by

BABAK BARU KASUS KEMATIAN NAZARUDDIN PATUT DICERMATI

JAKARTA detikperistiwa.com –-Polri diharapkan profesional menuntaskannya dan semua penyidik yang terlibat dalam menangani kasus Nazaruddin perlu dinonaktifkan dari jabatannya agar proses kasus ini tidak masuk dalam ranah konflik kepentingan. Selain itu proses penanganannya perlu diawasi Tim Independen mengingat banyaknya kejanggalan dalam proses pengungkapan kasus kematian Nazaruddin tersebut.

 

Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane berharap Polri segera mengusut laporan Antasari maupun laporan SBY agar kasus kematian Nazaruddin terang benderang, sehingga akan terungkap apakah ada unsur politis di balik kasus ini, apakah ada intervensi kekuasaan atau justru penyidik Polri yang tidak profesional.

 

“Bagaimana pun apa yg diungkapkan Antasari dalam kasuss terbunuhnya Nazaruddin menjadi isu baru yang harus diungkapkan polri. Sebab selama ini laporan Antasari soal hilangnya baju Nazaruddin dan tentang sms palsu seperti tidak “digubris” Polri. Sehingga kasus ini tidak selesai secara tuntas dan terang benderang,”  N S Pane dalam siaran persnya Rabu (15/2).

 

Untuk itu agar kasus ini tuntas semua penyidik yang terlibat dalam penanganan kasus Nazaruddin segera dinonaktifkan. Tujuannya agar kejanggalan-kejanggalan  dalam kasus ini bisa diungkapkan. Antara lain, sebelum dibawa ke kantor polisi, orang-orang  yang disebut sebagai eksekutor dibawa kemana. Apakah ada pihak lain yang terlibat dalam membantu polisi saat menangkap orang-orang  yang disebut sebagai eksekutor dan siapa mereka.

 

“Kemana hilangnya baju Nazaruddin. Kemana sopir Nazaruddin yang menjadi saksi kunci kematian itu. Kemana Rani. Kemana sepeda motor yang katanya digunakan dalam mengeksekusi Nazaruddin dan lainnya. Kejanggalan-kejanggalan  ini perlu diungkap ulang,” jelas Ketua Presidium Ind Police Watch

 

IPW mendukung 1000 persen kasuss ini dibuka lagi. Tapi apa mungkin Polri mau memproses kasuss yang diungkap Antasari ini dengan tuntas, mengingat para penyidik polri yang menangani kasus kematian Nazaruddin sudah menjadi pejabat tinggi diinstitusinya.

 

“ Artinya, jika kasus Antasari ini mau dibuka lagi Kapolda Metro Jaya Irjen N Iriawan harus dinonaktifkan dari jabatannya agar tidak terjadi konflik kepentingan, sebab saat itu Iriawanlah sebagai Direskrimum yang mempimpin penanganan kasus kematian Nazaruddin dan menangkap Antasari. Kunci jawaban dari apa yang dipaparkan Antasari itu tentu ada di Irjen Iriawan dan Kapolda Metro Jaya saat itu serta Kapolri waktu itu,” urainya dengan tegas.

 

“Jika kasuss ini hendak dibuka lagi para petinggi Polri itu harus diperiksa. Melihat semua itu tentu sangat mustahil untuk membuka kembali kasus kematian Nazarudin dan membuka apa yang diungkap Antasari,” tuturnya.

 

Risikonya jika polri tidak menuntaskan kasuss ini secara transparan, Antasari harus siap-siap menghadapi laporan SBY dengan tuduhan fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter Mantan Presiden tersebut.

 

“Sebagai Mantan Jaksa dan Mantan Ketua KPK Antasari harusnya berpikir ulang untuk membuat tuduhan pada SBY, karena pada dasarnya tuduhan itu akan sulit dibuktikan dan kuncinya ada di Polri yang tentunya polri tidak akan mau memberikan kunci itu,” ujarnya.

 

Sementara orang-orang yang disebutkan Antasari tentu akan membantah semua ucapan Mantan Ketua KPK tersebut karena tidak ada bukti yang menguatkan. Akibatnya Antasari akan terjepit sendiri, karena akan dilaporkan SBY telah melakukan fitnah.

 

Pencemaran nama baiknya. Apalagi di sepanjang pemeriksaan, baik di polri maupun di pengadilan, tidak pernah disebutkan kasus kematian Nazaruddin dan kasus penangkapan Antasari berkaitan dengan kasus penangkapan Aulia Pohan. Bahkan dipledoinya pun Antasari tidak pernah mengungkapkan hal ini. “Terlepas dari hal itu babak baru kasus kematian Nazaruddin ini menarik untuk dicemati. Salam,” tutupnya. (rls)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed