by

INISIATIF KEPALA SDN 33 SOSSOK, DALAM BANGUN IMTAQ MURID DAN GURU

ENREKANG–Dalam membangun iman dan taqwa di lingkup murid dan guru selaku stacholder pendidikan tentunya didukung fasilitas sarana’m ibadah termasuk pembangunan Mushalla dan hal ini sudah direalisasikan pihak sekolah Hamsianah Badiri.

Kepsek SDN 33 Sossok bersama Wakilnya Ery Ashari Muhris berinisiatif untuk mewujudkan hal itu, walhasil dengan dukungan para guru orangtua murid dan masyarakat sossok, bangunan musallah telah rampung 95 persen kini sudah di fungsikan para siswa-siswi serta masyarakat Sossok.

Bangunan musholla menelan anggaran ratusan juta rupiah sumber anggaran yang diperoleh dari hasil sumbangan orang tua murid, guru serta kepala sekolah serta wakil kepala sekolah para murid murid

Dengan hasil itu, akhirnya terwujud, sebab setiap Jumat murid-murid pun ikut menyumbang, uang jajannya disisihkan sebagian. Untuk itu anak-anak diajar bersedekah.

“Makanya itu kita namakan Jumat berkah,” ungkap Ery Ashari Wakil Kepala SDN 33 Sossok, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang kepada Media detikperistiwa.com

Lanjut Eri, meski mushalla nya sudah hampir rampung masih ada yang perlu dibenahi. “Termasuk soundsistem, mimbar, pengecetan plapondnya juga atapnya, kita prediksi biayanya Rp 100 juta,” katanya.

“Alhamdulillah sewaktu penerimaan rapor kita umumkan kepada orangtua murid rincian laporan keuangan musallah yang sudah pakai, bahkan dengan kekurangannya, spontan orang tua murid ada yang lansung menyumbang,” jelasnya.

Rencana kedepan program sekolah akan adakan taman baca Alquran (TPA) di lingkungan sekolah, hal ini sangat di respon masyarakat. “Sementara ini kita mendata siapa saja guru mengaji yang ada di Kelurahan Mataran, untuk mengajar nantinya,” tukasnya.

Menurut Wakasek ada program yang akan dimasukan tahun ajaran 2019/2020, anak-anak diharuskan menghapal surah-surah pendek Juz Amma sebagai persyaratan kenaikan kelas.

“Untuk kelas 1, 4 surah pendek, kelas 2, 8 surah, kelas, 3, 12 surah, kelas 4, 16 surah kelas 5 ,20 surah dan kelas 6, 24 surah, ” pungkasnya.

“Bahkan gurunyapun belajar mengaji, sudah beberapa bulan kita lakukan itu,” ucap Eri.

“Selain hapalan surah pendek, muridpun kita ajarkan azan, nah inilah yang kita lakukan bukan saja pelajaran umum,” jeoasnya

“Mereka belajar imtaqpun harus diutamakan mendidik agama sejak dini adalah tujuan kita ahlak dan sopan santun menjadi dasar anak punya perangai yang baik,” imbuhnya Hamsianah pun membenarkan adanya program tersebut.

(Rahmat )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed