by

INFRASTRUKTUR JALAN-JEMBATAN DI ACEH TIMUR MEMPERIHATIKAN

Keterangan Gambar : Kondisi jembatan di Desa Paya Bili Dua Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. (H a Muthallib )
Keterangan Gambar : Kondisi jembatan di Desa Paya Bili Dua Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. (H a Muthallib )

ACEH TIMUR detikperistiwa.com – Pemkab Aceh Timur dan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit diminta untuk memperhatikan fasilitas publik terutama jembatan dan jalan di  Gampoeng Paya Bili Dua, kecamatan Birem Bayeun.

“Fasilitas ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat daerah, pemerintah kabupaten itu jangan hanya mengubar janji (jual minyak angin) terkait rencana pembangunan di beberapa desa dalam wilayah Aceh timur,” sebut salah seorang Masyarakat yang namanya tidak dituliskan.

 

Kondisi fasilitas burukn itu di temu di salah satu desa pedalaman di Aceh Timur, pembangunan di daerah itu sangat memprihatinkan. “Banyak jalan dan jembatan di daerah pedalaman yang luput dari perhatian pemerintah, hingga saat ini belum tersentuh pembangunan,” sebutnya lagi Sabtu (11/2).

 

Amatan media ini, salah satu contoh jembatan penghubung ke beberapa desa di Gampoeng Paya Bili Dua, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur sangat memprihatian sekali tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah daerah dan pihak perkebunan selama ini terus memanfaatkan jalan desa itu.

Infra

Sementara Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FAKTA Rabono Wiranata Minggu (12/2) pada media ini mengatakan, banyak jalan dan jembatan di Kabupaten Aceh Timur belum tersentuh pembangunan.

Rabono menambahkan, padahal sebagian titik lokasi berada dalam areal beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu

 

“Banyak jalan dan jembatan dalam wilayah Aceh timur sekarang hancur pejabat di daerah itu membiarkan begitu saja tidak ada upaya untuk memperbaiki fasilitas umum itu,” sebutnya lagi.

 

Seharusnya baik Pemda Aceh Timur dan pihak perkebunan jangan menutup mata terhadap kepentingan umum ini jangan sampai jembatan hancur total nanti masyarakat sekitar tidak bisa menggunakan lagi. “ Baru Pemkab dan perkebunan sibuk,”  ujar wiradinata menutup keterangannya. (H a Muthallib )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed