by

JALAN RUSAK PARAH, PERUSAHAAN JANGAN HANYA KURAS KEKAYAAN ALAM ACEH

Jalanmu

ACEH UTARA detikperistiwa.com-Jalan yang dibangun perusahaan Migas di Aceh Utara, sejak tahun 1973,  ternyata masih dalam kondisi rusak parah, nama boleh berganti, mulai dari PT Mobil Oil, diganti  PT. Exxon Mobil dan kini dilanjutkan  anak perusahaan PT. Pertamina yaitu, PT. Pertamina Hulu Enegi.

 

“Namun, hingga saat ini perbaikan jalan lingkungan tersebut dilakukan hannya setengah hati ,” kata Tokoh Masyarkat Desa Riweuk, Kecamatan Paya Bakong   M. Yusuf,

 

“Seingat saya, jalan yang pernah dibangun  perusahaan PT.  Mobil Oil pada tahun 1973 dan kemudian di Aspal  perusahaan tersebut, sampai dengan saat ini belum pernah jalan itu direhab total,” ujar M.Yusuf

 

Katanya lagi, selama pertamina jalan itu pernah direhab, tapi, itupun hanya menutupi lubang badan jalan saja dengan menggunakan bahan Urvil,dan ditempel Aspal, kini jalan itu pun tampak semakin parah rusaknya.

 

Mengingat kondisi usia badan jalan yang sudah sangat tua, jelas bandan jalan pun dipenuhi lubang. “Lubang di sepanjang jalan bagaikan dihatur bak mainan congklak. Banyak penguna jalan yang menghidari lobang jalan hingga memungkinkan terjadi kecelakaan,” ungkap M.Yusuf

 

Pintanya, Tidak tutup kemungkinan, contohnya, pengguna jalan yang sempat terjadi kecelakaan saat menghindari lobang jalan hingga terjungkal dari kendaraan roda dua yang dikendarainya,

 

Seperti  beberapa waktu lalu, Geuchik Rauf Desa Tanjong Tgk. Kari Kecamatan Matang Kuli mengalami kecelakaan, di daerah Classter III,  tepat di depan kedai Tampal ban.

 

“Geuchik Rauf mengalami Patah pada bagian tulang lengan tangan, akhirnya Geuchik Rauf terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit di Banda Aceh,”  cetus M. Yusuf

 

“Masih banyak korban lain yang berjatuhan di jalan itu. Oleh sebab itu kita mohon Pemerintah dan Perusahaan terkait agar segera menanggani rehab berat terkait jalan yang rusak parah ini,” urainya.

 

Banyak penguna jalan yang berlalu lalang melintasi jalan itu, seperti warga yang tinggal di pendalaman yaitu warga di Kecamatan, Aron, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Paya Bakong, Piraktimu dan sebahagian warga Kecamatan Lhoksukon  juga melintasi jalan itu untuk lebih dekat menuju ke Kota Lhoksumawe.

 

“Jadi sangat penting, untuk dilakukan rehab berat, karena jalan itu selain digunakan warga untuk untuk melakukan rutinitas, jalan tersebut sangat pengaruh untuk menunjang bertumbuhan ekonomi rakyat, dan mengangkut hasil bumi,” tutupnya M. Yusuf

 

Sementara Itu, PC LSM KCBI, Jamal BJ saat diminta tangapan meminta kepada Pihak PT. Pertamina Hulu Energi untuk mengrehab jalan itu, jagan asal mengambil manfaat saja dari hasil Bumi Aceh Utara,

 

” Kita memohon perhatiannya kepada pembagunan jalan itu, jagan hanya memanfaat kan hasil bumi Aceh Utara saja, namun dengan kehadiran perusahaan Pertamina Hulu Energi agar lebih bermakna untuk masyarakat Aceh Utara dan saling menghargai untuk masyarakat yang ada di perusahaan migas, agar dapat memperbaiki jalan yang sudah ada,” ujar Jamal

 

Harapan yang sama, datang dari Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Aceh Utara, Edi Anwar agar pihak PT. Pertamina Hulu Energi untuk mengrehab jalan itu, karena sudah banyak dikuras hasil bumi Aceh Utara, masak itu saja tidak bisa ditagani  pihak pertamina.

 

” Kita sudah pernah menyampaikan Ke PHE , tapih pihak PHE mengatakan akan mengusulkan dulu ke Pertamina pusat, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban dari pihak pertamina,” ungkap Edi Anwar

 

Lanjutnya, pihak pemerintah Aceh Utara bukanya tidak mau mengrehab jalan itu, tapi anggaran yang ada di Aceh Utara tidak mencukupi, karena jika untuk mengrehab jalan tersebut butuh anggaran yang besar.(Khaini /H a Muthallib )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed