by

CAMAT SOSA DAN WARGA BERSIHKAN SALURAN AEK TAKI TERSUMBAT

 

 

Keterangan gambar :Terlihat Camat Sosa, H. Asnan Lubis memantau sejumlah warga yang sedang membersihkan saluran Aek Taki dari sampah yang menyumbat dan mengakibatkan luapan air menggenangi badan jalan provsu. Maulana Syafii.
Keterangan gambar :Terlihat Camat Sosa, H. Asnan Lubis memantau sejumlah warga yang sedang membersihkan saluran Aek Taki dari sampah yang menyumbat dan mengakibatkan luapan air menggenangi badan jalan provsu. Maulana Syafii.

PALAS-Menyahuti aspirasi warga masyarakat Desa Pasar Ujung Batu Kecamatan Sosa, yang merasa resah dengan genangan air di badan jalan provsu, akibat luapan air saluran Aek Taki. Camat Sosa, beserta sejumlah warga setempat melakukan pembersihan saluran air tersebut.

 “Masyarakat di Desa Pasar Ujung Batu maupun masyarakat yang melintasi badan provsu di sini merasa resah, akibat genangan air yang bertahan hingga beberapa hari di atas permukaan badan jalan, akibat luapan saluran air Aek Taki,” sebut Camat Sosa, H. Asnan Lubis, kepada wartawan, Selasa (14/3).

“Air tergenang di badan jalan, karena meluap dari saluran, yang disebabkan banyaknya sampah yang menyumbat saluran air tersebut. Makanya, hari ini kita bersama warga membersihkan sampah yang menyumbat saluran air ini,” ujarnya.

Sebelumnya, H. Tamrin Nasution, satu warga setempat menyatakan, setiap kali turun hujan deras, sudah bisa dipastikan badan jalan provsu di depan rumahnya akan digenangani air luapan Aek Taki, hingga setinggi 30-an senti meter. Luapan air dari saluran Aek Taki tersebut, bisa bertahan menggenangi jalan hingga berhari-hari lamanya, hingga kemudian kering seperti semula.

“Selama ini, kami merasajan, kalau hujan turun, pastilah jalan di depan rumah kami ini digenangi air luapan Aek Taki. Genangan air bisa terjadi 3 hingga 5 hari. Tergantung hujan turun. Pernah terjafi, hujan beberapa hari, air menggenani jalan ini hingga seminggu lamanya baru mengering,” ungkapnya.

“Air yang menggenangi badan jalan, bercampur dengan sampah botol-botol plastik dan sampah plastik lainnya, yang sebagian menyumbat saluran air. Kalau air menggenangi jalan, pada saat kenderaan melintas, apalagi kencang, tentulah cipratan airnya sampai di teras rumah kami,” katanya.

Makanya, warga masyarakat setempat berharap, agar saluran Aek Taki dapat dilebarkan badannya dan dilakukan pengerukan. “Agar pada saat air besar datang, saluran air dapat lebih leluasa dan tidak meluap dan menggenangi jalan lagi,” pungkasnya. (Maulana Syafii/ram)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed