by

BANGKITLAH WAHAI KAUM PEJUANG, BANGKITLAH WAHAI KADER IMM

Oleh : Nasrudin Joha

Di Daarul Arqom, kita telah memampatkan ideologi keislaman dan ke Muhammadiyahan. Dalam kawah candradimuka ini, kita ditempa dengan berbagai pemikiran, dan akhirnya kita menggenggam kuat akidah Islam.

Ke Muhammadiyahan, ditujukan untuk menunjukan peran sebagai salah satu pergerakan Islam. Bukan dalam rangka menunjukan kesombongan dan keangkuhan.

Internalisasi ideologi itu kita lalui, melalui berbagai pertarungan pemikiran, sampai kita menemukan hanya Islam lah agama terbaik, hanya akidah Islam lah keyakinan yang lurus. Didalamnya, kita juga mendalami berbagai pemikiran untuk merealisir kemaslahatan umat.

Saat ini, umat memanggil peran kita, kita tak bisa lagi hanya berpuas diri dengan diskusi, logika dan argumentasi. Saat ini, umat memanggil kita terjun ke ranah Praksis.

Kezaliman itu telanjang, begitu nampak, bagai bulan ditengah purnama. Tak ada selembar benang pun, yang mampu menutupi aib rezim.

Bahkan, rezim tiran ini begitu bangga mempertontonkan kezaliman dan penindasan. Mereka, tak hanya menzalimi rakyat, mereka juga berani melanggar batas merah, menzalimi mahasiswa, juga menzalimi kader-kader kita.

Sungguh, sejarah akan mencatat kita, akan menuliskan sejarah sebagai pejuang, atau ditulis sejarah sebagai kaum pecundang. Apakah kita, kaum yang berani menerobos barikade penindasan, membuka pintu-pintu tiran, hingga pintu itu terbuka atau kita memaksa mendobraknya.

Kita, memiliki waktu tak banyak, dari tinta-tinta perjuangan yang Allah SWT karuniakan. Untuk menuliskan masa depan bangsa ini, Umat ini.

Setelah sekian lama mahasiswa dininabobokan, oleh gemerlap prakmatisme dan hedonisme. Kita, kader IMM harus berada di garda mahasiswa yang sadar dan bangkit, mengajukan perlawanan pada rezim zalim.

Kita, bersama elemen mahasiswa lainnya, harus mengembalikan harapan umat, kepada pemuda dan mahasiswa. Mereka, merintih menahan sakit, dan membutuhkan uluran tangan mahasiswa.

Umat ini, wahai Imawan dan Imawati, membutuhkan peran dan aksi kita, bukan hanya dialektik pemikiran nir tindakan. Keadaan negeri ini berada di ujung tanduk, membutuhkan arah yang perlu digariskan oleh segenap elemen perjuangan.

Kita, telah memilih sebagai generasi Islam yang akan terlibat penuh untuk meninggikan kalimah Islam, membangun peradaban Islam yang Agung. Ideologi kiri sosislistik telah mencengkeram negeri ini, sementara ideologi kapitalisme juga terus mengerat bangsa ini, tak mau kehilangan negeri jajahan.

Saatnya, kita bangkit menjadi sang pencerah, menjadi Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan era ini, untuk bangkit dan melawan sesuai realitas zaman dan kehendak perubahan. Kita, memastikan diri mencebur dalam dialektika perubahan ini, menjadi aktor utama, bukan sekedar menjadi penontonnya.

Darah-darah kader IMM yang tertumpah, telah menyirami lahan subur perjuangan, untuk menumbuhkan martir-martir baru, yang tak akan kehilangan benih pengganti.

Wahai kader IMM, berlombalah dalam perlombaan kebajikan. Untuk memberikan sumbangsih yang terbaik untuk negeri ini, untuk umat ini. [].

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed