by

RUMAH SBY DIGERUDUK RATUSAN ORANG

arak

JAKARTA detikperistiwa.com- Rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan digeruduk ratusan yang mengatasnamakan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia.

Mereka membentangkan beberapa spanduk bertuliskan “Terapkan Nilai-Nilai Pancasila kepada Pendidikan, Menolak dan Lawan Isu SARA upaya adu domba rakyat”.

Kabar penggerudukan tersebut, diungkapkan SBY lewat akun twitternya @SBYudhoyono sekitar pukul 15.20 WIB. Kicauan itu ditulis langsung oleh SBY karena menggunakan tanda *SBY*.   “Saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak,” cuit SBY.

Tanggal 1 Feburari silam, SBY berbicara kepada wartawan, bahwa haknya telah diinjak-injak dengan adanya penyadapan ilegal, hingga namanya disebut dalam sidang penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pengacara Ahok, Humphrey Djemat menuding Ketua MUI Ma’ruf Amin mendapat telepon dari SBY yang meminta MUI mengeluarkan fatwa soal ucapan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51. Fatwa itu dikeluarkan pada 11 Oktober 2016, empat hari setelah pertemuan KH Ma’ruf Amin dan calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Kuasa hukum Ahok mengaku memiliki bukti percakapan SBY dengan Ma’ruf Amin.

“Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah SWT,” ujar SBY.

Ada lima cuitan SBY tentang penggerudukan itu. Dia mempertanyakan tentang tidak adanya pemberitahuan tentang aksi di kediaman pribadinya itu. “Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi,” kata dia.

Menurut SBY, dia mendengar informasi tentang adanya upaya untuk menangkap dia. “Kemarin yang saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi dan agitasi terhadap mahasiswa untuk ‘Tangkap SBY’,” kata dia.

SBY juga mempertanyakan aksi itu kepada presiden Joko Widodo dan Kapolri. “Apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki?,” kicau SBY.

Namun, Polisi membantah informasi rumah mantan Presiden SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta digeruduk ratusan orang, seperti cuitan Presiden RI ke-6 itu di Twitter.

Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Purwanta membenarkan adanya demonstrasi mahasiswa di kawasan Mega Kuningan, namun bukan di depan rumah SBY. “Kebetulan rumah Pak SBY kan di situ,” ujar Purwanta saat dikonfirmasi.

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia menduduki Jalan Mega Kuningan Jakarta Selatan, depan lapangan Kantor Kedutaan Besar Kuwait, sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka membentangkan beberapa spanduk bertuliskan “Terapkan Nilai-Nilai Pancasila kepada Pendidikan, Menolak dan Lawan Isu SARA upaya adu domba rakyat”.

Para mahasiswa juga membagi-bagikan selebaran bertuliskan empat tuntutan diantaranya: Pertama, usut tuntas semua kasus korupsi tanpa pandang bulu. Kedua, menolak & lawan isu SARA dan seluruh upaya adu domba rakyat. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Pendidikan dan terakhir tolak dan lawan oganisasi radikal yang anti Pancasila.

Setelah beraksi di Mega Kuningan, mereka rencananya akan mendatangi Gedung DPR RI untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut rumahnya di di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan atau di belakang Kedutaan Besar Qatar, sore ini didatangi ratusan orang.

SBY mempertanyakan kenapa polisi tidak memberi tahu dirinya soal ini. Dia mengatakan, undang-undang tidak memperbolehkan adanya unjuk rasa di rumah pribadi.   (rnc)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed