by

Diundang INNI, Pelaut Senior Pertanyakan Adanya Dukungan Terhadap PP KPI

JAKARTA-Sebelum Hasoloan Siregar atau Solo dan Teddy Syamsuri atasnama mewakili komunitas Pelaut Senior dari markasnya di Jl Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310, Kamis, (11/7/2019).

Dia berangkat memenuhi undangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Nakhoda Niaga Indonesia (INNI) di Gedung Kampus Ungu Akademi Maritim Indonesia (AMI) lantai dasar di Pulomas, Jakarta Timur, tiba-tiba masuk sms (pesan singkat) yang cukup mengusik.

Adapun isi pesan singkat itu, bahwa surat elektronik yang dikirim Juru bicara Pelaut Senior Teddy Syamsuri ke International Transportworkers Federation (ITF) tertanggal 7 Juli 2019 yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) ITF Stephen Cotton yang berkedudukan di London Inggris, dan Administrasi Regional ITF Asia Pasifik Kim Ralley yang berkedudukan di Sydney Australia.

Pesan singkat itu berbunyi, jika surat itu dikembalikan ke Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) untuk diselesaikan. Begitu durasi awal sms itu disampaikan Solo dalam rilisnya kepada pers (11/7/2019).

Sekjen Pengurus Pusat (PP) KPI Dewa Nyoman Budiasa, beber Solo, katanya Budiasa sudah meyakinkan ITF bahwa hal Pelaut Senior sebaiknya diabaikan saja oleh ITF.

“Karena Teddy Syamsuri yang mengaku jurubicaranya, tidak berani bersurat kepada KPI. Selain hanya memprovokasi lewat media elektronik dengan tulisan-tulisannya yang tidak masuk akal sehat alias bohong”, kata Solo yang juga aktivis KAPPI Angkatan 1966 Rajon PGT.

Solo melanjutkan pesan tersebut, katanya beberapa kali KPI melakukan pertemuan dengan pemerintah, dengan INNI dan dengan CIMA (Consortium Indonesia Manning Agencies).

“Semuanya dikatakan mendukung PP KPI yang ada saat ini. Frasa INNI mendukung PP KPI inilah yang jadi bahan untuk kami pertanyakan dalam pertemuan kami dengan INNI”, ungkap Solo.

Pertemuan itu dengan tema menyoal KPI, hadir dari DPP INNI adalah Ketua Capt Nasdion Agoes, Wakil Sekjen Capt Asnar Sitompul, Ketua Dewan Pakar Capt Kurdi Sudjatmika, Sekretaris Dewan Pakar Capt August Hutabarat, dan Anggota Dewan Pakar Capt F Kambey.

Saat tiba sessi dialog interaktif, Solo dengan tegas menyatakan jika perjuangan komunitasnya sejak Oktober 2015 tidak punya kepentingan seperti mengejar untuk menjadi pengurus baru. Tidak.

Dan kesalnya juga, sama sekali tidak pernah menuntut agar keuangan dan harta kekayaan sebagai aset organisasi KPI yang dihasilkan dari setoran kontribusi perusahaan saat Solo dan kawan-kawan bekerja di kapal-kapal asing, agar dibagi ke komunitasnya. Tidak.

“Agar para pimpinan INNI ketahui, kami tidak ingin jadi pengurus KPI. Kami pun tidak sedang mencari-cari ujung-ujungnya duit, uud, tidak!” kata Solo geram jika ada pihak yang menilai perjuangan komunitasnya bernada miring dan negatif thinking.

Soal bersurat kepada KPI, menurut Solo Penasehat komunitas Pelaut Senior Binsar Effendi Hutabarat sudah pernah melakukan. Tapi tanpa alasan jelas, surat itu ditolak dan dikembalikan.

“Surat Pelaut Senior yang dibuat oleh penasehat, perihal minta tatap muka. Yang antar sahabat Bung Kusnadi langsung ke kantor PP KPI, padahal tembusan surat ke Dirjen Hubla justru diterima dengan bukti stempel TU Kemenhub. Jadi dibilang belum bersurat, merekalah yang berbohong” ungkapnya.

“Terus soal komunikasi langsung dengan Sekjen KPI Budiasa juga pernah dilakukan untuk bisa dilakukan pertemuan, tapi mereka sendiri yang terus ingkar janji. Dengan demikian siapa yang berbohong, dan siapa yang ingkar janji?”, ungkap Solo geram.

Selanjutnya Solo menegasikan apabila narasi perjuangan komunitas Pelaut Senior sudah bergeser ke kosa kata mohon negara hadir selamatkan dan audit keuangan organisasi KPI, dengan melayangkan surat resminya kepada Presiden, Menteri Koordinator bidang Maritim, Menteri Perhubungan dan Menteri Tenaga Kerja, menurut Solo sejatinya justru untuk mendorong Ketua Umum DPP INNI Capt Anton Sihombing yang informasinya secara langsung sudah mengirimkan surat resmi DPP INNI kepada pihak pemerintah terkait rekomendasinya mengenai meminta pemerintah mengaudit organisasi KPI.

“Informasi yang kami terima itu, sejak awal 2018, surat resmi yang diantar langsung oleh Ketua Umum DPP INNI kepada Menko Maritim, Menhub, Menaker dan Mensesneg. Sayangnya lebih dari setahun ini, belum juga kami dengar konfirmasi atas surat rekomendasi tersebut dari DPP INNI. Sebab itu kami mendorong INNI dengan narasinya yang bersesuaian, yaitu audit KPI oleh pihak pemerintah. Pasalnya secara eks officio, jabatan Dirjen Hubla dan Dirkapel adalah Pembina KPI. Jadi, sangat sangat relevanlah”, ujar Solo.

Hanya saja, lanjut Solo, pesan masuk yang konon INNI mendukung PP KPI yang ada saat ini, yang dianggap paradoks.

Ketua Dewan Pakar DPP INNI Capt Kurdi secara pribadi menepis pernah ada pertemuan dengan PP KPI, apalagi dinyatakan mendukung PP KPI yang ada saat ini. Sebab, rekomendasi DPP INNI yang setahun lalu dikirim kepada pihak pemerintah, jelas meminta pemerintah mengaudit KPI.

“Kami akan merapatkan secara intern soal adanya dukungan INNI ke PP KPI yang ada saat ini” ucap Capt Kurdi agak lirih.

Juru bicara komunitas Pelaut Senior Teddy Syamsuri kemudian berusaha meminimalisir kegerahan Capt Kurdi.

“Kami tidak ada suudzon terhadap DPP INNI. Kami juga sependapat, kami percaya tidak pernah ada dukungan INNI ke PP KPI yang ada saat ini” ujar Teddy Syamsuri yang juga Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI meredakan suasana kebatinan DPP INNI atas pesan dimaksud.

Hanya saja Teddy Syamsuri yang juga Ketua Umum Lintasan ’66 mengingatkan kembali jika para founding fathers KPI adalah para seniornya INNI.

“Kami sadar seperti juga Bung Solo katakan diawalnya, bahwa kami tak pernah ada balutan interest dalam berjuang. Ini adalah murni panggilan atas kewajiban dan tanggung jawab moral kami belaka. Justru yang mestinya lebih kuat terhadap kewajiban dan tanggung jawab moral adalah dari INNI sendiri untuk menyelamatkan organisasi KPI yang amburadul”, ucap Teddy Syamsuri lantang.

Pada akhirnya dalam notulen yang disampaikan oleh Anggota Dewan Pakar DPP INNI Capt F Kambey, bahwa pertemuan kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama seperti mengundang Pengurus CIMA serta pimpinan organisasi pelaut yang ada, untuk duduk bersama yang dimungkinkan akan difasilitasi oleh DPP INNI. Temanya akan tetap sama, yaitu menyoal KPI, dengan harapan terjadi komitmen bersama diantara yang hadir nantinya.

“Mengingat suasana lebaran juga masih ada. Kami, komunitas Pelaut Senior, menyampaikan mohon maaf lahir dan batin, minal aidzin wal faidzin” ucap Juru bicara komunitas Pelaut Senior Teddy Syamsuri bersama Hasoloan Siregar menyalami semua yang hadir dalam pertemuan tersebut.

*(PR.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed