by

KCP BPJS KETENAGAKERJAAN PALAS TARGETKAN IYURAN NAKER

PALAS- tahun 2017 ini, manajemen Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Kabupaten Padang Lawas (Palas), menargetkan pencapaian iuran dari tenaga kerja sebesar Rp. 819.240.000, yang bersumber dari tiga jenis iuran pekerja, yaitu pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah dan pekerja jasa konstruksi.
 Demikian disebutkan Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Palas, Mourinho Felly Latuperisa, kepada wartawan, Rabu (8/3).
 Katanya, “Tahun 2017 ini, target iuran naker kita sebesar Rp. 819.240.000. Rinciannya, dari pekerja penerima upah ditargetkan sebesar Rp. 638.700.000, pekerja bukan penerima upah sebesar Rp. 45.270.000 dan pekerja jasa konstruksi sebesar Rp. 135.270.000,” sebutnya.
“Memang, hingga saat ini, realisasi iuran naker yang sudah terkumpul baru tercapai sebesar Rp. 383.357.937,99, yang bersumber dari dua kategori, yaitu pekerja penerima upah terkumpul sebesar Rp. 378.356.337,99 atau sudah tercapai sebanyak 59,24% dari yang ditargetkan, dan iuran pekerja bukan penerima upah terkumpul Rp. 5.001.600,00 atau tercapai sebanyak 11,05% dari yang ditargetkan,” urai Neno.
Untuk iuran naker dari pekerja jasa konstruksi, lanjut Neno, memang belum terealisasi sampai saat ini, mengingat saat ini belum terselenggara kegiatan pekerjaan konstruksi, utamanya yang dilakukan oleh pihak pemerintah, karena belum masuk pada tahapan pelelangan.
“Tapi, untuk mendorong pencapaian target iuran naker pada sektor pekerja jasa konstruks ini, kita sudah berkordinasi dan menjalin kerjasama dengan Dinas PU Kabupaten Palas, baru-baru ini. Agar, setiap kontraktor pelaksana pekerjaan umum ke-PU-an, sebelum melaksanakan pekerjaannya, terlebih dahulu mereka harus mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS ketenaga kerjaan,” ungkapnya.
“Hal ini merujuk kepada Konvensi ILO yang menegaskan, setiap perusahaan yang mempekerjakan orang, wajib menyelenggarakam jaminan sosial ketenagakerjaan. Kita berharap, hal ini bisa dipatuhi dan dilaksanakan oleh kontraktor atau pelaksana kegoatan proyek di Palas ini,” sebutnya
 Diterangkannya juga, yang dimaksud komponen pekerja bukan penerima upah, adalah pekerja yang bekerja dengan resiko pekerjaan yang ditanggung sendiri, dan penghasilannya didapat dari hasil kegiatannya bekerja.
“Jadi, kalau ia tidak bekerja, maka ia tidak memiliki penghasilan. Seperti, penarik becak, petani/pekebun pribadi, nelayan, notaris, guru non PNS dan sebagainya. Untuk kelompok pekerja ini, kita terus lakukan sosialisasi pentingnya menjadi peserta BPJS keyenagakerjaan,” jelasnya.
“Sesuai dengan data laporan mingguan aktivitas KCP BPJS Ketenaga kerjaan Palas, hingga minggu pertama bulan maret 2017, kami optimis, target iuran pekerja yang kami tetapkan pada tahun ini bisa kami capai, hingga akhir bulan desember 2017 nanti,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed