MEDIASI LAHAN KKPA KOPSA DAMAYA NYARIS RICUH

ROKAN HULU detikperistiwa.com–- Mediasi antara ratusan masyarakat Kepenuhan Barat Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Anggota Koperasi Sawit Danau Maong Jaya (Kopsa-Damaya) di Aula Pertemuan Kantor Desa Kepenuhan Barat,  Selasa, (21/2) sore dengan dengan bapak angkat pola kemitraan, Achmad Kusnan nyaris ricuh.

Pantauan awak media, memang  tidak sempat terjadi akasi anarkis dan bentrok karena  dilerai Kapolsek Kepenuhan AKP Fatman bersama jajarannya serta Anggota Koramil Kepenuhan melakukan pengamanan.

Lahan yang jadi perihal berada di Dusun Tanjung Alam sekitar  237 Hektar dan 23 Hektar di Daerah Aliran Sungai (SDA) kini sudah menjadi kebun Kelapa Sawit  pemiliknya Achmad Kusnan dan dua temannya Hendrik dan Harry Suyanto warga Sumatera Utara (Sumut)  selaku Bapak Angkat  menjadi pengelola dengan perjanjian dibuat di depan Notaris Sepriyandi, SH di Pasir Pengaraian 60-40 persen Tanggal 15 Oktober Tahun 2014 lalu.

Dalam mediasi tampak hadir Danramil Kepenuhan Kapten Syahril, Kades Kepenuhan Barat Tana Sutiyo, Ketua Kopsa Damaya Ruslan, Tokoh Masyarakar yang juga pendiri Kopsa Damaya, Awaludin,S.AgTokoh masyarakat setempat lainnya, Ketua Kopsa Damaya Ruslan dan pemilik kebun Ahmad Kusnadi serta ratusan masyarakat setempat.

Namun mediasi tidak berjalan mulus, karena masyarakat yang hadir menuntut pemilik kebun untuk mengambalikan tanah mereka secara utuh. Bahkan para Ibu-Ibu yang datang, berulang-ulang mereka meneriakin agar tanah mereka dikembalikan.

Tidak itu saja, beberapa Ibu-Ibu tersebut dengan mengejar pemilik kebun saat keluar dari kantor desa, saat menuju mobilnya pulang. Beruntung ada Kapolsek Kepenuhan bersama jajarannya, sehingga pemilik kebun (Ahmad Kusnan) dan rekannya bisa masuk dalam mobilnya dan pulang dengan dikawal Anggota Polsek Kepenuhan.

“Biarlah Pokok Kelapa Sawit itu sama dia. Tapi Kami tuntut tanah kami  dikembalikan,” teriak Ibu-Ibu itu. Namun saat awak media tanyakan apa masalahnya,  mereka tidak bisa menceritakan secara detail terkait apa permasalahannya. Tetap mereka berulang kali menyampaikan supaya lahan dikembalikan

Kemudian Ketua  Koperasi Sawit  Danau Maong Jaya Tanjung Alam, Ruslan bersama anggota KKPA lainnya  mengungkapkan ramai masyarakat pemiilik lahan itu, karena mereka merasa terganggu, atas lahan mereka sekitar  237 hektar lahan inti, di luar 23 Hektar lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) diduga dijual Kusnadi kepada pihak lain bernisial HZ Warga Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan.

“Bahkan pada saat acara mediasi itu berlangsung Kusnadi, mengaku sudah menerima uang DP senilai Rp 3 Miliyar,” ungkap Ruslan. dan menjelaskannya, saat itu warga mulai berteriak, karena pernyataan Bapak Angkat itu, isunya sudah lama tersebar dikampung mereka.

Padahal di dalam perjanjaian jelas Ruslan, ditegaskan  lahan kemitraan sekitar 237 hektar itu, tidak dapat atau tidak boleh diperjual belikan kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun juga. Kemudian  lahan inti seluas 237 hektar itu juga bersifat pinjam-pakai dan pihak pertama Kusnan Cs diharuskan menyerahkan lahan itu kembali kepada masyarakat Tanjung Alam sebagai pemilik dasar lahan pada Bulan Desember tahun 2031 alias hanya satu kali masa replanting (25 tahun red-)

“Namun, dalam perjalanan kemitraan itu, pihak investor Kusnan CS ingkar janji. Malah pengelolaannya, karena sudah berhasil diserahkan pengelolanya kepada Koperasi Subur Tani. Kami pemilik lahan yang sudah ada perjanjaian yang sah sejak awal ditinggalkan begitu saja tanpa pemberihauan satu kata pun,” bebernya lagi.

Sementara itu, Achmad Kusnan  membenarkan adanya dirinya menjadi Bapak Angkat Pola KKPA Kopsa Damaya Tanjung Alam dengan perjanjaian pengikat yang ternotariskan dan mengaku ada lahan yang dijualnya, namun lahan itu pribadinya, bukan lahan KKPA. “Benar saya jual itu lahan, tapi milik pribadinya, bukan lahan KKPA itu,” katanya membantah.

Di tempat yang sama Kepala Desa Kepenuhan Barat Tana Sutiyo, sangat menyayangkan  pernyaataan  Achmad Kusnan, selaku mitra KKPA Kopsa Damaya Tanjung Alam yang tidak menjelaskan dengan terbuka dan tidak memberi tanggapan yang serius atas somasi yang dilayangkan masyarakat, terhadap status lahan inti 60 persen dan lahan pribadi. “Seharusnya disampaikan transparan,  jangan membuat Anggota KKPA hilang kepercayaan mereka,” jelas Kades Kepenuhan Barat.

Terkait lahan pribadi Acmad Kusnan yang diduga dijual itu,Kades Tana mengaku sampai saat ini belum tahu dan melihat  dokumennya

Memang benar ada lahan pribadi Achmad Kusnan, bahkan sempat dirinya yang mengurus beberapa bulan sebelum menjadi menjabat Kades beberapa tahun lalu. “Namun dokumen diduga jual beli yang disampakan itu, saya selaku Kepala Desa tidak tau yang mana,” jelas Kades Tana menutup.(FW/Lis/r.lbs).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.