by

JADIKAN HITLER TUHAN, ANCAM BUNUH UMAT MUSLIM

LOS ANGELES detikperistiwa.com –- Seorang pria asal Inggris, Sean Creighton, 45, yang ditetapkan sebagai tersangka teroris neo-Nazi dijatuhi hukuman penjara lima tahun atas kampanye rasis, termasuk ancaman membunuh umat Muslim. Creighton yang mengidolakan Adolf Hitler menjadikan sosok diktator Nazi itu sebagai Tuhan.

Creighton yang berasal dari Enfield, London utara, mengaku mengampanyekan materi rasis, Islamofobia, homofobia dan anti-Semit di media sosial. Dalam pengadilan di Kingston, Creighton mengakui bersalah.

“Terdakwa berkomitmen rasis, anggota Front Nasional,” kata Jaksa Jonathan Sandiford di pengadilan.

”Dia terpesona oleh Nazisme dan Adolf Hitler dia sebut dalam pemeriksaan polisi adalah Tuhannya,” lanjut Sandiford, seperti dikutip BBC, Jumat (24/2).

Creighton memiliki dokumen di laptop yang oleh polisi disebut sebagai resep bom. Dokumen itu berjudul “White Resistance Manual 2.4”. Isinya, berupa rincian untuk membuat senjata improvisasi dan bahan peledak.

Menurut Jaksa Sandiford dokumen itu sebagai ”panduan lengkap tentang cara mempersiapkan dan melakukan kampanye teroris”.

Creighton telah mengaku bersalah atas delapan tuduhan pelanggaran. Salah satunya, mengumpulkan informasi yang dapat berguna bagi seseorang untuk melakukan atau mempersiapkan aksi terorisme.

Dia juga mengaku bersalah atas enam tuduhan penerbitan atau pendistribusian materi yang akan membangkitkan kebencian rasial.

Dalam salah satu posting di media sosial, Creighton menyerukan pengikutnya untuk ”membunuh Muslim”. Seruan itu dia tulis di samping gambar Hitler.

Kepala Layanan Divisi Anti-Terorisme setempat, Sue Hemming, mengatakan sosok Creighton bekerja dengan anonim.

“Kejahatan Sean Creighton ini adalah indikasi dari seorang pria yang berpikir bahwa anonimitas online-nya bisa membuatnya leluasa menghasut kebencian dari segala jenis,” katanya.  (snc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed