by

HOME INDUSTRI SEPATU DI TIGA RAKSA SANGGUP HIDUPI 200 TENAGA KERJA

1.Keterangan Gambar:  Bincang-bincang Pemilik Home Industri Dahlan dengan Pimum www.detikperistiwa.com, Zamaludin, SH dan Humas LPPN RI, Dedi Iriyanto (dr)
 Keterangan Gambar: Bincang-bincang Pemilik Home Industri Dahlan dengan Pimum www.detikperistiwa.com, Zamaludin, SH dan Humas LPPN RI, Dedi Iriyanto (dr)

TANGERANG detikperistiwa.com–-Home Industri Sepatu di Katomas, Kelurahan Tiga Raksa, Kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, kini telah mampu menghidupi sebanyak 200 karyawannya, meski harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan gelombang ekonomi, namun kelompok pengrajin ini, masih bisa bertahan dan kini butuh dukungan dari pihak pemerintah.

Meski begitu, Home Industri ini telah mampu memproduksi, berbagai model sepatu, mulai dari ukuran kecil  sampai besar,  yakni untuk anak-anak sekolah maupun untuk ukuran orang dewasa, dalam satu hari diperkirakan, hasil produksinya bisa mencapai seribu pasang sepatu.

Pemilik Home Industri ini, yakni Dahlan, ia merupakan pahlawan bagi pekerja-pekerja di tempat tersebut, karena berkat kemampuan dan pengalamannya, pernah bekerja di sebuah pabrik sepatu, hingga ilmu tersebut ditularkan kepada masyarakat maupun rekan-rekannya, supaya bisa menghidupi keluarga masing-masing tenaga kerjanya.

Keterangan Gambar : Sepatu Hasil Produksi Home Industri Milik Dahlan di Katomas, Kecamatan Tigaraksa (dr) .
Keterangan Gambar : Sepatu Hasil Produksi Home Industri Milik Dahlan di Katomas, Kecamatan Tigaraksa (dr) .

Dahlan mengakui, sebalum berada di Tigaraksa, sebelumnya membuka Home Industri di Cikupa, Kabupaten Tangerang, bahkan pernah mempunyai karyawan sebanyak 1. 500 orang, namun, karena peralihan pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhono kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), terjadi resesi ekonomi, hingga usahanya pun ikut terbawa bangkrut.

Namun, berkat ketekunan Dahlan bersama-sama orang yang setia dengan dirinya, meski harus merangkak secara perlahan-lahan, kini usahapun  sudah mulai maju, sebab telah mampu memberikan kehidupan kepada 200 orang sebagai tenaga kerja dan membuat mereka memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan kelaurga masing-masing.

Secara nyata memang, apa yang dilakukan Dahlan ini tentu sudah mengurangi penggangguran dan sangat membantu ekonomi masyarakat, bahkan banyak warga yang lulusan sarjana harus magang empat bulan sampai 5 bulan di tempat tersebut, kemudian baru bekerja di pabrik yang lebih baik. “Karena terus terang saat ini pabrik-pabrik sepatu itu, menerima tenaga kerja yang sudah berpengalaman, jadi kalau itu memang kebaikan, kita akan berikan rekomendasi, supaya mereka bisa meningkat ekonominya,” sebut Dahlan kepada tim yang berkunjung ke tempat tersebut.

Home Industri milik Dahlan ini,  tergabung dalam Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), mengakui menggeluti usaha seperti sudah ada delapan tahun lamanya, kini pihaknya hanya memproduksi berbagai sepatu, namun kini sifatnya masih, jika ada pesanan khusus, kemudian untuk sekarang rata-rata pemasarannya, baru di Wilayah  Tangerang dan Kota Jakarta.

Dahlan mengungkapkan, kini persaingan yang harus dialaminya sangat ketat, karena bersaing dengan barang Cina, sebab kalah tekhnologi,  informasinya ada  barang “ilegal” (gelap) dari Negara Cina, dulunya masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok, namun kini setelah pelabuhan tersebut diperketat pihak aparat kemanan yakni kepolisian, barang tersebut tidak masuk lagi,  namun mereka masuk lewat pelabuhan Tanjung Balai- Sumatera Utara. “Tapi informasi saat ini di sana sudah mulai masuk lagi, kita juga gak tahu aturan tentang itu, kita hanya fokus dengan usaha kita,” ujarnya.

3.Dialog Tentang Pemasaran Antara Pimum www.detikperistiwa.com dengan Pemilik Home Industri Dahlan (dr)
3. Dialog Tentang Pemasaran Antara Pimum www.detikperistiwa.com dengan Pemilik Home Industri Dahlan (dr)

“Secara kualitas mereka lebih bagus, bahkan lebih murah, namun kita berkeyakinan apa yang lakukan ini untuk mencari kehidupan dan teman-teman yang bekerja di Home Industri ini,” sebut Dahlan kepada Pimpinan Umum www.detikperistiwa.com Zamaluddin Rambe, SH, bersama Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaran Negara (LPPN) RI Yosep Romdon di Wakili Bidang Hubungan Masyarakat Dedi Iriyanto, Jumat (3/3).

Dahlan menambahkan untuk satu pasang sepatu itu mengeluarkan modal, sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu,  kemudian bahan bakunya tersebut, didatangkan dari pabrik-pabrik sepatau di  Wilayah Tangerang. “ Sebenarnya pemerintah Kabupaten Tangerang mau membantu kita dengan memberikan mesin yang lebih bagus dengan memebrikan modal sebsar 10 persen dari harga barang,” tutupnya mengakhiri. (dr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed