ferry masing-masing dikenakan uang pengganti berbeda sebesar Rp1 Milyar lebih dan terdakwa Briyo dan Subhan masing-masing juga dikenakan uang pengganti berbeda sebesar 1 milyar lebih subsider 4 tahun 6 bulan dalam batas waktu yang ditentukan serta dikurangi masa tahanan yang telah dijalani dengan perintah agar tetap ditahan,” katanya kepada wartawan belum lama ini

Dalam sidang tersebut ,Jaksa menuntut kelima terdakwa tersebut dengan pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 huruf a,b dan ayat 3 Undang-undang (UU) no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 dari Kitab UU hukum pidana.

Terdakwa Briyo dan Subhan dituntut berbeda, karena keduanya dipersidangan tidak terbelit-belit dan mengakui perbuatannya.

“Selanjutnya sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada kamis depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa,” tegas M.Iqbal lagi

Seperti diketahui yang membuat kelima terdakwa dituntut sebagaimana, kelima terdakwa dituntut telah bekerjasama melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan gedung AKN di  Muratara yang anggarannya melaui   APBD Muratara tahun 2016 lalu sebesar Rp 7,9 miliar.

(Andika Saputra)

No Response

Leave a reply "AKHIRNYA KASUS  GEDUNG AKN MURATARA KINI BERUJUNG DI MEJA HIJAU"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.