DIDUGA ANIAYA JURNALIS, ANGGOTA RINDAM 1BB SIANTAR DISIDANGKAN

MEDAN-Setelah lebih dua tahun lebih ditangani penyidik Polisi Militer, akhirnya kasus penganiayaan wartawan media online akhirnya disidangkan Rabu (10/6/ 2019).

Sidang perdana dalam kasus penganiayaan yang dilakukan Pratu Resbin kepada salah seorang wartawan media online dihadiri berbagai media dan saksi yang sekaligus juga terdakwa.

Perlu diketahui, korban Leo Sembiring (29) mendapatkan penganiayaan oleh adik iparnya Pratu Resbin pada 24 September 2016 sekitar pukul 01.30 Wib dini hari tepatnya dua tahun yang lalu.

Sebab terdakwa Resbin Sihotang yang dulunya anggota Yonzipur 17 mulawarman datang ke kediaman Leo Sembiring dan langsung masuk ke kamar tidurnya .

Usai melakukan penganiayaan terhadap leo sembiring, terdawa juga sempat mengancam menggunakan sebilah pisau berupa sangkur kepada korban, karena pada saat anak-anak korban menjerit ketakutan karena melihat ayahnya dianiaya Resbin.

Sangking takutnya terhadap aksi brutal Pratu Resbin Sihotang tersebut, Leo pun berontak dan berlari menyelamatkan diri.

Setelah menghubungi pihak keluarganya, Leo pun kembali mendatangi kediaman yang di Jalan Pertanen Desa Tuntungan Kecamatan Pancur Bau, namun situasi semakin memanas dan tak terkendali karena Pratu Resbin Sihotang yang datang bersama tiga saudaranya Rumpun Sihotang yang juga pecatan dari Yonkav 6 Medan dan Timbul semakin mengganas.

Melihat situasi yang tidak karuan, Leo pun akhirnya memilih untuk pergi melaporkan kejadian tersebut ke Denpom 1/5 Medan dan diarahkam melakukan visum ke rumah sakit terdekat.

Setelah selasai melakukan visum di rumah sakit Peringadi Medan, Leo pun akhirnya kembali ke kediamannya di Desa Tuntungan , namun dirinya sangat sedih ketika kembali ke kediamannya. Tapi, dirinya tidak lagi melihat istri dan 3 anaknya yang masi balita.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Letkol Chk Agus Husin, SH, MH, Hàkim angota 1 letkol Chk Sahrul, SH, Hakim Anggota 2 Mayor Chk JM Siahaan, SH, Panitra Peltu Ribut Budi Santoso, Hadir juga dari Oditur militer Mayor Darwin Hutahaean, SH

Majelis Hakim Letkol Chk Agus Husein, SH, MH mengatakan persidangan ditunda dan di lanjutkan pada 18 Juli 2019 dalam agenda menunjukan bukti bukti ke dalam persidangan.

Usai menjalani sidang, saat dikonfirmasi langsung, Leo mengatan dirinya sudah tidak tau, sebab keberadaan anak-anaknya setelah pada malam kejadian itu dibawa oleh terdakwa pergi dari rumahnya.

Dirinya juga akan melaporkan kasus ini ke Komnas Perlindungan Anak untuk mengusut tuntas. “Karena keberadaan anak-anaknya saat ini, sudah tiga tahun kami pisah bang, saya tidak tau, dimana mereka,” tukasnya.

Dalam persidangan dihadirkan 4 saksi yakni Leo Selaku Korban, Sulaiman, Benny, Kopda Nikmat keterangan saksi dipersidangan diduga dibantah terdakwa Pratu R Sihotang.

Usai Sidang Pratu Resbin Sihotang menolak saat akan di konfirmasi oleh beberapa awak media terkait sidang yang ia jalani.

(PR

No Response

Leave a reply "DIDUGA ANIAYA JURNALIS, ANGGOTA RINDAM 1BB SIANTAR DISIDANGKAN"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.