by

PASAR AGROBISNUS WATAS LUBUKLINGGAU BELUM DIFUNGSIKAN, HAFIDZ : PEMKOT AROGAN DALAM PENGANGGARAN

Lubuklinggau – Revitalisasi Pasar Agrobisnis watas, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau yang dikerjakan pada tahun anggaran 2018 dengan nilai anggaran sebesar 1,7 miliar, melalui APBD hingga saat ini terpantau belum difungsikan.

Terpantau dilapangan, Pembangunan yang diketahui dianggarkan Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) dan dilaksanakan oleh CV. Kenanga Jaya Bersama selaku rekanan itu kini tidak terawat.

Hafidz Noeh, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Pemerhati Pemerintah dan Pendidikan (LSM-FP3) mengkritik kebijakan Pemerintah Kota Lubuklinggau yang dinilai arogan dalam menggunakan APBD.

Ketua LSM FP3 itu prihatin terhadap kebijakan – kebijakan Pemkot Lubuklinggau yang arogan dan tidak teliti dalam mematangkan perencanaan pembangunan.

“Lagi – lagi kebijakan Pemkot Lubuklinggau dinilai arogan dalam menghamburkan anggaran, coba lihat akhirnya bangunan yang dibangun menggunakan APBD tersebut hanya menjadi bangunan tidak berpenghuni,” Kritik Hafidz.

Dikatakan hafidz seharusnya sebelum penganggaran tersebut, Disperindagsar harus detail dalam perencanaan, sudah matang dan tepat kah peruntukan nya.

“diduga akibat dari perencanaan yang tidak matang, dan terkesan yang penting ada kegiatan atau proyek, miliaran rupiah uang rakyat hanya menjadi gedung yang seperti tempat uji nyali,” Katanya.

“coba kita lihat, siapa yang mau jualan disana, tempat atau kawasan itu belum cocok untuk dibangun pasar, karena pedagang dan pembeli lebih memilih bertransaksi dipasar muara atau pasar terminal atas yang cuaca nya lebih pas untuk para pedagang dan pembeli baik dari dalam kota maupun luar kota untuk bertransaksi,” tegas Hafidz

Sementara itu, Kepala Disperindagsar Lubuklinggau tidak dapat ditemui dan dihubungi, sampai berita ini ditayangkan. “(Andika saputra).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed