by

RATUSAN ANGGOTA KOPTAN REBOISASI MANDIRI SIMPANG HARAPAN NYARIS BENTROK DENGAN KARYAWAN PT TORGANDA

koptan reboisasi mandiri 2ROKAN HULU detikperistiwa.com – Sekitar 894 anggota Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Desa Simpang Harapan Kecamatan Tambusai Utara kabupaten Rokan Hulu (Rohul) nyaris bentrok dengan‎ Karyawan PT Tor Ganda, Selasa (3/5) sore.

Peristiwa itu terjadi di lahan reboisasi Hutan Lindung Mahato yang diprogramkan pemerintah untuk memanfaatkan lahan ditanami tanaman kayu batang, di lapangan, dari kelompok perusahaan, datang sekitar 60 an orang dengan membawa samurai, tojok dan dodos‎. Sementara dari pihak kelompok tani hanya membawa cangkul dan parang babat, rencananya digunakan untuk menanam bibit bantuan dari pemerintah.

Namun, peristiwa itu tidak terjadi akibat ada pihak dari Kapolsek dan jajarannya, menengahi kedua belah pihak, untuk melakukan mediasi di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul.

Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kapolsek Tambusai Utara AKP  Yuli, di dampingi Kanit Reskrim Johannes, mengatakan kedatangannya dilokasi tersebut hanya untuk pengamanan agar tidak terjadi bentrok fisik yang bisa merugikan kedua belah pihak, karena hal ini sudah merupkan tugas dari hukum untuk menjaga kemananan dan ketertiban ditengah masyarakat.

“Kita bersyukur situasi bisa di kemdalikan sehingga tidak terjadi bentrok fisik diantara kedua belah pihak,kelompok tani reboisasi mandiri kembali pulang dan karyawan perusahaan kembali menarik diri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koptan Reboisasi Mandiri, Paimen, mengatakan, dirinya berani mengajak seluruh anggotanya ke Lahan Reboisasi, sebab dasar pada 2008 silam, dirinya diberikan rekomendasi Dari Dinas Kehutanan untuk membina 3000 Hektar lahan Hutan Lindung Mahato untuk dilakukan program Reboisasi. “Namun pada tahun 2011 lalu, lahan tersebut dirampas oleh PT. Torganda, jadi kita ingin merebut kembali hak kita,” katanya.

Dirinya bersama ratusan kelompok tani ingin mendukung program pemerintah untuk menanam satu juta pohon. “Hari ini rencananya kita akan menanam 50 ribu batang pohon dilahan reboisasi, namun kita dilahalangi oleh pihak perusahaan,” ucapnya.

Atas nama Koptan Reboisasi Mandiri, dirinya akan tetap komit untuk memperjuangkan hak kelompok tani hingga darah penghabisan. “Kita hari ini mengalah, tapi bukan kalah. Sebagai ketua Koptan Reboisasi, saya akan berada didepan untuk memperjuangkan hak dari masyarakat,” tegasnya lagi.

Namun,Paimin Juga meras Kecewa kepada pihak dinas terkait, yakni Kehutanan dan perkebunan yang tidak ikut dalam penanaman ribuan batang pohon di lahan reboisasi. Dirinya berharap kepada penegak hukum dan pemerintah untuk bisa melihat rakyatnya dibawah yang tertindas. (Endar. R)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed