by

MAHASISWA KEMBALI ANGKAT SUARA DI DINAS PERTANIAN PALUTA

DSC_0919PALUTA. Detikperistiwa.com. Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi Tabagsel (Kampak Tabagsel) telah turun Rabu (20/4) lalu, menyatakan menumpuknya dugaan korupsi di Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta,tapi saat itu Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta Sarwoedi Harahap tidak berada di tempat.

Tuntutan itu kembali Angkat Suara tadi Selasa (3/5) sekira pukul 14.00 WIB.oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi Tabagsel (Kampak Tabagsel) di depan kantor Dinas Pertanian menanyakan,kemana Kepala Dinas Pertanian.

“Kemana Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta, kenapa selalu menghindar,” kata koordinator aksi Sulthoni Siregar di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Sulthoni dalam orasinya menyampaikan bahwa, permasalahan yang terjadi di Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta di duga telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi seperti dugaan korupsi dana pinjaman petani pelaksana program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) dengan anggaran Rp12 miliar dengan luas lahan 2 ribu hektar.

Selain itu, juga telah terjadi dugaan penyelewengan anggaran tahun 2014 berdasarkan temuan BPK RI sebesar Rp76,5 juta, penyelewengan bantuan bibit kacang hijau tahun 2014 namun diserahkan awal tahun 2015.sedangkan laporan tahun 2014 telah terrealisasi dengan anggaran sekitar Rp 4 milyaran.

Bantuan kelompok tani dalam bentuk proyek jaringan irigasi desa (JIDES) dipotong 30 persen oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta sehingga jaringan irigasi tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan atau asal-asalan dan bahkan yang paling disesalkan, setiap bantuan dalam jenis apapun yang bersumber dari APBD maupun APBN selalu dilakukan pemotongan yang tidak berdasar peraturan.

“Kenapa setiap ada bantuan ke petani selalu ada pemotongan. Petani selalu di bodoh-bodohi,dan diancam jika tidak bersedia dipotong dana oftimasi lahan misalkan tahun berikutnya kelompak tani yang tidak bersedia tidak akan mendapat lagi” teriaknya.

Sementara, pernyataan sikap yang di bacakan oleh Koordinator Lapangan Faisal Amin Siregar disebutkan bahwa, meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dituduhkan itu.

Kemudian, meminta kepada Bupati Paluta untuk agar mencopot Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta dari jabatannya karena tidak mampu mengemban tugas. Seterusnya meminta kepada DPRD Paluta agar memanggil Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta terkait persoalan yang di duga telah merugikan keuangan negara, meminta kepada Kejaksaan Negeri Paluta untuk memeriksa Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Paluta terkait dugaan tindak pidana korupsi dan Kampak Tabagsel akan terus memantau dan mengawal kasus ini hingga selesai.

Tak lupa diakhir orasinya, Koordinator Lapangan Faisal Amin Siregar mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memantau kinerja pejabat di Pemkab Paluta agar bersih dan tindakan KKN.

Setengah jam melakukan orasi, massa Kampak Tabagsel akhirnya di terima Kasubbag Program Erwin Saputra Siregar.

Dihadapan massa Erwin menyampaikan permohonan maafnya karena Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Paluta sedang tidak berada di tempat di sebabkan ada dinas ke luar kota.

Terkait aspirasi yang disampaikan Kampak Tabagsel, ia berjanji akan menyampaikannya kepada pimpinan yakni Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Paluta.

Setelah mendengar jawaban dari Kasubbag Program pada Dinas Pertanian dan Holtikultura Paluta, sama halnya dengan hari Rabu yang lalu massa Kampak Tabagsel dengan penuh rasa kecewa Komandan Dinas Pertanian tidak berani nongol akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

“Kita selalu kecewa, sudah dua kali kita lakukan aksi ke Dinas Pertanian ini, kadis nya selalu tidak berada di tempat,” ungkap massa Kampak Tabagsel kecewa.(Mauliddar S)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed