by

Pembinaan Aparatur Dan Masyarakat Se-Karangmalang

Sragen – Babinsa Kelurahan Plumbungan melaksanakan giat pengamanan pembinaan Aparatur dan Masyarakat se-Kecamatan Karangmalang oleh Bupati Sragen, di gedung Rahayu, Kp Plumbungan Rt 10 Kel. Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Senin, (14/10/ 2019)  pukul  13.00 s/d 15.10 wib

Hadir dalam kegiatan dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Dedy Endriyanto, SE (Wakil Bupati Sragen), dr Didik Haryanto, MPH (Dir RSUD dr Soehadi Prijonagoro), Tugiyono (Ka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu / DPMPTSP Kab. Sragen), Drs Suwardi, M.Pd (Ka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sragen), Fakhruddin Nur, S.Si (Dirut Bank Syariah Kab. Sragen), Pudji Atmoko (Ka Dinas Sosial Kab . Sragen).

Kemudian, Sriyono, S.Sos MM (Camat Karangmalang), Kapten Cba Sugiyono (Danramil 02/Karangmalang), Ka SMP N1 Karangmalang beserta guru dan karyawan, Ka SMP N2 Karangmalang beserta guru dan karyawan, Harris Almaca (Ka UPTD Puskesmas Karangmalang) beserta bidan dan tenaga medis, PPL Kec. Karangmalang, PPKB PPA Kec. Karangmalang, Daryono, SH M H (Koordinator pendidikan Kec. Karangmalang), Pengawas SD dan TK Kec. Karangmalang, Ka SD beserta guru se-Kec. Karangmalang, Ka desa / Ka Kelurahan se-Kec. Karangmalang beserta perangkat, Tokoh masyarakat / Ketua RT dan Wakil RT se-Kel. Plumbungan.

dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) mengatakan bahwa setiap kegiatan pengajian ASN di Kabupaten tidak ada ASN yang bersedia hadir namun dengan kegiatan pengajian keliling seperti ini dengan cara kami mendatangi tiap kecamatan ternyata ASN yang datang sangat banyak.

“ Orang jaman sekarang lebih suka bergaul lewat Medsos demikian juga saya anjurkan agar ASN harus saling menjaga yang artinya lebih baik langsung ketemu orang yang kita cari untuk mengutarakan pendapat daripada curhat di WA atau Medsos,“ ujarnya.

Menurut Yuni antar ASN jangan saling menyerang, Apakah dengan curhat di Medsos bisa mendapatkan solusi. Boleh mengeluarkan pendapat namun jangan saling mengejek, jangan saling menghina dan jangan merendahkan martabat orang lain, boleh menggunakan Medsos namun harus dengan bijak.

ASN yang bekerja dengan profesional akan diberikan reward oleh Bupati Sragen. Reward tidak hanya diberikan dalam bentuk uang namun juga bisa berupa TPP, penataan SDM atau perhatian dari pimpinan.

“ Di Kab. Sragen telah terjadi seorang Ka desa melakukan Mark Up harga terhadap bantuan pembangunan desa dan apabila diteruskan masuk ke ranah korupsi, dimulai dari tahun pertama menjabat menjadi lurah, Anti Money Politik dalam pilkades dianggap belum berhasil oleh sebagian tokoh masyarakat,“ pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed