by

Pembinaan Mental Spiritual ASN Dan Aparatur Pemerintah Desa

Sragen – Bupati Sragen, dr Hj Kusdinar Untung Yuni Sukowati, melakukan pembinaan mental spiritual ASN dan Aparatur Pemerintah Desa, Rabu, (9/10/2019) di rumah Ali Murtopo/Tejo Dk Jenalas RT 01/01 Desa Jenalas Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen.

Kegiatan dilanjutkan peresmian Gapura Desa Jenalas serta dihadiri sekitar 728 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut dr Hj Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Dedy Endriyatno, SE (Wakil Bupati Sragen), Para Asisten Sekda Sragen, Kabag dan Kadinas Sragen.

Kemudian, Para ASN se Gemolong, Muspika Gemolong, Para Kades/Lurah se Gemolong, dr Agus Trijono (Direktur RSUD dr. Soeratno Gemolong), Ust Mahmudi (Penceramah), Ka Perpustakaan Gemolong, Koordinator Pertanian Gemolong, Koordinator KB Gemolong, Kepala BKK Gemolong, UPK/PNPM Gemolong.

Selsnjutnya, Pendamping dan TPID Gemolong, PKH Gemolong, Perangkat Desa/Kelurahan. Gemolong serta lainnya.

dr Hj Kusdinar Untung Yuni mengharapksn kepada ASN maupun Perangkat Desa/Lurah agar dalam bekerja yang profesional.

“Mari kita bekerja yang sungguh-sungguh dan pada tahun 2020 tunjangan perbaikan penghasilan di Sragen akan naik 30% dan saat ini sudah dihitung dengan anggaran kurang lebih 60 Milyar,” katanya.

“ Harapan kami dengan adanya kenaikan diatas agar dibarengi dengan kinerja yang baik dan profesional. Kami menata para pejabat sangat profesional dan ditingkat Provinsi Jateng Sragen adalah yang paling transparan dalam penempatan jabatan,“ ujarnya.

“Kami minta kepada ASN menjadi Humas bagi masyarakat, sampaikan bila ada program- program dari Pemerintah, mari kita ajak anak-anak kita untuk giat belajar dan matikan HP serta TV saat jam belajar, ajak anak kita untuk belajar ngaji. Kemudian,” imbuhnya.

“ Satgas Money Politik yang sudah dibentuk tidak ada aduan, wadah tersebut seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Aduan di Polres Sragen dalam penggunaan anggaran Desa sampai saat ini sudah banyak, banyak para Kades memanipulasi nota belanja dan akhirnya banyak yang datang ke Bupati untuk meminta perlindungan hukum,“ ungkap Bupati.

Dalam Tausiyahnya Ust Mahmudi menjelaskan Kades atau pejabat yang baik nanti pada saat hari akhir yang masuk ke Surganya Allah SWT adalah para pejabat yang baik.

Namun sebaliknya yang masuk ke Neraka yang pertama adalah pejabat yang tidak baik. Silahkan pilih sendiri mau jadi pemimpin yang baik atau tidak baik.

Para perangkat agar menjadi pelopor dalam beribadah yang baik, ajak warganya Sholat berjamaah.

Semoga kelak pemimpin yang baik akan dilindungi dan ayomi Allah serta dimasukkan Surganya Alloh SWT. Orang yang suka bersodakoh dengan iklas kelak akan di pilih oleh Alloh dan di ayomi Alloh, apalagi ada pemuda yang rajin beribadah akan dinaikkan drajatnya.

Di akhir acara Bupati Sragen memberikan Sembako sebanyak 140 paket untuk warga Jenalas, kursi Roda untuk Sukadi, tongkat orang buta untuk Budianto dan alat pendengar untuk Ibu Jumirah.

(harun)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed