by

JALAN PROVSU DI PALAS BUAT SESAK DADA DAN SAKITKAN PERUT

PALAS detikperistiwa.com–-Kondisi dan keadaan badan jalan provinsi sumut (provsu) menuju ke wilayah Kecamatan Batang Lubu Suram (Batam), Kabupaten Padang Lawas (Palas), sepanjang sekitar 24 kilometer, mulai dari Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa, hingga ke Desa Pinarik, ibukota kecamatan,, sampai kini, kondisinya sungguh memprihatinkan saat dilalui berkendera, baik kenderaan roda 2, apalagi roda 4 ke atas.

Pengalaman yang dirasakan wartawan, pada Minggu (12/2), saat berkunjung ke rumah kerabat di Desa Hatongga, Kecamatan Batam bersama keluarga dengan mengendarai roda dua, sungguh suatu perjalanan yang menyesakkan dada dan menyakitkan perut, sepanjang perjalanan tersebut.

Padahal, suasana pemandangan di sekeliling jalan yang dilalui, sungguh merupakan pemandangan yang cukup menyejukkan mata. Pasalnya, di sepanjang perjalanan menuju ke wilayah Kecamatan Batam itu, pengendara akan disuguhkan di perjalanan berbukit naik turun, dengan situasi alam di sekelilingnya merupakan areal perkebunan karet, sawit, pertanian holtikultura, persawahan darat, yang berjajar menghijau di deretan bukit barisan.

“Sakit perutku lewati jalan ini,” ucap Rijal, anak wartawan seketika, saat berada diboncengan kenderaan roda 2. Pasalnya, sepanjang badan jalan yang dilalui itu, selain kondisi badan jalan provsunya yang buruk sekali dan berlubang, terlihat jelas batu-batu kerikil sebesar buah mangga muncul di permukaan badan dan jalan, sehingga menyulitkan bagi pengendara.

Sebenarnya, jarak tempuh yang dilalui untuk sampai ke Desa Hatongga dari Pasar Ujung Batu, hanya sejauh 21 kilometer. Akan tetapi, dikarenakan kondisi jalannya yang buruk, serta banyaknya jalan menanjak dan menurun, layaknya jalanan di daerah perbukitan, sehingga memakan waktu selama hampir satu jam, untuk sampai ke Desa Hatongga.

“Itulah yang selama ini kami rasakan di sini, bang. Buruknya akses jalan menuju kemari, sehingga terkesan daerah kami ini seperti terisolir dan kurang dipublikasikan. Kami berharap, persoalan infrastruktut jalan dan jembatan di sini bisa segera diperhatikan oleh pemda secara serius,” sebut Ilham Hamdani Hasibuan, satu warga Desa Hatongga, Kamis (16/2).

Dikatakannya, padahal potensi sumber daya alam (SDA) dari daerah Batam ini cukup banyak dan melimpah, seperti komoditas sawit dan karet. Bahkan, selain sebagai salah satu penghasil buah durian di daerah Palas, daerah Kecamatan Batam juga memiliki potensi wisata alam, berupa dua lokasi air terjun, yakni Air Terjun Sikatabung dan Air Terjun Sikatibung.

“Ada dua potensi air terjun di daerah ini, Sikatabung dan Sikatibung. Tapi, kita belum bisa ke lokasi air terjun itu, karena belum ada akses jalannya. Boro-boro menuju akses jalan ke lokasi air terjun, jalan utama menuju ke Batam aja sampai kini masih kupak kapik,” sebutnya.

Menyikapi hal ini, Wabup Palas, H. Ahmad Zarnawi Pasaribu menegaskan, terkait perbaikan dan  pembangunan sarana infrastruktur jalan dan jembatan yang masih buruk di daerah Palas, Pemkab Palas sudah mengusulkannya ke Pemprovsu

“Memang, masih banyak sarana infrastruktur jalan dan jembatan di daerah kita ini, yang belum layak dan perlu segera dibangun. Karena statusnya masih jalan provsu, makanya kita sudah usulkan agar dikerjakan pembangunan dengan dana APBD Provsu,” ujarnya.

“Secara bertahap, tahun 2017 ini, kita mendapatkan anggaran dana sebesar Rp. 17 miliar dari APBD Provsu, untuk pembangunan jalan hotmix mulai dari Simpang Sosa II hingga ke daerah Pirtrans Sosa. Tapi, kita optimis, di tahun 2018, mobil sedan sudah bisa masuk ke daerah Batam,” sebutnya. (Maulana Syafii).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed