by

WARGA PALAS TEMUKAN MAYAT DIDUGA KORBAN PEMBUNUHAN

PALAS detikperistiwa.com – Warga palas masyarakat di Desa Sayur Matua, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), kembali dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat pria dalam kondisi leher nyaris putus di jalan umum menuju perkebunan warga, Selasa (14/3) sekira pukul 07.00 WIB.

Mayat pria yang akhirnya diketahui bernama Hamdani Lubis (43), warga setempat itu tergeletak di tengah Jalan Huta Lamo. Kondisi tubuhnya penuh luka, terdapat 17 luka robek di bagian perut, dada, punggung, mirip bekas tusukan. Kuat dugaan korban dibunuh.

“Saat ditemukan warga, kondisi korban banyak luka bacok di sekujur tubuh dan lumuran darah. Mayat yang hanya pakai kain sarung itu, didapati warga dengan leher hampir putus. Diduga korban pembunuhan dengan cara digorok dan dibacok sehingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP),” sebut Sekretaris Desa (Sekdes) Sayur Matua Paniopan Lubis di RSUD Sibuhuan.

Disebutkan Paniopan Lubis, saksi mata yang pertama kali melihat mayat korban adalah ibu kandungnya Bulan Lubis (62) bersama anaknya Nuryadani (21) dan Alim Lubis (26). Korban ditemukan saat ibunya hendak pergi ke kebun jagung milik keluarga, seperti biasanya.

“Kami ketahui, setiap harinya korban menjaga kebun jagung, dan setiap malam, korban ditemani istrinya Nursina Nasution (40), tidur di gubuk kebun jagung. Setiap pagi, diganti dengan ibunya. Namun, ibu korban dan adiknya terkejut dengan  sosok mayat, yang ditemukan tergeletak di tengah jalan umum menuju kebun warga itu,” terangnya.

Pada saat menemukan sesosok mayat mengenaskan itu, lanjutnya, ibu korban langsung berlari ke pemukiman warga yang hanya berjarak sekitar 500 meter sambil teriak. “Pagi itu, warga setempat dikejutkan dengan suara teriakan minta tolong, ada  mayat di tengah jalan umum. Spontan, warga langsung berduyun- duyun ke lokasi penemuan untuk memastikan siapa korbannya,” ucap Paniopan.

“Begitu dilihat, warga langsung mengenali mayat tersebut sebagai warga kami, bernama Hamdani Lubis. Kami bersama Kepala Desa Sayur Matua Amal Lubis, meminta kepada warga agar tidak menyentuh mayat, dan langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Mapolsek Barumun,” urainya.

Setelah menerima laporan itu, personel kepolisian dan ambulans dari RSUD Sibuhuan tiba di TKP, lantas mengevakuasi mayat korban, menuju ke RSUD Sibuhuan untuk divisum etrepertum. Menurut sekdes, sejauh ini belum diketahui motif kejadian yang diduga pembunuhan tersebut. Sepengetahuan warga, tidak ada yang aneh pada korban atau keluarganya.

Kejadian dugaan pembunuhan ini, masih dalam penyelidikan pihak Polsek Barumun. Beberapa saksi yang dimintai keterangan menyebutkan, korban ditemukan di tengah jalan sekira 500 meter dari gubuk tempat korban dan istrinya menginap setiap malam berjaga di kebun jagung, di TKP, sendiri petugas menemukan sebilah parang yang diduga kuat digunakan untuk menghabisi korban.

Sementara, di dalam gubuk kebun uagung, ditemukan bercak darah bercecer hingga ke TKP penemuan mayat. Diduga korban dihabisi di dalam gubuk, lalu digotong ke tengah jalan umum. Anehnya, istri korban Nursina Nasution malah didapati berada di rumah dalam keadaan shok.

Biasanya korban dan istri sering bersama-sama menginap di gubuk kebun untuk menjaga jagung milik mereka. Pada bagian jari tangan kiri dan betis kiri istri korban, juga terdapat luka. Saat ini, keadaan Nursina sedang dirawat di ruang ICU RSUD Sibuhuan, dan belum sadarkan diri. Sebagai saksi kunci, istri korban masih dalam penjagaan petugas.

“Kita tunggu dulu istrinya sadarkan diri, karena yang pasti saksi kuncinya adalah istrinya. Istrinya pun ada luka juga. Yang jelas masih kita dalami, dugaan peristiwa ini dapat dipastikan kasus  pembunuhan ” kata Kapolsek Barumun AKP Sammailun Pulungan SH melalui Kanit Reskrim Iptu Haposan Harahap, saat ditanyai wartawan, Rabu (15/3).

Sementara itu, dr Selyvia Doris Nasution, petugas Medis  RSUD Sibuhuan mengungkapkan, hasil visum etrevertum terhadsp jasad korban ditemukan, luka sayatan sebanyak 17 lubang, luka robek serta sayat di bagian leher dengan lingkaran 36 cm dan diameter 18 cm.

“Selain luka potongan di leher, ada juga luka bacok di kepala, rusuk kiri, tangan, punggung dan dahi serta bagian tangan,” ungkapnya.

Keterangan gambar :  Tim medis RSUD Sibuhuan saat melakukan visum etrevertum terhadap jasad Hamdani Lubis, warga Desa Sayur Matua, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas yang diduga korban pembunuhan. “( Maulans Syafii ).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed