by

PENYEBAB RUSUH DI LAPAS KLAS IIA JAMBI

JAKARTA detikperistiwa.com–  Menkumham Yasonna Laoly mengungkapkan kerusuhan di Lapas Klas II A Jambi ditengarai karena beberapa tuntutan fasilitas narapidana yang tidak kunjung terpenuhi.

Yasonna mengatakan, warga binaan di Lapas itu meminta adanya air bersih dan adanya perluasan septic tank.

“Saya sudah telepon ke Kanwil semalam dan Pak Danrem dan Polri yang ikut menjaga di situ.

Ada beberapa tuntutan mereka, misalnya air bersih, pembesaran septic tank karena sudah sangat overcapacity,” ujar Yasonna.

Selain karena kurangnya air bersih dan fasilitas kebersihan yang tidak memadai yang memicu kericuhan, ditambah adanya tes urine kepada warga binaan.

“Ya sebelumnya ada tes Urine. Ditemukan ada yang positif sekitar 20 orang. Kanwil minta kerjasama dengan BNN dan Polri untuk menggeledah. Mungkin entah bagaimana ada reaksi berlebihan dari dalam,” ucap Yasonna.

Sementara itu Mabes Polri melansir tiga orang anggotanya terluka parah terkena lemparan batu saat kerusuhan di Lapas Klas II A Jambi.

Akibat kejadian itu, ruang KPLP, Aula serba guna, ruang koperasi dan gudang genset hangus terbakar.

Selain itu, enam napi serta tiga polisi mengalami luka ringan dan berat.

“Ada satu anggota kepolisian yang cukup parah terkena lemparan baru cukup besar,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul.

Tiga orang anggota polisi yang terluka itu adalah Ipda Zulkifli menderita luka robek di kepala akibat lemparan batu, Bripda Bambang Heru menderita luka Robek bagian hidung akibat lemparan batu dan Bripda Alfazri Saputra menderita luka lebam punggung kanan akibat lemparan batu.

Sebenarnya razia petugas gabungan di Lapas Klas II Jambi, Rabu (1/3) malam kata Martinus adalah untuk menangkap napi pengendali bisnis narkoba.

Namun, razia digagalkan karena sejumlah napi lain melakukan perlawanan disertai pembakaran beberapa ruang lapas.

Diduga ada napi yang memprovokasi kejadian itu agar petugas gagal menangkap sang bandar.

Martinus menjelaskan, dua pekan lalu, satuan narkoba Polresta Jambi dan Polda Jambi mengungkap adanya pabrik ekstasi dan sabu rumahan dan peredaran sabu di Jambi.

Dari para tersangka yang ditangkap, diketahui pembuatan ekstasi dan bisnis sabu di Jambi dikendalikan oleh beberapa napi yang berada di dalam Lapas Klas IIA Jambi.

“Dua minggu sebelumnya itu sudah ada pengungkapan pabrik ekstasi, penangkapan sabu, yang disidik ternyata terhubung dengan Lapas Kelas IIA Jambi,” kata Martinus.

Informasi tersebut diteruskan kepolisian ke pihak Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi.

Menindaklanjuti informasi itu, pihak Kanwil meminta bantuan Polda Jambi dan Polresta Jambi untuk melakukan razia Lapas Klas IIA Jambi dan menangkap sejumlah napi pengendali bisnis narkoba tersebut.

Ada 200 personel gabungan dari Polda Jambi, Polresta Jambi dan polsus kanwil ke Lapas Klas IIA Jambi pada Rabu malam sekitar pukul 20.20 WIB.

Mereka disebar ke dua blok lapas yang menjadi tempat penahanan para target.  Namun, saat para petugas memasuki kedua blok, para penghuninya melakukan perlawanan dengan teriakan penolakan razia dan pelemparan batu ke para petugas.

Mereka juga melakukan pembakaran ruang lapas. Situasi kerusuhan di lapas tersebut dapat dikendalikan pada Rabu tengah malam, setelah didatangkan bantuan personel Brimob polda dan TNI setempat.

Hasil pengecekan petugas lapas, ternyata ada empat napi yang melarikan diri saat kejadian tersebut. Saat ini, tim kepolisian tengah melakukan pengejaran. “Saya belum dapat informasi, apakah napi yang diduga pengendali bisnis narkoba itu ada di antara napi-napi yang kabur,” jelasnya.

Diberitakan, jajaran Satresnarkoba Polresta Jambi dan Ditresnarkoba Polda Jambi sempat menggerebek home industri pembuatan ekatasi di RT 19 Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Senin (27/2). Sejumlah pelaku ditangkap dalam penggerebekan itu.(tbc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed