by

DOKTER BANTAH BUKA TEMPAT PRAKTEK “ABORSI” DI KUALA SIMPANG

Abo

KUALA SIMPANG detikperistiwa,com-Ada saja ulah dokter yang satu ini, untuk mengelabui penegak hukum dokter spesialis kandungan yang membuka usaha praktek di Jalan Medan Banda Aceh, Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang memiliki dua tempat usaha praktek, diduga kuat telah lama menjadi tempat praktek “Aborsi”.

Menurut informasi yang diterima media ini bekas Klinik bersalin dan satu tempat milik dr. AH, di Kuala Simpang saat ini diduga kuat telah digunakanoknum dokter Spesialis kandungan telah digunakan untuk tempat “Aborsi”.

 

Kabar yang di terima media ini, praktek aborsi telah lama dilakoni  dr. AH dengan modus sistem jaringan dengan menggunakan jasa karyawannya, harganya pun berpariasi.

 

Dua lokasi yang diduga dijadikan tempat untuk tindakan aborsi, masing masing bekas Klinik yang saat ini digunakan tempat praktek dan salah satu tempat di Kampung Dalam Kabupaten Aceh Tamiang, patut diduga dokter tersebut telah melanggar ijin praktek dan pasal 299, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349 KUHP terkait pelaku Aborsi.

 

Sementara dokter A. Halim Sp.OB saat dikomfirmasi   Senin (8/2) membantah dirinya melakukan praktek “aborsi” ilegal. “ Kapan saya lakukan aborsi, coba lihat tempatnya mana mungkin saya lakukan aborsi dengan kondisi tempat seperti ini,” kilahnya.

 

“Kalau dulu mungkin ada, itupun demi menyelamatkan jiwa orang, karena yang datang ke tempat saya sudah mengalami pendarahan, itu dulu, sekarang saya pun sudah tua mata sudah kabur mana mungkin saya melakukan praktek aborsi lagi,” elak dr. A. Halim.

 

Lebih lanjut menambahkan, ia hanya sebentar di tempat praktek ini, hanya untuk USG dan pasang Spiral. “Paling 4 jam saya di sini, selebihnya saya di Kampung Dalam,” ujar dokter di Rumah Sakit Pertamina itu.

 

Dokter umur 52 tahun mengakui tempat prakteknya sekarang bekas Kliniknya yang dibuka dari tahun 2006 hingga 2015. “Saat ini hanya melakukan tindakan USG dan pasang Spiral saja dengan tarifnya Rp 50 ribu untuk USG dan untuk pasang spiral di bandrol Rp 300 ribu,” jelas dr. A. Halim Sp.OB.

 

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi, Spontaneous abortion (gugur kandungan yang disebabkan trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami), Induced abortion atau procured abortion (pengguguran kandungan yang disengaja) termasuk di dalamnya Therapeutic abortion (pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, kadang-kadang dilakukan sesudah pemerkosaan.

 

Eugenic abortion (pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat) atau Elective abortion (pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain). (amt )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed