by

DI WILAYAH PUSKESMAS HURAGI TERJADI 7 KASUS DBD

 Keterangan gambar : Kepala Puskesmas Huragi, Kabupaten Palas, dr. Hj. Leli Suryani Hasibuan bersama sejumlah petugas puskesmas, terlihat sedang melaksanakan program inovasi UKS/UKGS. (Maulana Syafii).
Keterangan gambar : Kepala Puskesmas Huragi, Kabupaten Palas, dr. Hj. Leli Suryani Hasibuan bersama sejumlah petugas puskesmas, terlihat sedang melaksanakan program inovasi UKS/UKGS. (Maulana Syafii).

PALAS detikperistiwa.com–- Setelah lebih dari satu tahun tidak muncul, sejak bulan januari 2017 lalu hingga pertengahan bulan ini, pihak Puskesmas Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), sudah menangani 7 kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 1 kasus malaria.

“Sejak akhir tahun 2016, kita ketahui terjadi perubahan cuaca dari musim kemarau panjang, berubah menjadi musim penghujan. Banyak penyakit yang disebabkan serangga nyamuk, seperti DBD dan malaria muncul,” sebut Kepala Puskesmas Huragi, dr. Hj. Leli Suryani, kepada wartawan, Kamis (16/2).

“Padahal, kasus penyakit malaria, sudah lebih dari dua tahun tidak muncul, tahun ini muncul satu kasus penyakit malaria di Desa Pirtrans Sosa 1A. Alhamdulillah, kasus penyakit malaria sudah ditangani dan keadaan pasien kini sudah sembuh,” terangnya.

Sedangkan 7 kasus penyakit DBD, lanjutnya, tahun ini terjadi di Desa Pirtrans Sosa 2, Pirtrans Sosa 3A, Pirtrans Sosa 3B, Pirtrans Sosa 4 dan Desa Pirtrans Sosa 5. Ketujuh pasien DBD, juga sudah cepat ditangani. Kini, tinggal satu orang pasien DBD yang sedang tahap pemulihan,” jelasnya.

Padahal, sebelum kasus penyakit DBD dan penyakit malaria ini muncul, pihak Puskesmas Huragi sudah melakukan usaha penyuluhan ke desa-desa, membagikan selebaran waspada DBD, melakukan gotong royong bersama warga masyarakat, membagikan bubuk abati dan sudah melakukan foging atau pengasapan di sebagian desa terjangkit wabah DBD.

“Kasus DBD ini sudah kita tangani dan sudah dilaporkan ke Dinkes Palas. Pihak Dinkes Palas juga sudah menyikapi dengan cepat, dalam waktu dekat akan melakukan foging ke desa-desa terjangkit wabah DBD. Kita lihatcuacanya, bila tidak hujan atau mendung seperti hari ini, kita akan berkordinasi dengan Dinkes Palas untuk melakukan foging,” pungkasnya.

Selain melakukan usaha dan upaya pencegahan penyakit menular seperti penyakit DBD dan malaria, tambahnya, tahun ini pihak Puskesmas Huragi membuat program inovasi baru lewat kegiatan usaha kesehatan sekolah/usaha kesehartan gigi sekolah (UKS/UKGS) dan memasyarakatkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara meluas, dimulai dari anak sekolah setingkat SD.

“Lewat program inovasi UKS/UKGS dan memasyarakatkan lagi PHBS melalui anak didik di sekolah setingkat SD, kita harapkan akan lahir duta-duta kesehatan dari sekolah, yang akan menjadi duta kesehatan, dimulai dari dirinya, sekolah dan lingkungan masyarakatnya,” sebutnya.

“Yang jelas, kita akan tetap terus berupaya dan berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf kesehatan warga masyarakat kita di sini, baik melalui program rutin maupun program inovasi yang kita jalankan. Bila diketahui muncul kasus DBD dan malaria, kita akan segera tangani secepatnya dan jangan sampai jatuh korban,” tegasnya. (Maulana Syafii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed