Menuju Indonesia Unggul Dan Nelayan Sejahtera, Bala Rokhmin Berharap Rokhmin Dahuri Masuk Kabinet Presiden Jokowi Periode Keduanya

 

JAKARTA-Barisan Laut Rokhmatan Lilalamin (Bala Rokhmin) menyambut baik pernyataan Presiden Ir H Joko Widodo (Jokowi) saat berdiskusi dengan para pemimpin redaksi (pemred) media nasional di Istana Kepresidenan Jakarta pada 14 Agustus 2019 lalu, bahwa kabinet Presiden Jokowi periode keduanya sudah final dan tinggal diumumkan. Kabinet terdiri dari 34 kementerian yang berisi 55 persen dari profesional dan 45 persen dari partai politik (parpol).

Menurut Ketua Bala Rokhmin, Teddy Syamsuri dalam rilisnya kepada pers (16/8/2019), dikatakan cukup ideal dan optimis untuk visi menuju Indonesia unggul bisa tercapai.

Namun dengan tetap menghormati dan menghargai pilihan menteri sebagai pembantu presiden adalah hak prerogatif Presiden Jokowi, dan tetap mengapresiasi capaian kinerja kabinet Presiden Jokowi periode pertama, diantaranya adanya efek jera illegal fishing nelayan asing karena eksekusi penenggelaman kapal illegalnya yang tanpa kompromi.

Ijinkan komunitas Bala Rokhmin untuk menyampaikan harapan terkait visi menuju Indonesia unggul, sangat diharapkan juga nasib kaum nelayan yang masih banyak didera kemiskinan, ikut serta menjadi unggul sampai tingkat kesejahteraan mereka layak hidup setara dengan kaum lainnya, kaum tani dan kaum buruh.

Pasalnya secara realita kinerja nelayan, pembudidaya dan industri perikanan semuanya cenderung anjlok, bahkan banyak yang sudah tutup usaha.

Ada ribuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perikanan yang bangkrut dan sekarat.

Pembudidaya ikan nila di Danau Toba, dikorbankan untuk tutup usahanya. Pengumpul benih lobster, bangkrut dan jatuh miskin.

Pusat industri pengolahan perikanan seperti di Bitung Sulawesi Utara, Tual Maluku dan Sorong Papua Barat, sekarang nampaknya seperti kota mati dan tidak lagi dijadikan andalan wilayah produk-produk perikanan Indonesia.

Jika volume ekspor perikanan ditahun 2014 sekitar 1,2 juta ton, tutur Teddy Syamsuri, sampai sekarang justru berada dibawah 1 juta ton. Produksi pakan ikan nasional dari yang sebelumnya mendekati 90 persen, sekarang turun dibawah 70 persen.

Begitu pula utilitas Unit Pengolahan Ikan (UPI), yang sebelumnya diatas 50 persen turun sampai dibawah 40 persen. Demikian gambaran buram kontribusi ekonomi sektor kelautan dan perikanan yang masih jauh dari optimal, terutama bagi kaum nelayan dan masyarakat kelautan.

“Jujur jika ada kebijakan pemerintah yang dalam memberantas illegal fishing dan cukup berhasil, tapi terkesan ada kebijakan yang belum disadari bisa menghentikan aktivitas nelayan sebagai obyek perikanan dan kelautan yang potensial”, ungkap Ketua Bala Rokhmin yang juga Ketua Umum Lintasan ’66 dan Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI.

Kurang disadari atas kebijakan yang memiskinkan nelayan tangkap dan terkesan juga merusak tatanan budidaya, beber Teddy Syamsuri yang juga juru bicara komunitas Pelaut Senior, karena kinerja pemerintah sektor kelautan dan perikanan yang merupakan nilai sosial yang mestinya sarat keperdulian masih belum menyentuh pada kepentingan kaum nelayan, yang mestinya harus ditanggung untuk memberikan yang terbaik.

Atas pertimbangan masih belum diumumkan dan belum juga diketahui calon menteri yang merupakan pilihan hak prerogatif Presiden Jokowi, tidaklah salahnya manakala Bala Rokhmin menyampaikan harapan untuk juga berkenan dijadikan bahan pertimbangan Presiden Jokowi.

Menurut Ketua Bala Rokhmin, Teddy Syamsuri, adalah sesuatu yang dirasa kurang baik jika berbagai aspirasi masyarakat khususnya kaum nelayan dan masyarakat pesisir serta masyarakat kelautan, hanya disimpan dalam impian dan tidak disampaikan. Sebagai kewajiban dan tanggung jawab moral yang tidak elok jika disimpan-simpan.

Terkait untuk menuju Indonesia unggul dan kehidupan nelayan sejahtera. Dengan mengantarkan aspirasi yang dikehendaki oleh kaum nelayan, masyarakat pesisir, pembudidaya perikanan dan stakeholder lainnya.

“Ijinkan Bapak Presiden Jokowi. Kami berharap Prof Dr Ir H Rokhmin Dahuri, MS. anak asal nelayan yang secara linier berpendidikan perikanan sampai ke diploma doktor. Selain ahli di bidang kelautan dan perikanan serta profesional di bidang tersebut, juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Persatuan Indonesia Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan di Kabinet Gotong Royong Presiden Megawati Soekarnoputri. Yang prestasinya sangat dirasakan oleh kaum nelayan khususnya, untuk masuk dalam kabinet Presiden Jokowi di periode keduanya. Semoga saja Bapak Presiden mempertimbangkan harapan kami ini. Terimakasih. Salam hormat kami”, pungkas Ketua Bala Rokhmin, Teddy Syamsuri, yang didampingi oleh Koordinator Lapangan, Eddy Samsuri.

No Response

Leave a reply "Menuju Indonesia Unggul Dan Nelayan Sejahtera, Bala Rokhmin Berharap Rokhmin Dahuri Masuk Kabinet Presiden Jokowi Periode Keduanya"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.