by

LURAH JURANG MANGGU BARAT MINTA MAAF PADA WARTAWAN

TANGERANG- Akhirnya Lurah Jurang Manggu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Ma’mun,  Jumat (24/3) sekitar pukul 15.00 Wib, meminta maaf salah seorang wartawan online Dapit yang juga Anggota Forum Pers Independen Indonesia ( FPII),
Peristiwa itu berawal, ketika, Kamis (23/3), hendak mengkonfirmasi lurah terkait e-KTP, karen sudah dibuat janji  antara keduanya untuk ketemu di kantor Lurah,  lalu wartwanpun mendatanginya.
” Namun di kantor itu ada tamu lurah di dalam ruangannya,  saya tunggu sampai tamu itu selesai setelah selesai. Saya masuk ke dalam  terus ada staf lurah masuk melapor ada tamu,”  ujar Dapit menerangkan
” Se ketika saya baru duduk, tamu itu langsung dipersilahkan masuk, saya disuruh keluar dengan cara halus,  saya  seolah-olah mengemis padanya, saya hanya ingin mewawancarai lurah tersebut dan saya langsung pergi serahka media, tindakan itu sepertinya saya dipermalukan di depan orang banyak,” tutur Dapit.
” Pagi tadi  (Jumat) saya datang ke Kantor Lurah Jurang Manggu Barat dan bertemu dengan Pak Lurah  Ma’mun untuk konfirmasi kejadian kemarin,” kata Dapit lagi.
Saat ditemui lurah pun meminta maaf atas kejadian Kamis (23/3) lalu.  “Saya meminta maaf atas kejadian kemarin kepada anda (Wartawan)  karena hari itu ada tamu,” ujar lurah.
” Wartawan datang kepada saya banyak ada alasan silaturahmi kadang ada pula yang alasanya wawancara sementara wartwan itu sendiri tahu jawabannya lewat media pemberitaan,” imbuhnya dengan senyuman.
Sementara meraka para pers sudah anggap lurah seperti kawan. ” Banyak sekali yang datang kemari teman-teman media ada yang ngakunya wartawan tapi tidak pernah ada beritanya dan ada pula teman wartawan yang benar-benar dia punya berita,” ucapnya lagi.
Tidak ada masalah mereka mau datang kapan ke kantor untuk mewancarai atau memberitakan. ” Saya persilahkan tidak ada masalah dalam tugas saya sebagai Lurah,” pungkasnya
Tambahnya, meraka datang dari mana aja. Tatkala saya sendirian merasa kasihan dengan mereka saya mau kasih amplop tapi belum ada. Saya tidak kasih dia malah menyindir,” tutup Ma’mun  pada wartawan (RDH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed