by

Pelaut Senior Dorong Sonny Buka-bukaan Untuk Benarkan Kerusakan PP KPI

 

JAKARTA-Pada hari Kamis, 28 November lalu, pukul 09:19:43 pm dari ponsel no. 087775054463, Juru Bicara komunitas Pelaut Senior Teddy Syamsuri menerima pesan singkat (sms) yang memberitahukan jika Presiden Pengurus Pusat (PP) Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Prof. Dr. Mathias Tambing, dikatakan benar-benar tidak berkutik menghadapi Sonny Pattiselano yang mantan Wakil Sekjen PP KPI, setelah cukup lama menghilang.

Dalam rilisnya kepada pers (30/11/2019) Teddy Syamsuri menerangkan jika menghilangnya Sonny Pattiselano dikabarkan karena diduga sebagai Wasekjen KPI telah menggelapkan uang organisasi KPI. Informasinya melebihi Rp. 10 milyar, dan belakangan Koordinator Pelaut Senior Hasoloan Siregar (Solo) ada kawannya yang menyebutkan kemungkinan hampir Rp. 20 milyar.

Dugaan penggelapan keuangan organisasi semula oleh Presiden KPI Mathias sempat dilaporkan kepada polisi, tapi karena ada perlawanan dari Sonny yang akan membuka boroknya Mathias melalui konperensi pers. Mathias konon mencabut laporannya, dan cukup memecat Sonny tanpa saluran resmi forum organisasi yang seharusnya memutuskan.

“Sungguh miris, pengurus yang diduga kuat melakukan perbuatan penggelapan keuangan organisasi justru hanya cukup dipecat, dan bebas dari kepastian hukum. Begitu rusaknya organisasi KPI yang bukan saja berskala nasional tapi berskala internasional dengan afiliasinya di ITF (International Transportworker Federation) sejak 1981, berkinerja seperti organisasi preman pasar”, ujar Teddy Syamsuri.

Kedatangan Sonny yang gagah berani ke kantor PP KPI di Jl. Cikini Raya No. 58AA/BB Menteng Jakarta Pusat, menurut pesan singkat itu karena ingin mengurus CBA (Collective Bargaining Agreement) ke KPI.

Sonny konon sudah buka perusahaan manning agent di bilangan Tanjung Priok Jakarta Utara, dan berdasarkan aturan baku Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 84 Tahun 20013, untuk mengikat perjanjian perekrutan dan penempatan pelaut menjadi awak kapal di kapal-kapal asing di luar negeri yang diminta oleh perusahaan perkapalan atau pemilik kapal atau operator kapal, CBA itu wajib dilakukan dengan serikat pekerja pelaut KPI. Baru setelah KPI menerima permintaan manning agent dibuatlah CBA, yang kemudian akan diendorsement oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkapel) sebagai pejabat pemerintah yang berwenang untuk menyetujuinya.

Ternyata kedatangan Sonny ke KPI memang dalam upaya pembuatan CBA, dan Sekjen KPI I Dewa Nyoman Budiase yang katanya diberi mandat untuk menerima Sonny untuk membantu urusan CBA yang diminta Sonny, menerimanya dengan baik-baik. Sungguh kejadian luar biasa, tulis sang pengirim pesan singkat itu.

Pada hari Sabtunya, 30 November, jam 11:38:05 am, diterima pesan dari ponsel nomor 08977262988, dikatakan jika Sonny yang dituduh mencuri uang organisasi KPI milyaran rupiah dan menghilang cukup lama, benar-benar berani dan membuat sang Presiden KPI Mathias Tambing serta pengurus lainnya di kantor PP KPI Cikini tidak berkutik dan nampak bertekuk lutut.

Kedatangan Sonny untuk kedua kalinya itu justru untuk menantang Mathias agar bisa membuktikan tuduhannya dan memproses melalui hukum.

Dalam pesan singkat itu, dikatakan Sonny telah siap menghadapi langkah hukum yang akan dilakukan Mathias Tambing selaku Presiden KPI.

Sipengirim pesan singkat itu juga menyebutkan jika Sonny yang mantan Wasekjen KPI, sudah memberikan alamat kantornya di bilangan Tanjung Priok kepada Mathias. Dimaksud Sonny untuk membantu memudahkan proses hukum bila ada pemanggilan kepada dirinya Sonny. Kembali si pengirim pesan menyatakan, sungguh keberanian luar biasa.

Dua pesan singkat yang berselang waktu tidak lama itu, rupanya maksud tujuannya kedatangan Sonny ke kantor PP KPI Cikini tidaklah sama.

Kedatangan pertama meminta pengurusan CBA ke KPI untuk kepentingan perusahaan manning agentnya. Yang kedua, justru datang untuk menantang Mathias Tambing selaku Presiden KPI agar bisa membuktikan tuduhannya dan nempersilahkan untuk melalui proses hukum.

Membaca kedua pesan tersebut, selesai komunitas Pelaut Senior mengadakan rapat hari Sabtu, 30 November siang hari di poskonya di Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310, disepakati untuk mendorong Sonny buka-bukaan adanya kerusakan yang begitu parah di tubuh organisasi serikat pekerja pelaut KPI, dengan menantang Presiden KPI Mathias Tambing untuk membuktikan tuduhan atas dugaan penggelapan keuangan organisasi KPI yang ditilep oleh Sonny.

“Dengan demikian biar kawan-kawan pelaut anggota KPI menjadi tahu bagaimana boroknya organisasi KPI dipimpin oleh PP KPI sejak 2001 sampai saat ini, yang keuangan dan harta kekayaan organisasi KPI dibikin bancakan oleh pengurusnya, bukan hisapan jempol semata-mata”, sela Koordinator Pelaut Senior Solo yang aktivis KAPPI Angkatan 1966 Rajon PGT sangat geram.

“Organisasinya itu baik. Ada SK Dirjen Hubla tahun 1975 yang menetapkannya menjadi organisasi tunggal pelaut Indonesia yang sampai saat ini belum dicabut. Organisasi KPI itu sama dengan seafarers union di negara-negara lain seperti Philipina yang begitu kuat. Banyak memang marak bermunculan organisasi pelaut baru setelah Oktober 2015 Pelaut Senior mengeluarkan petisi selamatkan KPI. Tapi belum berbentuk seafarers union. Kalau pun ada masih tingkat serikat pekerja untuk awak kapal di dalam negeri yang bentuknya seamen union. Ini yang membedakan dengan organisasi KPI yang sudah eksis sejak kelahirannya tahun 1976. Serikat pekerja pelaut Indonesia yang paling tua”, imbuh Solo.

Perjuangan komunitas Pelaut Senior selama lebih dari 4 tahun ini, untuk mohon negara hadir dengan pemerintah terkait berkenan menyelamatkan organisasi KPI, ungkap Teddy Syamsuri, terbukti alasan kuatnya. Dimana keuangan dan harta kekayaan organisasi KPI pada realitanya dengan adanya tantangan buka-bukaan antara mantan Wasekjen KPI Sonny Pattiselano dengan Presiden KPI Mathias Tambing dengan menantang proses hukum, menjadi nyata memperlihatkan perlunya organisasi KPI diselamatkan.

“Berulangkali kami, Pelaut Senior nyatakan jika organisasi KPI dibentuk dari, oleh, dan untuk pelaut Indonesia sendiri. Mathias Tambing yang jadi Presiden KPI itu jelas bukan pelaut. Begitu juga Sonny Pattiselano yang mantan Wasekjen KPI, sama bukan pelaut. Tanpa rasa berdosa konon dugaan melakukan perbuatan korupsi atas keuangan dan harta kekayaan organisasi KPI begitu vulgar diperlihatkan. Kami, masih menunggu bagaimana Dirjen Hubla Kemenhub dan Dirjen Binapenta PKK Kemenaker sebagai Pembina eks officio KPI, berkenan melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan organisasi KPI sebagai Rumah Besar Pelaut Indonesia secara sungguh-sungguh”, pungkas Juru Bicara komunitas Pelaut Senior Teddy Syamsuri didampingi Koordinator Pelaut Senior Solo, bersama Tonny Pangaribuan, Riyanto dan Herman Abimanyu.

(TS/66).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed