Kuasa Hukum Paul Simonda: Kades BBK Turut Bertqnggungjawab Penganiyayaan Warga, Minta Polisi Melidiknya

MOROTAI- Kasus penganiayaan terhadap pasangan tertuduh selingkuh berinisial M dan N yang terjadi di Kantor Desa Bere Bere Kecil, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku utara, Senin (13/5/2019) lalu.

Dengan aktornya sekertaris desa, kaur desa, ketua RT 1 dan linmas desa, kini berbuntut panjang. Karena kedua korban di dampingi keluarga dan kuasa hukum melaporkan ke Kantor Polres Pulau Morotai, Kamis (23/5/2019).

Kuasa Hukum Korban, Paul Simonda, SH, di dampingi korban di kantor Polres Porotai, menyampaikan, saat ini kasus penganiayaan yang dilakukan pemerintah desa BBK terhadap kedua kliennya adalah tindakan kriminal yang tidak dibenarkan oleh hukum dan harus dipertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Selain itu ia tegaskan bahwa dalam kasus penganiayaan ini yang paling bertanggung jawab adalah krateker kepala desa yakni Abdul Rajak yang juga kepala dinas PU Pulau Morotai. Karena krateker kades adalah pimpinan eksekutif di desa tersebut.

“Kalau krateker kades bere bere kecil mengelak tidak tau sangat tidak masuk akal dan itu dia coba menghindari dari tuntutan hukum yang ada, untuk itu saya tegaskan Polres Morotai segera memanggil krateker kepala desa bere bere kecil untuk di lidik bersama pelaku yang lain,” tegasnya

Kenapa krateker kades BBK harus bertanggung jawab penuh, sebut kuasa hukum, karena dia sebagai kepala eksekutif di desa sangat tidak mungkin dia tidak tau, karena segala hal didesa dalam pengambilan keoutusan harus di sampaikan ke pimpinan tertingginya dalam hal ini kepala desa.

“Krateker kepala desa telah melakukan pembiaran sehingga terjadi kasus kekerasan ini, ketika dia lakukan pembiaran kepada sekdes dan staf yang lain bertindak semena-mena maka di situlah telah turut bersama sama melakukan kejahatan, sehingga unsur delik pidananya kena ke krateker kadesnya,” semburnya

Tambahnya, karena tindakan yang mereka lakukan atas dasar kesepakatan pemerintah desa, maka sangat jelas yang sangat bertanggungjawab adalah kepala desanya, walaupun saat kejadian dia tidak berada di desa tersebut.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa krateker kepala Desa Bere-Bere Kecil Kecamatan Morotai Jaya, karena kelalaiannya, sehingga diangap terlibat atas kasus kekerasan penganiayaan ini, sehingga penyidik Polres Pulau Morotai segera memanggilnya untuk di lidik,” pintanya

Sedangkan pelaku penganiayaan sekdes dan stafnya kenai pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat.

“Yang saya tetapkan dalam laporan polisi adalah krateker kades BBK Abubakar Abd Rajak, Sekdes Benhamka Sulasi, Linmas Daniel Dadi dan Wempi Garaki serta Ketua RT 1 Yanus Kota,” ujarnys.

Brigpol Tomi Tandriani dan Brigpol Adhe Rahman, mengakui pada Kamis (23/5/2019) siang ada laporan dari kedua korban penganiayaan berinisial M dan N dari desa bere bere kecil, di dampingi kuasa hukum Paul Simonda, ke bagian SPKT Polres Morotai.

“Setelah kami memintai keterangan korban dan merampungkan, selanjutnya pukul 09.00 Wit malam ini di serahkan ke bagian reskrim untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya

(oje)

No Response

Leave a reply "Kuasa Hukum Paul Simonda: Kades BBK Turut Bertqnggungjawab Penganiyayaan Warga, Minta Polisi Melidiknya"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.