by

Dugaan Korupsi Desa Polewali Tellu Limpoe, KOMPENI Beranikah Aparat Penegak Hukum Mengusutnya

Makassar-Puluhan Mahasiswa Bone yang bergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemerhati Indonesia (KOMPENI) akan menggelar aksi unjuk rasa sekaligus menyerahkan berkas hasil investigasi dugaan korupsi Dana desa (DD) yang dilakukan oknum Kades Polewali Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone.

Aksi tersebut akan langsung dipimpin oleh jendral lapangan Andi Iponk selaku Putra Daerah Bone akan melakukan aksi di beberapa titik pada Jumat 6 Desember 2019.

Berdasarkan surat penyampaian yang diperoleh Pihak kepolisian Polrestabes Makassar, demo itu akan dilakukan untuk menuntut agar beberapa kasus dugaan korupsi pembangunan jalan rabat beton yang sarat dengan penyimpangan di Dusun Data Perbatasan, Desa Polewali dan Desa Tellangkere Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone yang menelan anggaran sekitar Rp 80.000.000 dari Dana desa (DD) tahun 2019 tahap pertama.

“Kegiatsn dilaksanakan oleh oknum kades beserta aparat desa yang dianggap telah melakukan kemufakatan jahat (konspirasi) yang merugikan keuangan negara segera ditindak lanjuti oleh Aparat penegak Hukum,” kata Andi.

Dalam hal ini, sebut Andi, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kapolda Sulawesi Selatan. Adapun rencananya, titik aksi di mulai di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan di Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.

Andi Iponk juga sebagai Ketua KOMPENi mengatakan bahwa, kasus mark up anggaran (Korupsi) yang dilakukan oleh oknum aparat Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone beserta aparatnya telah melenceng dari peran dan fungsi aparat pemerintahan.

“Pasalnya proyek yang mereka laksanakan dikerjakan secara asal-asalan, karena proyek jalan rabat beton yang menghubungkan antara dua desa tersebut, tidak sesuai dengan spesifikasi pembuatan jalan benar dan baik,” tuturnya.

Karena hanya bagian tengah jalan diberikan Pasir Sirtu atau timbunan sedangkan di sisi kanan dan kiri tidak di berikan. “Maka sudah kenisyacaaan bahwa pembuatan jalan tersebut mudah rusak, sehingga merugikan keuangan negara, karena uang dari pajak rakyat tersebut dipergunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan infrastruktur jalan pedesaan,” ujarnya.

Tambahnya Andi Iponk mengatakan bahwa kuat dugaan pihaknya maraknya indikasi korupsi yang terjadi di Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone, karena adanya persekongkolan jahat atau (Extra Ordinary Crime) antara Kades Polewali beserta aparat desa.

“Kemudian, pihak-pihak terkait yang mencoba merugikan keuangan negara sehingga jelas ini adalah tindakan yang melawan hukum,” ungkapnya.

“Aksi ini kami lakukan semata-mata agar penegak supremasi hukum untuk mengusut kasus yang diduga menghabiskan uang negara ratusan juta, karena kami dari KOMPENI secara tegas menolak segala bentuk Korupsi menjadi bagian dari identitas kami,” Andi Iponk ketua Umum KOMPENi mengakhiri.

(PR)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed