Akibat Buruk, Jika Anak SD Kecanduan Gadget

BOGOR – Di zaman yang serba modern ini, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan Gadget atau Handphone. Di zaman ini barang tersebut seperti sudah suatu keharusan untuk memilikinya baik dari kalangan dewasa, remaja maupun anak-anak.

Tak bisa dipungkiri bahwa Gadget memang memiliki banyak manfaat. Namun dibalik banyaknya manfaat ada juga dampak negatif yang timbul akibat dari gadget, apalagi banyaknya permainan yang tidak mendidik bagi kaum anak-anak terutama anak usia SD.

Sehingga bisa memicu perkembangan karakter pada anak, juga memicu timbulnya sikap negatif pada anak, seperti anak-anak menjadi tidak peka terhadap lingkungannya karena terlalu fokus pada gadget, munculnya perkelahian diantara anak-anak.

Juga munculnya bahasa yang kasar dan tidak pantas diucapkan oleh anak akibat dari permainan-permainan pada gadget yang tidak mendidik dan yang paling menonjol akibat penggunaan gadget pada anak adalah penurunan penglihatan pada anak, banyaknya anak yang bermata minus akibat terlalu lama memakai gadget.

Selain itu situs-situs yang tidak mendidik sudah sangat mudah ditemukan anak dengan bantuan jaringan internet lewat gadgetnya, banyaknya tindakan yang tidak pantas itu memicu terjadinya sikap negatif pada anak.

Pada dasarnya tidak ada anak yang nakal, baik atau buruknya sikap seorang anak tergantung pada pola pengasuhan yang diberikan orangtuanya dan lingkungannya baik lingkungan sekolah atau lingkungan rumah.

Banyaknya orang tua yang mengeluh atas kenakalan anaknya pada pihak sekolah atau yayasan, yang pada dasarnya kenakalan tersebut dipicu oleh pengasuhan di lingkungan rumahnya.

Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya akan dengan mudah memberikan gadget pada anaknya dengan alasan agar si anak bisa dihubungi dan tidak ketinggalan zaman.

Namun penggunaan gadget yang tidak dibatasi pada anak akan berpengaruh pada sikap anak dan pada akhirnya anak akan kecanduan bermain gadget tanpa memperdulikan waktu untuk bermain dan belajar. Pengawasan orang dewasa pada anak dalam bermain gadget sangat diperlukan agar anak tidak lupa untuk bermain dan belajar.

Seorang anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungan yang membentuknya. Maka orang tua dan lingkungan adalah arsitek yang ampuh untuk memprogram anak-anaknya, dan menentukan nasibnya di masa depan (Ratna Megawangi, Rachma Dewi, Florence Yulisinta, Melinda Hariyanti, Rustana Kusharto, 2010).

Seringkali para orang tua memberikan gadget pada anaknya untuk menenangkan si anak yang sedang menangis atau mengamuk, agar anak itu diam dan tidak menangis lagi.

Inilah salah satu pemicu yang membuat si anak menjadi kecanduan main gadget. Kurangnya kepedulian orang tua pada anaknya membuat si anak menjadi asik dengan dunianya sendiri dan malas untuk bersosialisasi, anak menjadi tidak peka terhadap lingkungannya.

Pengasuhan pada anak bukan hanya di Sekolah saja tetapi dalam lingkup keluarga juga sangat dubutuhkan bahkan keluarga adalah tempat belajar pertama bagi anak.

Secara tidak langsung anak merekam semua yang terjadi dalam rumahnya dan menjadi sikap saat ia berada di luar lingkungan keluarga.

Selain itu lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh terhadap masalah kecanduan main gadget pada anak SD. Pelajaran-pelajaran di sekolah yang memaksa anak untuk menguasai semua mata pelajaran dalam otak kecilnya sangatlah tidak sesuai.

Sering kali guru menjadi marah saat anak tidak bisa memahami apa yang diajarkan gurunya, anak lebih memilih melakukan hal lain seperti bermain dan bercanda di dalam kelas. Hal ini dapat memicu anak untuk lebih memilih bermain gadget daripada belajar.

Padahal hakikatnya anak tidak mungkin memahami semua pelajaran dalam sekolahnya, anak akan lebih mudah memahami pelajaran yang dia sukai atau guru yang dia sukai.

Oleh karena itu menjadi guru SD harus lebih bersabar dan memahami setiap karakter anak didiknya, sehingga anak akan menyukai gurunya dan juga pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.

Masalahnya sekarang, sekolah telah menjadi tempat yang sangat ditakuti oleh kebanyakan siswa. Kalau ada siswa yang sudah mogok sekolah, yang takut dengan gurunya, berarti sekolah itu telah menjadi tempat yang tidak kondusif untuk tempat belajar anak-anak dan untuk membentuk karakter anak.

Jika sekolah adalah tempat yang menyenangkan, otak anak sangat terangsang untuk bisa berkembang dengan baik (Ratna Megawangi, Wahyu Farrah Dina, 2010).

Berdasarkan hal ini, banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari bermain gadget membuat masalah-masalah sering muncul dan mengakibatkan sikap negatif anak pada usia SD.

Maka dari itu penulis memutuskan untuk mengambil tema “Penanganan Permasalahan yang sering muncul di SD” dengan karya ilmiah yang diberi judul “Mengatasi Masalah Kecanduan Main Gadget pada Anak SD yang sering muncul di SD”.

Yang akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan akibat kecanduan main gadget pada anak serta cara mengatasi permasalahan yang muncul akibat kecanduan main gadget pada anak tersebut.

Sehingga para orangtua dan guru dapat bekerja sama dalam menangani setiap kenakalan anak dan anak didiknya dengan bijaksana tanpa menyudutkan anak.

PEMBAHASAN

Pada era globalisasi ini gadget memang sangat diperlukan, namun penggunaan yang berlebihan juga sangat tidak dianjurkan, apalagi bagi anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan dewasa.

Anak-anak tidak tahu dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat main gadget, tetapi orang dewasa bisa memberikan arahan dan bimbingan dalam penggunaan gadget pada anak terutama anak usia Sekolah Dasar.

Hal wajar jika anak penasaran dan ingin tahu gadget dan teman-temannya, namun alangkah baiknya orang dewasa membimbingnya dan tidak memberikan kepercayaan penuh kepada anak untuk memainkan gadgetnya.

Untuk itu akan dibahas sedikit pengertian tentang gadget dan dampak positive dan negative dari penggunaan gadget tersebut.

1.1 Pengertian Gadget serta Dampak Positif dan Negatif pada Gadget

Gadgetadalah alat komunikasi modern yang memiliki berbagai fungsi canggih. Alat ini juga didefinisikan sebagai alat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dengan unit kerja yang tinggi.

Hal yang membedakan gadget dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kekinian. Artinya, gadget selalu muncul dengan aplikasi-aplikasi terbaru yang mengikuti perkembangan zaman. Inilah yang menjadi factor tertarik dengan gadget, di samping fungsinya sebagai alat untuk berkomunikasi.

Di zaman yang serba modern ini, teknologi gadget mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dari awal kemunculannya yang hanya sebatas alat untuk telepon, kini gadget berubah menjadi seakan-akan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Alat ini terus berkembang untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas sehari-hari (online, 2017).

Dibalik kecanggihan gadget ada beberapa dampak penggunaan gadget, baik itu dampak negative ataupun dampak positivnya. Berikut ini akan dibahas beberapa dampak positif dari penggunaan gadget, sebagai berikut :

a. Menambah ilmu pengetahuan
Gadget kini menjadi media yang memungkinkan kita untuk mengakses berbagai informasi di mana pun dan kapan pun sehingga menambah wawasan dan pengetahuan.

Bahkan, kini anak-anak sudah tak asing dengan barang ini. Mereka biasa mengakses internet untuk hiburan, maupun sebagai sarana untuk mengerjakan tugas sekolah mereka (online, 2017).

b. Mempermudah komunikasi
Ini adalah fungsi utama gadget, yakni membuat seseorang seolah-olah bertemu meskipun berbeda tempat.

Melalui fitur Video call dari berbagai aplikasi yang ada saat ini, kita bisa tersambung dengan keluarga, teman atau pacar seperti bertatap muka langsung (online, 2017).

c. Memperluas jaringan pertemanan
Munculnya berbagai situs media sosial seperti line, instagram, path, skype memungkinkan kita untuk menambah banyak teman, bahkan dari berbagai belahan dunia sekalipun. Gadget membuat dunia seakan-akan berada dalam genggaman kita (online, 2017).

d. Hiburan
Gadget ini pun bisa sebagai hiburan. Misalnya untuk bermain game, browsing, selfie, mendengarkan music dan masih banyak lagi (Ardiyanti, 2015).

e. Mempermudah Transaksi
Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan produknya atau jasanya dengan memanfaatkan pemasangan iklan di internet pada situs-situs online tertentu. Dengan ini, kita dapat menjual dan membeli barang yang kita butuhkan atau inginkan dengan mudah (Ardiyanti, 2015).

Adapun dampak negatif dalam penggunaan gadget adalah sebagai berikut :

a. Bersikap individualisme
Di era sekarang ini seseorang mungkin lebih memilih bermain dengan gadget dibanding dengan teman-temannya.

Mungkin karena seerunya bermain game atau orang lebih memilih mengirim pesan lewat gadget daripada harus berbicara langsung (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

b. Menganggu Kesehatan
Gadget juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Misalnya, radiasi pada gadget dapat menimbulkan pusing pada kepala, sakit punggung, bahkan kemandulan dan kanker.

Dan juga penggunaan cahaya pada gadget yang tidak tepat bisa menyebabkan perih pada mata dan rabun dekat (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

c. Menurunkan Prestasi
Terlalu sering bermian dengan alat ini pun dapat menurunkan prestasi. Mengapa bisa demikian?

Sebuah hasil penelitian menyebutkan, ketergantungan pada gadget menurunkan prestasi anak-anak akibat lemahnya berkonsentrasi, terpengaruhnya kemampuan menganalisa permasalahan, malas menulis dan membaca. Tak hanya anak-anak bahkan orang dewasa pun bisa terpengaruh (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

d. Lebih Mencintai Produk Asing
Kebanyakan gadget canggih saat ini adalah berasal dari luar negeri, misalnya Apple, oppo, Huawei, dan lain sebagainya.

Kecanggihan produk-produk impor ini membuat kita lebih menyukainya daropada produk dalam negeri sendiri. Hal ini tentu saja menjadi pemicu terkalahkannya produk-produk dalam negeri (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

e. Timbulnya Sikap Tidak Peduli dan Tidak Menghormati
Keasyikan dalam bermain gadget membuat seseorang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Misalnya saja saat kita berkumpul dengan teman atau keluarga, kita akan cenderung lebih memperhatikan gadget kita dibandingkan topic yang sedang dibicarakan kerabat kita.

Hal ini tentu saja dinilai tidak menghormati orang yang berbicara dan dinilai tidak sopan santun (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

f. Meningkatnya Kasus Kriminal
Berkempang pesatnya teknologi bisa mempengaruhi tindakan criminal (cyber crime). Saat ini sudah banyak berita kasus-kasus criminal di televisi, Koran, maupun internet yang menggunakan perantara gadget.

Misalnya carding, ulah cracker, manipulasi data, penculikan, perampokan dan masih banyak lagi (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

g. Tidak Stabilnya Keuangan
Banyak sekali di antara anak-anak zaman sekarang yang menuntut orang tuanya untuk membelikan gadget canggih sekaligus mahal tanpa memperhatikan kondisi ekonomi orantuanya.

Akibatnya orang tua terpaksa menuruti keinginan anaknya dan mengalahkan kebutuhan lainnya demi kesenangan seorang saja (ardiyanti, pengertian dan dampak penggunaan gadget, 2015).

h. Kecanduan
Seperti sudah dibahas di atas, saat ini gadget bagi sebagian orang merupakan kebutuhan primer. Mereka tidak bisa dipisahkan.

Hal ini membuat mereka kecanduan, terutama bagi yang hobi bermain game. Kecanduan seperti ini menyebabkan mereka kurang berinteraksi dengan orang lain (online, 2017)

1.2 Masalah yang Timbul pada Anak SD Akibat Kecanduan Main Gadget

Setelah pembahasan tentang gadget diatas tentu kita menjadi tahu dampak penggunaan gadget tersebut bagi anak SD, baik itu dampak positive atau pun dampak negatif.

Dari pembahasan diatas betapa banyaknya dampak negatif pada penggunaan gadget meskipun ada dampak positifnya namun bagi anak sesusia SD tentu kita akan lebih banyak dampak negative yang timbul daripada dampak positifnya. Adapun beberapa masalah yang sering muncul pada anak SD akibat kecanduan main gadget, sebagai berikut :

  1. Tidak peduli terhadap sekitar.
    Biasanya anak-anak akan lebih peduli dan peka terhadap kejadian atau sesuatu yang ada dihadapannya. Namun karena gadget yang ada pada genggamannya lebih mengasyikan maka anak akan lebih peduli dan fokus pada gadgetnya.

Sering kali mengabaikan panggilan-panggilan teman, guru bahkan orang tuanya. Contohnya saat di kelas, seorang anak tidak mendengarkan apa yang gurunya ajarkan karena keasyikan dengan gadgetnya. Hal ini membuat anak menjadi tidak menghormati gurunya.

  1. Hilangnya Sopan Santun Anak
    Sikap anak memang harus di didik sedini mungkin, baik dan nakalnya sikap seorang anak bisa juga dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya atau hal yang selalu dia lihat setiap harinya. Anak yang kecanduan gadget akan kehilangan sikap sopan santun-nya terhadap seseorang yang lebih tua darinya.

Hal ini dikarenakan situs-situs atau permainan-permainan yang ada pada gadgetnya bukan sesuatu yang mendidik, misalnya game perkelahian yang didalamnya terdapat bahasa-bahasa yang tidak pantas diucapkan anak se usia SD.

Pada dasarnya anak-anak tidak tahu apa arti kata yang dia ucapkan, anak cenderung mengikuti apa yang dia lihat dan dia dengar. Hal ini membuat anak menjadi tidak sopan.

  1. Perkelahian dengan temannya.
    Perkelahian pada anak bukan hanya disebabkan oleh hal-hal yang lazim dan sepele. Film-film dan permainan yang mengandung unsur pertengkaran akan memicu anak untuk melakukannya dengan teman sebayanya.

Hal ini karena otak anak akan merekam kejadian-kejadian yang ia lihat dalam permainan atau film tersebut, hal ini memicu rasa penasaran anak sehingga anak akan menirukannya baik dengan temannya atau dengan dirinya sendiri.

  1. Menurunnya Prestasi Anak
    Kecanduan gadget juga memengaruhi prestasi anak, hal ini disebabkan oleh radiasi pada gadget yang akan mempengaruhi otak anak sehingga anak menjadi malas membaca dan lambat memahami apa yang guru sampaikan.
  2. Kurangnya Bersosialisasi
    Anak yang sudah kecanduan gadget akan merasa kesulitan untuk bersosialisasi dengan temannya.

Hal ini disebabkan oleh dampak negative dari penggunaan gadget yaitu anak akan bersifat individualisme, karena menurutnya bermain gadget lebih menyenangkan dibandingkan bermain dengan temannya.

Permainan yang ada pada gadget adalah permainan yang tidak akan ditemukan anak saat bermain dengan temannya, maka dari itu anak cenderung akan memilih bermain dengan gadget daripada temannya.

  1. Menganggu Kesehatan Mata Anak
    Anak yang terlalu sering memainkan gadget akan dengan mudah memakai kacamata, karena cahaya pada gadget sangat mempengaruhi kesehatan mata anak.

Banyaknya anak SD yang sudah memakai kacamata minus bahkan minusnya bisa lebih besar dari orang dewasa, padahal bisa dikatakan usia anak SD masih sangatlah muda untuk memiliki mata minus.

  1. Kebiasaan Bullying
    Semua orang pasti sudah tidak asing mendengar kata bullying, pada zaman ini bullying sudah menjadi hal yang lazim. Baik itu bagi orang dewasa atau anak-anak sekalipun.

Banyaknya situs-situs yang ada pada gadget juga mempengaruhi anak untuk melakukan tindakan bullying tersebut. Hal ini disebabkan anak akan berpikir bahwa dirinya lebih kuat dari temannya dan lebih berkuasa dari temannya, maka temannya yang memiliki kekurangan akan menjadi sasaran tindakan bullying tersebut.

1.3 Mengatasi Masalah yang Terjadi Pada Anak yang Kecanduan Main Gadget

Setelah pembahasan di atas, permasalahan-permasalahan yang muncul bukanlah hal yang sangat mudah untuk dihadapi apalagi anak seusia SD masih dini untuk bisa dihadapi dengan kekerasan.

Apa yang kita lakukan di depan anak akan sangat berpengaruh dalam membangun karakter anak yang baik. Anak cenderung mengikuti apa yang dilakukan orang dewasa.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut peran Guru dan orangtua sangatlah penting, dibutuhkan kerjasama antar guru dan orangtua untuk mengurangi kecanduan anak pada gadget. Beberapa cara mengatasi anak yang kecanduan gadget, sebagai berikut :

  1. Berikan Pemahaman pada anak
    Berikan pemahaman pada anak tentang gadget beserta fungsinya. Jangan memarahi anak atau berkata kasar pada anak, tetapi berikan pemahaman dengan cara yang lembut dan didengarkan oleh anak. Anak yang dimarahi cenderung akan membuatnya semakin ingin melakukan kesalahan tersebut.
  2. Awasi Anak saat Sedang Bermain Bersama Gadget-nya
    Mengawasi bukan berarti membuat anak merasa dikekang, tetapi mengetahui permainan dan situs-situs apa yang anak buka pada gadgetnya.

Jika ada situs atau permainan yang memicu anak sebaiknya beri tahu anak dan tunjukan kepada anak permainan yang lebih menyenangkan dan mendidik dari gadgetnya.

  1. Atur Jadwal Anak Bermain dengan Gadgetnya
    Mengatur jadwal anak bermain dengan gadgetnya sangatlah penting. Hal ini membuat anak tidak akan selalu bergantung pada gadgetnya.

Misalnya anak hanya boleh bermain dengan gadgetnya pada hari sabtu dan minggu saja. hari lainnya anak akan bermain bersama temannya dan belajar. Hal ini juga membuat anak tetap berinteraksi dengan temannya.

  1. Belajar sambil Bermain
    Anak SD akan lebih menyukai bermain daripada belajar, oleh karena itu sebagai guru SD haruslah membuat anak nyaman berada dikelas.

Seperti belajar menggunakan nyanyian, gerakan-gerakan tarian, dan permainan-permainan yang akan membuat si anak merasa senang berada dikelas.

  1. Kenalkan Anak pada Permainan Tradisional
    Permainan-permainan anak pada zaman dahulu sangatlah baik untuk membangun karakter anak. Banyaknya anak SD tidak mengetahui permainan tersebut.

Maka dari itu sebagai guru dan orangtua baiknya mengenalkan permainan tradisional dapat membantu anak mengurangi kecanduannya pada gadget.

  1. Jadilah contoh yang baik
    Sebagai guru dan orangtua, seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak. Jangan hanya melarang anak untuk tidak melakukan suatu tindakan tetapi berilah contoh juga pada anak.

Dengan memberikan contoh anak akan lebih mudah memahami apa yang dimaksud oleh guru dan orangtuanya. Contohnya guru dan orangtua janganlah terlalu sering bermain gadget didepan anak, sebaiknya ajak anak untuk melakukan hal yang baik.

  1. Ajaklah anak belajar di luar ruangan
    Belajar di dalam ruangan sudah pasti sangat membosankan. Maka ajaklah anak sesekali untuk belajar di luar ruangan. Hal ini bagus untuk pengembangan karakter dan otak anak
  2. Jangan mengabaikan anak
    Anak yang terbiasa diabaikan akan membuat dirinya ketergantungan pada satu hal, contohnya Gadget.

Anak yang diabaikan akan membiarkan dirinya bergantung pada gadget nya, sebaiknya jangan mengabaikan anak. Selain itu anak akan berpikir bahwa dirinya tidaklah penting dibandingkan dengan apa yang kita kerjakan.

Dalam masalah ini peran guru di sekolah dan orangtua di rumah sangatlah penting bagi perkembangan otak dan karakter anak. Sebaiknya anak tidak diberikan gadget pada usia SD, akan lebih baik mengenalkan anak pada gadget saat usia SMP.

Karena pada usia SMP anak sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri. Pada usia SD sebaiknya berilah pemahaman saja tentang apa itu gadget beserta fungsi dan dampak negatifnya.

Ketika bayi dilahirkan didalam otaknya terdapat 110 miliyar neuron (sel otak) dengan 50 triliun koneksi antar sel-sel otak (sinaps). Pada tahun ketiga jumlah sinaps yang terbentuk bisa mencapai 1000 triliun koneksi.

Sebetulnya dalam hal perkembangan otak ini, seluruh manusia dilahirkan dalam keadaan premature dibandingkan dengan hewan mamalia, karena manusia memerlukan waktu kira-kira satu tahun untuk bisa berjalan, sedangkan hewan mamalia memerlukan waktu beberapa jam saja untuk bisa berjalan.

Artinya, walaupun kapasitas otak manusia sudah luar biasa ketika dilahirkan, namun perkembangan selanjutnya masih terbentang luas dan ini dibentuk oleh lingkungannya.

Oleh karena itu, orang tua dan lingkungan adalah arsitek yang sangat ampuh untuk memprogram anak-anaknya, dan mennetukan nasibnya dimasa depan, apakah akan menjadi orang yang baik atau jahat (Ratna Megawangi, Rachma Dewi, Florence Yulisinta , Melinda Hariyanti, Rustana Kusharto, 2010).

Oleh karena itu, berdasarkan kutipan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa memberikan gadget pada anak sangatlah berpengaruh besar terhadap perkembangan otak dan karakter anak serta berpengaruh terhadap sikap anak dalam menghadapi suatu situasi.

Sebaiknya jangan memberikan anak usia SD gadget Karen akan berpengaruh besar terhadap perkembangannya. Memberikan gadget pada anak usia SD sama dengan memberikan pengasuhan yang salah pada anak.

Artinya, sama dengan membiarkan gadget mengasuh anak kita. Maka dari itu, contoh dan perilaku dari orang dewasa lah yang menentukan perilaku anak di masa depannya.

PENUTUP

Gadget merupakan salah satu alat teknologi yang sangat canggih. Kecanggihan gadget tidak bisa dipungkiri lagi. Baik orang dewasa maupun anak-anak akan menjadi pecandu apabila sudah berhadapan dengan gadget.

Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari penggunaan gadget ini, misalnya kita jadi mudah berkomunikasi dengan kerabat-kerabat yang jauh di luar sana.

Namun tak bisa dibantah jika gadget juga banyak memiliki dampak negatif. Apalagi banyak penyalahgunaan gadget pada zaman sekarang ini.

Anak usia SD yang sudah mengenal gadget akan mengalami banyak kesulitan dan masalah dalam pendidikannya, hal ini dikarenakan pemberian gadget yang terlalu dini.

Sehingga anak menjadi kecanduan dan timbul permasalahan-permasalahan yang seharusnya tidak ada. Situs-situs dan permainan yang tidak mendidik adalah pemicunya.

Serta pola pengasuhan yang salah juga menjadi pemicu paling utama. Sebaiknya jangan mengenalkan gadget pada anak usia SD, karena akan sangat berpengaruh dalam perkembangan karakternya.

Di sisi lain, lingkungan sekolah dan rumah juga berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Orang tua dan guru dibutuhkan kerja dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan kecanduan anak dalam bermain gadget.

Kerja sama antar guru dan orang tua inilah yang akan lebih berpengaruh pada keberhasilan dalam mengatasi masalah yang muncul pada anak akibat kecanduan bermain gadget.

Lingkungan sekolah yang tidak membuat stress akan lebih mudah menjadikan anak lebih aktif dan berprestasi. Lingkungan rumah yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak menjadi lebih suka berinteraksi dengan yang lainnya daripada mengurung dirinya dengan bermain gadget.

Berdasarkan kesimpulan diatas, hal yang sangat dibutuhkan anak usia SD, ialah perhatian dan kasih sayang karena hal ini berpengaruh terhadap perkembangannya.

Serta lingkungan sekolah dan rumah yang mendukung akan memudahkan untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul pada anak SD.

REFERENSI

Ardiyanti, d. (2015, februari). pengertian dan dampak penggunaan gadget. Retrieved from della ardiyanti : http://www.dellaardiyanti.blogspot.com

Online, b. (2017, juni 1). dampak positiv dan negatif penggunaan gadget. Retrieved from bangsa online: http://www.bangsaonline.com

Ratna Megawangi, Dian Anggraeni Tri Astuti. (2010). Olahraga untuk Membangun Karakter. Depok: INDONESIA HERITAGE FOUNDATION.

Ratna Megawangi, Lidya Aritha, Joko Bagus Setiawan. (2010). Kiat Mengatasi Trauma Anak untuk Membangun Karakter. Depok: INDONESIA HERITAGE FOUNDATION.

Ratna Megawangi, Rachma Dewi, Florence Yulisinta , Melinda Hariyanti, Rustana Kusharto. (2010). Brain Based Parenting (Pola Asuh Ramah Otak). Depok: INDONESIA HERITAGE FOUNDATION.

Ratna Megawangi, Wahyu Farrah Dina. (2010). Sekolah Berbahaya bagi Perkembangan Karakter Anak? (Solusi untuk Mempersiapkan Sekolah dalam Menjalankan Pendidikan Karakter). Depok: INDONESIA HERITAGE FOUNDATION.

Widea Ernawati, Ichsan Budiharto, Winarianti. (2015). Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Penurunan Tajam Penglihatan pada Anak Usia Sekolah (6-12 tahun) di SD Muhammadiyah 2 Pontianak Selatan. Portal Garuda, 7.

Oleh : Ghina Annisa Salsabila – Mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor

No Response

Leave a reply "Akibat Buruk, Jika Anak SD Kecanduan Gadget"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.