by

KABID HUMAS POLDA METRO JAYA: TEMBAKAU GORILA TERMASUK JENIS NARKOTIKA

temkau

JAKARTA detikperistiwa.com-Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Rabu, (18/1), mengungkap sindikat pengedar tembakau gorila, tidak hanya mengamankan tiga tersangka, Polda Metro Jaya juga mengungkap cara memasarkan narkoba jenis baru itu.

 

Beradasarkan Permenkes No. 2/2017, tembakau Girila termasuk jenis narkotika golongan I  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap jaringan pengedar tembakau gorila dan memasarkannya melalui media sosial, pembelinya adalah mahasiswa dan sejumlah karyawan.

 

“Pembelinya  mahasiswa dan pekerja,”  ungkap Kabid Humas Kombes Pol Argo, kepada wartawan Senin, (23/1) di Mapolda Metro Jaya dan cara pembelian, transaksinya memang secara online. Pemesanannya pun melalui situs online.

 

“Pembeli membeli melalui situs online kemudian pengiriman dilakukan oleh jasa ekspedisi, kami juga sedang mendalami dengan ekspedisi sampai di mana,” sambungnya dan untuk  tembakau gorila 3 gram dibanderol dengan harga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk tembakau kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 7 juta

 

Polda Metro Jaya telah menangkap dan menetapkan sebagai tersangka tiga orang pengedar tembakau gorila. Yakni TST (25), AAF (19) dan MY (25) yang ditangkap di tiga lokasi berbeda. Sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil menangkap TST di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu, 18 Janurai lalu

 

Dari tangan TST, penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan 2,85 gram tembakau gorila dalam tiga bungkus plastik klip dan 6,69 gram dalam satu botol plastik. Dari hasil pengembangan selanjutnya, Polda Metro Jaya menangkap AAF di sebuah indekos di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis 18/1/2017 sekitar pukul 02.00 WIB.

 

Polda Metro Jaya lantas menyita barang bukti 26 plastik klip berisi tembakau gorila dengan berat 96,92 gram, serta 50,13 gram di dalam papper bag, tidak berhenti sampai disitu dan terus mengembangkan serta pemeriksaan AAF hingga Polda Metro Jaya mendapatkan nama bandar lain berinisial MY.

 

Setelah melakukan pemburuan selama kurang lebih 19 jam, Polda Metro Jaya berhasil menangkap MY di daerah Kampung Utan, Bekasi pada Sabtu, 21/1/2017 malam pukul 21.30 WIB. Barang bukti yang disita dalam penangkapan MY adalah 16 bungkus besar tembakau gorilla 300 gram, enam bungkus besar tembakau gorilla 200 gram, 12 bungkus sedang tembakau gorilla dan 32 bungkus sedang tembakau gorilla ukuran 60 gram dan 20 bungkus kecil isi 30 gram. Total, semua ada 100 gram atau 10 kg tandas Kabid Humas Kombes Pol Argo.

 

Saat ini, Polda Metro Jaya terus melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa dan juga pekerja bahwa tembakau gorila termasuk dalam daftar narkoba yang dilarang.  Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penggolongan Narkotika.

 

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika juncto Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penggolongan Narkotika,” jelas Kabid Humas Kombes Pol Argo

 

Ancaman hukumannya adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun pungkas Kabid Humas Kombes Pol Argo. ( H a MUTHALLIB).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed