by

TANGIS DUKA KEPALA KUA KECAMATAN DUO KOTO

PASAMAN detikperistiwa.com – Cupak itu lah panuah, manusia datangnya dari Allah dan kembali juga kepangkuan Nya. Betapa cinta dan sayangnya manusia terhadap pasangannya, namun Allah pasti lebih menyayangi dan mencintai.

Tetes demi tetes butiran bening tampak bergulir haru dari pelupuk mata Zakaria, tangisan duka Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Duo Koto tumpah seketika, tatkala mata sang istri Kholida terpejam dengan senyuman dan pergi untuk selama-lamanya menemui Ilahi.

Tepat dihari Selasa (14/2), pasangan yang telah memberikannya sepasang anak menghembuskan nafas terakhir dengan tutup usia 42 tahun sekitar pukul 17.30 WIB di RSUD Lubuk Sikaping, dimana almarhumah sempat menjalani rawat inap selama sembilan hari akibat komplikasi  penyakit yang diderita.

Informasi yang diterima kontributor web dari rekan-rekan sesama Kepala KUA, sebelum wafat almarhumah akan dirujuk untuk rawat lanjutan ke RSUD Bukittinggi, akan tetapi batal dilakukan dikarenakan kondisinya semakin drop dan kesehatannya semakin menurun hingga tiada tertolong lagi secara medis. Usai urusan administrasi di rumah sakit, langsung hari itu juga jenazah dibawa ke kediamannya di Kecamatan Panti.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H.Abdel Haq yang turut melayat ke rumah duka beserta jajarannya menyampaikan empati dan duka yang mendalam atas kepergian istri tercinta Kepala KUA Kecamatan Duo Koto itu. Dihadapan keluarga besar ahli musibah dan ratusan pelayat, beliau beserta keluarga besar instansi turut mendoakan alamarhumah semoga husnul khatimah, dan Allah menerima segala amal ibadahnya di dunia serta mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Nya.

Katanya, kematian ataupun ajal merupakan takdir dan  keputusan Allah yang tidak dapat diganggu gugat walau sedetik waktu diminta. Segala upaya manusia yang telah dilakukan tetapi jika Dia telah berkehendak siapapun tidak dapat menghalanginya. Baginya kematian juga merupakan pelajaran kepada seluruh manusia agar dapat mempersiapkan bekal diri dengan baik sebelum maut menjemputnya.

Abdel Haq juga meminta kepada Zakaria dan keluarga untuk senatiasa dalam keadaan sabar, tabah dan keimanan yang tinggi dalam menghadapi musibah. Kepergian almarhumah hendaknya diiringi dengan doa dan baik sangka terhadap kuasa Sang Khalik.

Diinformasikan sejam sebelum wafat, Abdel Haq beserta Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat H.Bustari dan sejumlah Kepala KUA kecamatan sempat membezuk ke rumah sakit melihat keadaan almarhumah. Dan dikesempatan itu H.Bustari menyampaikan doa semoga diberi kekuatan dan kesembuhan dari penyakit yang diderita.

Menurut kabar dari salah seorang keluarga Zakaria, jenazah almarhumah dikebumikan Rabu (15/2) sekitar pukul 13.00 WIB usai dishalatkan di mesjid yang berdekatan dengan rumah duka dan langsung dimakamkan. Direncanakan Kakankemenag dan sejumlah ASN turut menghadiri dan menghantarkan jenazah keperistirahatan terkahirnya.(by78/Icuk Rz).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed